Chapter 16.1 - MBH

41.8K 1.2K 15
                                        

James saat ini sedang berada di salah satu club ternama yang ada di New York tapi club tersebut bukan milik Axel.

James memilih ruang VVIP. Saat ini, disekelilingnya terdapat empat orang wanita yang sedaritadi sibuk menggoda dirinya.

Ia butuh pelampiasan setelah melihat tubuh Brianca yang hanya menggunakan pakaian dalam. Ia pikir, ia tidak memiliki selera dengan wanita itu. Namun nyatanya, ia salah.

Ia tidak bisa menahan gairah yang timbul dalam dirinya ketika melihat tubuh Brianca tersebut. Tapi, ia masih cukup gengsi untuk mengajak Brianca bercinta karena dari awal pernikahannya dengan Brianca, ia selalu menolak untuk berdekatan dengan wanita itu.

Salah satu dari wanita tersebut melumat bibir James dengan rakus. Awalnya, James hanya diam tidak membalas lumatan tersebut namun lama kelamaan ia tertarik mengikuti permainan wanita-wanita tersebut.

"Kau, ikut aku!" perintah James pada wanita berambut blonde yang duduk disampingnya.

James mengajak wanita itu kelantai atas dimana club tersebut menyediakan kamar untuk para pengunjungnya melakukan seks dengan para wanita jalang yang bekerja di club tersebut.

James memasuki kamar tersebut sedangkan wanita berambut blonde itu masih sibuk bergelantungan ditangan James sambil sesekali mengecup rahang kokoh James.

James mendorong tubuh wanita itu ke kasur sehingga kini James berada diatasnya. Entah mengapa James membayangkan jika wanita yang ada dihadapannya adalah Brianca.

Wanita itu bergerak untuk melepas satu persatu kancing kemeja yang digunakan oleh James, lalu setelah semua kancing tersebut terlepas ia membantu James melepaskan kemejanya dan melempar kemeja itu kesembarang arah.

Sedangkan James, ia langsung merobek dress mini yang digunakan wanita itu. Tidak ada protes sama sekali dari jalang tersebut karena ia tahu James memiliki kebiasaan akan membelikan pakaian mahal sebagai gantinya.

Wanita itu mendorong tengkuk James dan melumat bibir James dengan rakus. James memainkan tangannya didada wanita tersebut. Sambil tangannya yang lain merambat kebawah untuk melepaskan celana dalam yang dipakai oleh wanita itu.

Wanita itu membalikkan posisinya sehingga kini James berada dibawah tubuhnya. Sangat liar, bukan?

Ia melepaskan celana yang digunakan James lalu membuangnya kesembarangan arah juga. Ia begitu terpana ketika melihat kejantanan James didepan matanya yang sudah berdiri dengan kokohnya.

Wanita itu menggenggam lalu memainkan tangannya naik turun untuk memberi kepuasan pada James. Ia ingin mendominasi permainan agar James selalu ingat dengannya dan akan mengajaknya bercinta lagi dikemudian hari.

James merasa jika gelora dan gairah didalam tubuhnya sudah mulai terpancing semakin tinggi. James dengan cepat berdiri lalu kembali membaringkan tubuh wanita itu di kasur dengan posisi membelakangi James.

Dengan gairah yang sangat tinggi James menyatukan dirinya dengan jalang tersebut. Ia bermain dengan sangat cepat sehingga membuat tubuh wanita tersebut tersentak dengan sangat kencang.

"Aahhh... Jam, ahhh! Ohh! Shit! Terus, James!" rancau wanita tersebut. Ia sungguh menikmati permainan yang diberikan oleh James.

Jalang itu mencapai puncaknya dan mendapatkan pelepasan yang luar biasa. Namun, berbeda dengan James ia belum mencapai puncaknya karena pikirannya tidak terlalu fokus lagi dengan kegiatan yang sedang ia lakukan ketika mendengar suara yang dikeluarkan oleh wanita tersebut.

Sedaritadi, tidak tahu apa yang menguasai otak James sehingga melihat jalang yang disewanya adalah sosok Brianca. Namun, pada saat wanita tersebut mendesah menyebut namanya, James sadar bahwa saat ini ia sedang melakukannya dengan seorang jalang.

"Ahh... Kau kasar sekali bermainnya, James!" ucap wanita tersebut karena James semakin lama bermain dengan semakin cepat. James ingin cepat-cepat mencapai puncaknya.

"Tapi aku menyukainya! Terus, James! Berikan aku lebih dan lebih." rancau wanita itu lagi.

"Shit!" umpat James ketika ia mendengar suara panggilan dari handphonenya. Itu adalah panggilan dari Rose, James sengaja memasang nada dering khusus untuk Rose karena cinta pertamanya itu akan ngamuk sangat besar jika panggilannya tidak diangkat oleh James.

James segera melepaskan diri dari wanita tersebut dan mengambil handphonenya yang berada di saku celana jeans yang digunakannya.

"Ya, ada apa, Mom?" James menerima panggilan tersebut.

Jalang tadi sangat kesal ketika James melepaskan persatuan mereka. Padahal ia sudah hampir mencampai pelepasan untuk kedua kalinya. Wanita itu mendekati James lalu melumat bibir James, ia tidak peduli jika saat ini James sedang menerima panggilan.

James mendorong wanita tersebut hingga tersungkur dilantai.

"James! Ini sakit!" teriaknya.

James hanya menatapnya dengan tajam.

"Kau sedang bersama dengan seorang jalang, James?" tanya Rose dengan nada tinggi. James membuang nafasnya dengan berat. Ia tahu, Rose pasti saat ini sudah tumbuh tanduk di kepalanya.

Jalang itu dengan berani merebut handphone James.

"Hallo, siapapun kau! Dengar! Kau telah mengganggu kami disaat kami sedang hampir mencampai pelepasan yang luaaAR BIASA! JAMES, KU BELUM SELESAI BICARA DENGANNYA!" teriak wanita itu karena James kembali merebut handphonenya dari tangan wanita itu.

James memberikan tatapan peringatan kepada wanita itu.

"Mom, dengar! Ini tidak seperti yang kau ba..."

"PULANG SEKARANG JUGA ATAU NAMAMU AKAN KAMI CORET DARI PEWARIS TUNGGAL HARTA KELUARGA RODRIGUEZ!" potong Rose dengan emosi yang sudah menggebu-gebu. Lalu, tanpa mau menunggu balasan dari James, Rose memutuskan panggilannya secara sepihak.

James mengusap wajahnya dengan kasar lalu ia juga mengacak-ngacak rambutnya. James memang nakal tapi ia paling pusing jika harus menghadapi kemarahan Rose.

James memunggut pakaiannya yang berserakan dilantai lalu memakainya dengan cepat. Jalang tersebut masih saja menggoda James.

"James, ayo, kita selesaikan dulu permainannya. Bukannya kau belum mencapai pelepasan? Aku bisa membuatmu meminta lebih, lebih dan lebih." wanita itu menahan tubuh James yang hendak memakai celananya.

"Diam! Jangan buat aku harus merobek mulutmu dengan tanganku sendiri!" bentak James.

Wanita tersebut begitu shock dan merinding mendengarkan ucapan James yang begitu kejam.

James mengambil beberapa uang lembar uang dalam jumlah besar dari dompetnya lalu melemparkan uang tersebut ke wajah jalang dihadapannya.

"Aku tidak memerlukan uangmu, James! Aku membutuhkan tubuhmu!" bentak wanita itu membuat James berdecih karena perkataan itu sangat munafik bagi James.

James tidak menjawab ucapan wanita tersebut. Ia menghubungi anak buahnya agar mengirimkan pakaian baru untuk jalang itu.

Lalu tanpa mengatakan apapun James keluar dari kamar tersebut.

"Jamess!" teriak wanita itu namun ia tidak bisa mengejar James karena ia sedang tidak memakai apapun.

Ia berjongkok untuk memungut uang yang dilempar James lalu mencium uang-uang tersebut.

"Kau sangat tahu apa yang aku inginkan, James! Tapi ini tidak seberapa. Aku butuh lebih! Aku akan membuatmu menguras seluruh tabunganmu untukku!" ucap wanita tersebut sambil tertawa sangat lepas.

"Hahahaha! Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku, James. Dan aku akan menjadi Mrs. Rodriguez bagaimanapun caranya!"

***
To be continue.

Semoga kalian tidak pernah bosan ya nunggui updatean ceritaku ini😂
Maaf kalo masih banyak salah penulisan atau ceritanya gak menarik karena aku masih baru didunia watty ini😭

Oiya, jangan lupa like dan comment ya💗

Terimakasih.

MY BASTARD HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang