Chapter 32.1 - MBH

35.4K 1.6K 72
                                        

"James..."

Brianca terdiam sebentar sebelum berkata, "ini untukku?" tanyanya sambil mengambil setelan pakaian kerja yang terpampang di atas kasurnya.

"Pakailah." perintah James.

Brianca mengernyitkan alisnya. Ia tidak mengerti kenapa James tiba-tiba saja menyuruhnya untuk memakai pakaian formal.

Brianca merasa tidak pantas memakainya.

"Sekretarisku tidak masuk hari ini dan aku memiliki rapat penting. Kuharap kau mau menggantikan sekretarisku itu." jelas James.

"A-apa?" tanya Brianca tergagu.

"Pakai saja! Aku tidak mau mendengar penolakan!" ucap James dengan sangat tegas lalu ia berjalan keluar kamar.

Brianca menarik nafasnya panjang. Lalu, dengan enggan dia memakai pakaian formal itu.

"Sial! Apa yang sebenarnya ada di pikirannya? Apa dia ingin membuatku malu?" ucap Brianca pada pantulan dirinya sendiri di cermin.

Brianca berjalan mondar-mandir hanya untuk memikirkan apa yang harus dilakukannya ketika di ruangan rapat nanti. Ia hanya memiliki pengalaman sebagai pelayan. Ia bahkan tidak berkuliah. Jadi, sudah dapat dipastikan jika ia tidak mengerti dengan perbisnisan.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa lama sekali?" tanya James yang tiba-tiba saja muncul.

Brianca tersentak, "tidak ada." ucapnya dengan cepat lalu tersenyum canggung.

"Apa aku cocok mengenakannya?" tanya Brianca meminta penilaian dari James.

James memperhatikan Brianca dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Brianca memutar bola matanya jengah karena James terlalu lama memberi penilaian.

"Tidak terlalu buruk." ucapnya dengan singkat. Lalu, ia berjalan begitu saja. Brianca mengikuti dari belakang.

***

Sesampainya di perusahaan James. Brianca dapat merasakan tatapan semua orang mengarah padanya. Ada yang secara terang-terangan menarapnya dengan tidak suka, ada juga yang menatapnya dengan kagum. Yang menatap kagum sudah dapat dipastikan berjenis kelamin laki-laki.

James masih saja berjalan didepannya. Brianca mempercepat langkahnya agar tubuhnya berada tepat disamping James.

"James, apa kau yakin mengajakku?" tanya Brianca.

James memberhentikan langkahnya dan menatap Brianca sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Maksudku, aku tidak mengerti apa yang harus ku lakukan, James! Oh God, aku hanya berpengalaman jadi pelayan. Aku tidak biasa bekerja ditempat begini." ucap Brianca dengan frustasi.

"James?"

"James!"

"Kau mau masuk atau aku tinggal?" tanya James ketika ia sudah sampai kedalam lift pribadinya.

"Aargh! Menyebalkan!"

***

"Tuan, mereka sudah menunggu dari sejam yang lalu di ruang rapat." ucap Don, tangan kanan James.

"Biar saja. Lagipula, mereka yang memerlukanku. Jadi, memang sudah seharusnya mereka menunggu." ucap James dengan santainya. Ia berjalan kearah ruang rapat.

MY BASTARD HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang