"Kyaaaaaaaa ......" teriak Brianca ketika ia merasa kakinya sudah tidak menyentuh tanah lagi.
James menggendongnya.
Bukan.
Bukan seperti pangeran menggendong putri. Tapi, seperti ...
Orang yang sedang mengangkut beras.
Oh, Tuhan ...
James benar-benar cari masalah.
Apa dia tidak sadar jika semua orang sedang menonton mereka?? Drama murahan sekali, Ck!
James memasukkan tubuh Brianca kedalam mobil, khususnya kedalam bangku kemudi lalu dia sendiri masuk juga kedalam bangku kemudi! Hell, pria ini ingin menimpanya??
Brianca dengan cepar mendorong bokong James sebelum bokong pria itu benar+benar menimpanya. Tapi, sepertinya dia terlalu mengeluarkan tenaganya sehingga tanpda sadar dia telah membuat James tersungkur di tanah.
"Ohh ... Ppffff!" Brianca berusaha menahan tawa yang sepertinya akan meledak sebentar lagi. Dengan cepat ia melompati pembatas antara bangku kemudi dengan bangku penumpang dan duduk dengan tenang dibangku penumpang.
Brianca dapat mendnegar umpatan demi umpatan yang keluar dari mulut James sebelum pria itu masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.
"Kenapa berhenti disini?" tanya Brianca ketika melihat James memberhentikan mobilnya di lobby hotel.
James tidak mejawab. Pria itu dengan cepat keluar, lalu memutari mobil dan membuka pintu mobil bagian Brianca dan kembali menggendong wanita itu dengan posisi yang sama seperti tadi.
Oh, Tuhan! Dengan posisi seperti ini, Brianca tidak bisa membayangkan bagaimana jika tiba-tiba saja James kentut. Sungguh, Brianca rasa ... dia akan pingsan dan mungkin tidak akan bangun lagi.
Brianca dapat mendengar James memesan kamar.
Untuk apa pria itu memesan kamar? Bukannya jarak rumah mereka tidak jauh lagi.
"James, kepalaku pusing!!" teriak Brianca sambil memukul-mukul pundak James.
Tapi, pria itu tetap saja bergeming dan tidak menurunkan Brianca hingga sampai didalam kamar barulah James menurunkan Brianca.
"Aduhh, rasanya kepalaku berputar-putar." rintih Brianca ketika James membaringkannya di atas kasur.
James membaringkan tubuhnya diatas Brianca namun sebelah tangannya bertumpu agar tubuhnya tidak benar-benar menimpa wanita itu.
"Sial! Aku tidak pernah merasa terlalu menginginkan tubuh wanita apalagi wanita yang sudah pernah aku tiduri! Tapi, kenapa kau berbeda ... Kenapa tubuhmu seolah selalu menghantuiku?" tanya James dengan nada yang begitu dalam.
James membenarkan tatanan rambut Brianca yang berantakan. Ia menyelipkan rambut-rambut disekitar wajah Brianca ke telinganya. Lalu, ia mengusap wajah Brianca perlahan.
Brianca merasa bulu kuduknya berdiri disentuh James selembut itu.
James mengecup kening, hidung lalu berakhir di bibir Brianca. Awalnya hanya sebuah kecupan ringan namun semakin lama James semakin menuntut dan semakin memperdalam ciumannya.
"Engh ..." desah Brianca ketika James mengigit bibirnya.
"Aaaa .... hhh"
Brianca melengkungkan tubuhnya keatas ketika tangan James dengan jahilnya bermain dipusat tubuhnya.
"James, stop!" perintah Brianca ketika James hendak membuka dress yang dikenakan oleh Brianca.
"Why?" tanya James.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romance|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
