"WHOA! Kupikir kau akan menghajar pria itu dan menghancurkan pesta ini!" ucap Michael ketika ia sudah sampai di hadapan James dan juga Brianca.
"Apa aku sebrengsek itu?" tanya James.
Michael menggedikkan bahunya, "Entahlah, setidaknya kau pernah menghancurkan pesta kebun yang diadakan Liam hanya karena kau tidak suka jasmu yang mahal itu basah akibat tindakan ceroboh pelayannya."
"Oh, ya? Aku tidak ingat jika aku sebrengsek tu." Ucap James acuh.
Brianca yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"JAMESSS!" panggil seorang wanita dengan sangat kencang sehingga membuat James, Brianca dan juga Michael menoleh kearahnya.
Wanita itu berlarian kearah James, ia terlihat begitu girang. James yang pada awalnya masih melingkarkan tangannya di pinggang Brianca dengan begitu posesifnya tiba-tiba saja menjauhkan tangannya dari tubuh Brianca. Bahkan, saat ini, James sedang membentangkan tangannya dan memeluk wanita itu dengan begitu eratnya ketika wanita itu sampai dihadapannya. Wanita itu juga balas memeluk James dengan erat. Mereka terlihat begitu serasi dan Brianca kecewa melihat pemandangan di hadapannya saat ini.
Brianca dapat merasakan tangan Michael yang melingkar di pundaknya dan mengelusnya dengan pelan selagi berbisik, "Tenanglah, mereka hanya sahabat. Namanya Laura, dia juga sahabatku." ucap Michael.
Walau begitu, Brianca tetap saja merasa sesak melihat James yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya bermesraan dengan wanita lain. Persetan dengan status wanita itu yang "katanya" sahabat James.
"I miss you so much, Ra." ucap James, masih memeluk Laura.
"I miss you so much too, brotha!" ucap Laura.
James dan Laura mengurai pelukannya namun mereka masih mengobrol dan seolah melupakan keberadaan Brianca yang ada di dekat mereka. Dari tempatnya saat ini, Brianca dapat dengan jelas mendengar percakapan James dan juga "sahabat"-nya itu.
"Sejak kapan kau disini, Ra?" tanya James.
"Kemarin." Jawab Laura.
"Kenapa kau tidak menghubungiku? Harusnya kau menghubungiku dan aku akan menjemputmu!" protes James.
Pfft! Bahkan, pria itu tidak mau menjemputku sehari setelah hari pernikahan kami, batin Brianca.
Brianca membelalakan matanya ketika melihat Laura mendaratkan bibirnya di wajah James. Brianca juga dapat merasakan jika matanya memanas serta paru-parunya terasa begitu sesak, seolah oksigen di ruangan itu habis entah kemana.
Sudah pernah ku katakan 'kan, jika Laura memang terbiasa mencium pipi para sahabatnya baik James, Liam, Michael, Axel maupun Daniel.
"Sebuah kecupan kecil untuk meredamkan protesmu!" ucap Laura, lalu wanita itu terkekeh.
"Kau sendirian datang kesini, Ra?" tanya James yang dibalas dengan anggukan kepala Laura.
"Kalau begitu, ayo, kita jelajahi makanan yang sudah di sediakan oleh Keluarga Brooks." Ucap James lalu ia menggenggam tangan Laura dan membawa Laura pergi ke tempat makanan di sajikan.
"BAJINGAN KAU, JAMES!" umpat Michael.
Michael ingin sekali menghajar James saat itu juga. Bagaimana bisa pria itu menggandeng wanita lain di depan istrinya dan bahkan pria itu meninggalkan istrinya begitu saja.
Brianca tidak mengubris umpatan Michael. Bahkan, untuk mengeluarkan suara saja rasanya tenggorokkannya sangat sakit seperti ada batu besar yang mengganjal. Ia hanya bisa terpaku melihat James yang sedang menggandeng wanita lain dan berjalan menjauhi mereka.
***
James terus menggandeng Laura dan membawanya ke tempat dimana banyak makanan di sajikan. Ia sangat tahu, jika Laura begitu mencintai makanan tapi tetap saja tubuh wanita itu begitu langsing dan bagus. Entah wanita itu banyak melakukan olahraga atau meminum pil diet. Entahlah, James tidak peduli.
