Chapter 8 - MBH

35.2K 1.4K 22
                                        

Liam tidak main-main dengan perkataannya. Ia benar-benar menugaskan anak buahnya untuk menyeret James datang kerumah sakit. Bukan hanya anak buahnya melainkan anak buah Daniel, Axel dan Michaelpun ikut turun tangan. Semuanya berjumlah 12 orang.

"Aku kasihan dengan gadis itu." ucap Michael karena merasa iba melihat Brianca yang sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit.

Liamlah orang yang menemukan Brianca terbaring di lantai menuju dapur di penthouse milik James. Awalnya ia datang hanya untuk mengambil handphonenya yang tertinggal di sofa milik James. Karena ia sangat kesal sama James, ia sampai melupakan handphonenya dan baru sadar ketika ia sudah sampai dimansion miliknya.

Ketika masuk kedalam penthouse tersebut. Sepi. Itulah yang dirasakan Liam saat itu.

Ia berpikir jika Brianca pasti sedang tertidur dikamarnya sedangkan James pasti sibuk dengan urusan kerjanya sampai mereka berdua tidak sadar dengan kedatangan Liam.

Liam mengambil handphonenya namun ketika ia menoleh kearah dapur. Ia kaget ketika melihat tubuh Brianca yang terbaring disana.

Liam segera berlarian mendatangi Brianca. Ia melihat wajah Brianca sangat pucat dan tubuhnya demam. Liam berusaha membangunkan Brianca dengan mengguncang-guncangkan tubuhnya namun Brianca tetap bergeming.

Liam meneriaki James namun tidak ada sahutan. Ia menggendong tubuh Brianca ala bridal style lalu dengan cepat membawa wanita itu kerumah sakit.

Diperjalanan ia menghubungi Axel untuk mengabarkan tentang keadaan Brianca dan menyuruh Axel untuk menyusulnya. Dari Axel, Liam mengetahui jika James sedang berada di club milik Axel.

Dan Axellah yang menghubungi yang lainnya sehingga kini dikamar rawat Brianca ada Liam, Axel, Michael dan juga Daniel.

Brianca masih belum sadarkan diri. Dokter bilang anemianya kambuh, mungkin dikarenakan Brianca sedang banyak pikiran.

Liam sangat tahu dengan jelas apa yang ada didalam pikiran wanita itu walaupun wanita itu selalu bertindak seolah tidak ada apapun yang terjadi dihidupnya.

Walau baru mengenal Brianca sangat singkat namun Liam tahu jika Brianca sangat pintar menyembunyikan kesedihannya.

"Dia wanita yang baik. James, akan menyesal karena menyia-nyiakannya." ucap Liam kesal.

"Kau seperti, menyukainya?" tanya Daniel kepada Liam karena melihat kekhawatiran yang sangat jelas di wajah Liam.

"Kau gila! Mana mungkin aku mengkhianati sahabatku sendiri!  Walaupun James tidak mau mengakui Brianca sebagai istrinya. Ia tetaplah istri sah-nya James."

"Jadi, kenapa kau terlihat sangat khawatir dengannya?" tanya Michael.

Mereka bertiga sebenarnya juga merasa kasian dan khawatir dengan keadaan Brianca. Namun, Liam terlihat berkali-kali lipat lebih khawatir dibandingkan dengan mereka bertiga.

"Entahlah. Aku hanya merasa iba dengannya. Ia hidup sebatang kara dan juga usianya sama dengan usia mendiang adikku." ucap Liam dengan serius, ada kesedihan yang terpancar di matanya.

Axel menepuk punggung Liam seolah memberikan kekuatan pada Liam. Mereka sangat tahu jika Liam sangatlah sayang dengan adiknya namun adiknya itu harus meninggalkan Liam untuk selamanya karena kalah ketika melawan penyakit leukimia yang dideritanya.

***

"Lepaskan aku, brengsek!" teriak James.

"Tidak akan, tuan. Kami diperintahkan oleh boss kami untuk membawamu kehadapan mereka." ucap salah satu pria yang diketahui James adalah anak buah dari Axel.

MY BASTARD HUSBANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang