Chapter 17.1 - MBH

36.4K 1.3K 31
                                        

"Semuanya akan baik-baik saja, Brie! Kau pasti kuat! Kau pasti kuat!"

Kalimat itu sudah berulang-ulang kali Brianca ucapkan namun air matanya tidak mau berhenti.

Brianca telah selesai membersihkan pecahan mangkok tadi dan juga sudah membersihkan serpihan kaca yang ada dikakinya.

Saat ini, Brianca berendam didalam bathup dengan air hangat. 

Kata orang, berendam dengan air hangat bisa membuat pikiranmu rileks. Namun, Brianca tidak merasakan efek apapun.

Nasipnya selalu saja buruk. Ia tidak tahu apakah dikehidupan sebelumnya ia adalah pendosa berat sehingga saat ini ia menerima hukumannya?

Ia selalu berusaha terlihat tegar didepan banyak orang. Brianca adalah wanita kuat. Itu kalimat yang selalu dia tanamkan didirinya.

Membagi kesedihan adalah kesalahan terbodoh yang akan Brianca lakukan. Selama ini, ia selalu berhasil membuat semua orang tertipu dengan senyum yang ia berikan.

Namun, dibalik semua itu. Brianca hanyalah Brianca, dia seorang wanita yang terkadang juga bisa merasa sedih, kecewa, marah, dan kesal. Ia juga memiliki kadar kesabaran, walaupun mungkin kadar kesabaran yang dimilikinya lebih besar dibandingkan dengan yang orang lain miliki namun yang namanya kadar juga pasti akan mencapai batas maksimal dan terkadang kesabaran yang dimilikinya juga bisa habis.

Bukannya tugas seorang suami adalah melindung, menyayangi, mengasihi, mencintai istrinya disamping tugasnya menjadi seorang kepala rumah tangga?

Namun, kenapa dirinya tidak bisa merasakan itu? Ya. James memang menjalankan tugasnya sebagai kepala rumah tangga dengan membiayai keperluan hidup Brianca. Bahkan, ia memberi lebih. Tapi, pria itu tidak menjalankan tugasnya yang lain. Bahkan, ia kerap kali membuat Brianca terluka, baik secara fisik maupun secara verbal.

Apa masih pantas buat Brianca mempertahankan James? Apa Brianca masih harus terus-terusan bertahan bahkan ketika James sama sekali tidak mau membuka dirinya untuk Brianca?

Bahkan, kakinya yang terluka saja tidak bisa mengalahkan rasa sakit hatinya saat ini.

***

Brianca keluar untuk sarapan bersama dengan Jones dan juga Rose. Ia sudah memulas makeup tipis diwajahnya. Semoga saja matanya yang sembab tidak terlalu nampak.

Brianca mengambil posisi duduk dihadapan Rose setelah ia mengucapkan salam pada mereka.

"Kemana James?" tanya Rose.

"Dia sudah pergi keperusahaannya, Mom."

"Ah anak itu, selalu saja tidak bisa meninggalkan kerjaannya bahkan ketika ia sudah memiliki seorang istri." oceh Rose.

Brianca tersenyum pahit mendengarkan ucapan Rose. Ia lalu mengambil makanannya dan menikmati makanan tersebut dengan terpaksa.

Saat ini, Brianca sedang berada dikamarnya. Ia berdiri di balkon sambil menikmati udara pagi yang menerpa wajahnya.

Setidaknya udara pagi bisa membuat Brianca merasa tenang, walaupun hanya sedikit.

"Brie, sayangku?" panggil Rose yang entah kapan sudah masuk kedalam kamar Brianca.

Brianca dengan cepat membalikkan tubuhnya untuk menatap Rose.

MY BASTARD HUSBANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang