Brianca sedang asik membersihkan penthouse James sambil sesekali bersenandung. Ia bahkan tidak menyadari kehadiran James.
Ya. James pulang cepat hari ini karena ada suatu alasan yang membuatnya harus pulang, padahal sebenarnya ia sangat malas bertemu dengan Brianca.
Brianca masih asik bersenandung tidak jelas. Dan ketika dia membalikkan badannya, ia tersentak sampai sapu yang dipegangnya terlepas.
"Kau mengagetkanku, James." ucap Brianca sambil mengelus dadanya.
James menaikkan sebelah alisnya menatap Brianca dengan dingin.
"Hari ini mom dan dad datang, kita akan pindah ke mansion yang diberikan oleh mereka." ucap James dengan dingin.
Brianca sampai berpikir apakah James memang tidak ada urat senyum karena Brianca hampir tidak pernah melihat James tersenyum. Pria itu selalu menatap Brianca dengan tatapan dinginnya.
"Hari ini?" tanya Brianca namun tidak dihiraukan oleh pria itu.
James malah keluar dari penthousenya tanpa mengucapkan apapun kepada Brianca.
Brianca mengedikkan bahunya dan melanjutkan aktifitas bersih-bersihnya. Tidak lama kemudian, James datang lagi bersama sepasang suami istri yang terlihat begitu mesra.
Brianca sampai iri melihat mereka berdua.
"Mom, Dad!" sapa Brianca dengan girang. Ia sudah menganggap orangtua James seperti orangtuanya sendiri. Mereka begitu baik dan juga menyanyangi Brianca.
"Aku merindukanmu, sayang!" ucap Rose Rodriguez sembari memeluk Brianca.
"Aku juga merindukanmu, Mom."
"Apa kau tidak merindukan Daddy mu ini?" ucap Jones Rodriguez ketika Brianca sudah melepaskan pelukannya dengan Rose.
"Aku juga merindukanmu, Dad!" ucap Brianca lalu memeluk Jones dengan manjanya.
Ia jadi kangen dengan orangtua kandungnya. Tapi, ia sangat beruntung mengenal Jones dan juga Rose yang begitu menyanyanginya padahal mereka belum cukup lama saling mengenal.
"Ck! Kau bahkan tidak memelukku seperti itu, dad! Sebenarnya siapa yang anak kandungmu?" protes James ketika melihat kedua orangtuanya yang terlihat begitu menyayangi Brianca. Itu membuatnya sangat muak.
"Kau ini aku peluk juga? Sini-sini, kemarilah!" ucap Jones sambil membentangkan tangannya.
"Ais, sudahlah, Dad!" ucap James sehingga membuat yang ada disana tertawa.
Brianca sendiripun tidak menyangka jika James bisa terlihat begitu lucu ketika ngambek. Ia seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan yang ia inginkan.
"James, apa kau tidak mempekerjakan seorang pelayan untuk mengurus penthouse ini?" ucap Rose ketika melihat Brianca yang sepertinya sebelum mereka datang ia sedang sibuk membersihkan penthouse tersebut. Terlihat dari peralatan yang masih ada diruangan itu.
"Tidak. Lagipula, kamikan hanya sementara tinggal disini. Dan juga, sepertinya wanita itu tidak keberatan untuk membersihkan penthouse ini." ucap James acuh sambil melirik sekilas kepada Brianca.
Brianca menelan salivanya dengan susah dan mengiyakan ucapan James dengan anggukan kepalanya.
Sedangkan Rose hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat James. Ia tahu jika James belum sepenuhnya membuka hati pada Brianca namun entah kenapa ia sangat yakin Brianca suatu saat pasti bisa berhasil menaklukan hati James.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BASTARD HUSBAND
Romansa|FINNISHED| • TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! #HR :21 in romance (15.05.2018) & 25 in romance (13.05.2018) --- Kisa...