"Berburulah yang banyak, Ra."
"Tidak perlu kau suruh, aku pasti akan melakukannya!" ucap Laura, lalu ia pergi untuk mengambil makanan yang ingin ia makan. Sedangkan, James, ia berjalan ke sudut ruangan dan berdiam diri disana.
Dari tempatnya saat ini, Ia samar-samar bisa melihat Brianca yang sedang terpaku sedangkan Michael sepertinya sedang berusaha untuk menenangkan Brianca.
James berbuat demikian bukannya tidak ada alasan melainkan ia memiliki alasan yang begitu kuat. Mengingat kejadian beberapa menit lalu, James yakin jika saat ini pasti Brianca pikir James benar-benar sudah menbuka hati untuknya namun nyatanya, James belum sepenuhnya membuka hati untuk Brianca.
James tidak ingin memberi Brianca harapan yang terlalu besar, dimana ketika James sendiri belum bisa memastikan bagaimana perasaannya. Namun, ada satu hal yang sudah James sadari saat ini, yaitu perasaannya dengan Laura. Sepertinya, James selama ini hanya menganggap Laura sebagai pelampiasan.
James menyadarinya sehari setelah kejadian di club waktu itu, dimana ia bertemu dengan Laura dan juga Simon, kekasih Laura. Awalnya, James memang marah dan kesal namun semua itu tidak bertahan lama. Ia malah dengan cepat melupakan hal itu. Mengingat wajah Laura yang begitu senang dan menatap Simon dengan penuh cinta membuat James merasa senang karena prinsipnya dari dulu jika Laura ataupun sahabat-sahabatnya yang lain senang, ia juga akan senang walau ia juga yang terkadang suka membuat sahabat-sahabatnya kesal, tapi James sungguh menyayangi para sahabatnya. Dan kali ini, sungguh! James sudah menyadari jika ia menyayangi Laura hanya sebatas sahabat, tidak lebih, semoga.
James merasa jika dulu pada saat ia bilang, ia memiliki perasaan kepada Laura ternyata hanya karena wanita itu selalu ada di dekat James bagaimanapun keadaan James baik sedih maupun senang. Namun, ketika wanita itu sudah sibuk dengan dunia permodellingan-nya, James mulai jarang bertemu dengan Laura dan James tidak terlalu merasa kehilangan, berbeda saat dengan Key dulu, dimana Key menghilang dan tidak ada kabar satu hari saja, James sudah seperti orang gila karena begitu mencemasi Key.
Key? Heh, lagi-lagi, James masih tidak bisa membuang bayangan nama dan juga wajah Key. Inilah yang menjadi penghambat James, walau sudah lima tahun lamanya tetap saja nama dan wajah Key masih ada di dalam hati dan juga otak James, membuat James susah untuk membuka hatinya lagi.
James sangat merindukan Key dan mungkin tidak akan ada yang bisa menggantikan Key dalam hati James, selamanya.
"Melamun aja! Nanti kesambet lo!" ucap Laura menyadarkan James dari lamunannya. Sepertinya, ia memang sangat menikmati lamunannya tadi, sampai-sampai, ia tidak menyadari kehadiran Laura yang sudah membawa makanan yang begitu banyak ditangannya.
"Btw, kau tidak membawa istrimu kemari, James?" tanya Laura.
Oh, shit!
Sepertinya sedari tadi, Laura tidak menyadari jika ia memeluk dan juga mencium pipi James tepat di hadapan istrinya. Pasalnya, Laura memang tidak pernah melihat Brianca secara langsung, ia juga tidak menghadiri pernikahan James waktu itu karena ada urusan yang tidak bisa ia tinggali. Jadi, ia hanya pernah melihat Brianca dari foto.
"Aku membawanya," jawab James.
"Dimana?" tanya Laura.
James membalikkan badannya dan menunjuk ke arah Brianca berada.
"Liam, BRENGSEK!" umpat James.
***
To be continue.
Ada yang bisa nebak gak apa lagi yang dilakukan oleh Liam sampe buat sih abang James marah? Hahaha, comment yaa! Siapa tahu comment kalian juga bisa jadi ide baru buat aku🙏
Jangan lupa like juga yaa.
Terima kasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romance|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
