Lucu, terkadang manusia tidak menyadari apa yang sesungguhnya mereka inginkan sebelum benar-benar kehilangan
***
James terkekeh sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Brianca, "KAU MENAMPARKU?" bentak James.
"APA HAKMU HINGGA KAU BERANI MENAMPARKU, HAH?" teriak James dengan membara sambil mencengkram kedua bahu Brianca dengan erat.
"James, sak..." rintih Brianca terpotong oleh teriakan James.
"KAU HANYA WANITA YANG HADIR DITENGAH KELUARGAKU SECARA KEBETULAN. KAU, KAU, WANITA MUR..."
"James, HENTIKAN!" bentak Brianca.
"AKU ISTRIMU! TERSERAH KAU MENANGGAPKU APA, AKU TIDAK PEDULI! TAPI, YANG HARUS KAU TAU, AKU MENYAYANGI DAN PEDULI PADAMU!" ucap Brianca sambil terisak. Persetan dengan tatapan semua orang yang menonton mereka saat ini.
"OKE, FINE! JIKA KAU TIDAK PEDULI BAHKAN MENANGGAPKU SAMPAH SEKALIPUN. TAPI, KUMOHON, PIKIRKANLAH PERASAAN DAD! DIA MENYAYANGIMU DAN HANYA KAU YANG DIA MILIKI SAAT INI!" sambung Brianca. Ia menepis tangan James dan berlari dari tempat itu.
Tidak peduli kemana langkah kaki membawanya. Yang pasti, ia hanya ingin jauh dari James saat ini.
Jones segera menghampiri anaknya dan membantu anaknya untuk berdiri lalu memeluknya dengan erat.
"Dad tahu, kau pasti merasa sangat kehilangan atas kepergian Mom. Tapi, tidak hanya kau yang merasa kehilangan kamipun juga merasakan yang sama. Semua yang ada disini juga pasti merasa kehilangan sosok wanita yang sangat menyenangkan seperti Rose."
"Maaf, Dad." Ucap James dengan penuh penyesalan.
"Dad tidak mau kesedihan menguasai hatimu. Kau tahu, penyesalan itu selalu datang terakhiran, nak. Dan aku tidak mau, kau baru menyadari apa yang kau inginkan ketika kau sudah kehilangan dia." sambung Jones.
"Maksudmu?" tanya James.
"Kau pasti mengerti maksudku. Kejarlah dia, nak."
James terdiam sesaat, setelah memahami apa maksud Jones, "makasih, Dad." ucapnya, lalu meninggalkan Jones yang sedang tersenyum melihat jika anaknya mengerti dengan maksud ucapannya.
James berlarian kesana kemari untuk mencari keberadaan wanita itu dan ia terhenti ketika melihat tubuh bagian belakang wanita yang dicari-carinya sedang berada di taman. Bahu wanita itu bergetar pertanda jika sih pemilknya sedang menangis.
James mendekati Brianca dengan hati-hati. Lalu, setelah jarak mereka sangat dekat dan Brianca masih tidak menyadari kehadiran James, ia memeluk Brianca dari belakang.
"Sorry," ucap James tulus.
"Ja..."
"Sstt..." potong James.
James membalik tubuh Brianca. Kini, James dapat melihat dengan jelas wajah wanita itu. Mata yang sembab dan pipi yang merah serta hidung yang sudah tidak beraturan.
James menghapus air mata Brianca dengan kedua ibu jarinya lalu ia kembali mendekap Brianca dengan erat.
James menyerudukkan wajahnya di antara leher dan bahu Brianca, "Sorry," ucapnya sekali lagi sambil mengecup leher Brianca sekilas.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romance|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
