Chapter 33 - MBH

35.5K 1.5K 107
                                        

"Untukku?" tanya Brianca ketika James menaruh dua buah kartu yang merupakan kartu kredit dan debet di tangan Brianca.

"Ya. Itu semua aku buatkan atas namamu. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menolak memakainya." jelas James.

Sebenarnya waktu itu James sudah memberi Brianca kartu debit dan kredit. Namun, semuanya masih atas nama James dan Brianca tidak pernah menggunakan uangnya sama sekali. Jadi, James berinisiatif untuk membuatkan kedua kartu itu atas nama Brianca sendiri.

James bahkan hampir lupa jika Brianca seorang wanita karena ia sangat berbeda dari wanita-wanita yang sempat dikencaninnya.

Kebanyakan wanita akan sangat senang jika di ajak berkeliling mall dan belanja barang-barang mewah. Namun, Brianca berbeda. Beberapa hari yang lalu, James mengajak Brianca ke mall untuk berbelanja.

Namun, baru berjalan sekitar satu jam. Brianca sudah mengomel karena kakinya merasa pegal.

Dan akhirnya mereka pulang tanpa membuahkan hasil apapun.

"Aku tidak bisa menerimanya, James. Lagipula, aku berencana untuk mencari kerja agar aku tidak merepotkanmu."

Ya. Brianca memang berencana untuk bekerja karena uang ditabungannya sudah sangat menipis dan dia tidak mau menggunakan uang James. Ia belum terbiasa menggunakan uang orang tanpa bekerja keras terlebih dahulu.

"APA KAU SUDAH GILA, HAH?" bentak James.

Brianca tersentak. Ia tidak menyangka perkataannya sukses membuat darah James naik secara tiba-tiba.

"Jam..es," ucap Brianca tertatih.

"Sorry," James sudah menurunkan nada bicaranya.

"Aku tidak bermaksud membentakmu. Tapi, apa kau bilang? Mencari pekerjaan? Hell! Memangnya kau pikir aku tidak mampu untuk membiayai hidupmu?" ucap James sambil mengacak-ngacak rambutnya seperti orang yang sedang frustasi.

"Tidak, James. Aku tau kau mampu bahkan sangat mampu untuk membiayai hidupku. Hanya saja, rasanya aku tidak terbiasa menggunakan uang orang disaat aku tidak melalukan apapun untuk orang itu." jelas Brianca.

"Kau istriku! Uangku adalah uangmu! Mengerti?" ucap James dengan penuh penekanan.

"Tap..."

"Tidak ada tapi-tapian, Brianca! Jawab saja, mengerti atau tidak?"

"M-mengerti, James." jawab Brianca dengan susah payah.

Rasanya, akan sangat percuma untuk menentang ucapan James. Karena sudah berkali-kali ia kalah ketika mencoba untuk melawan James. Pria itu memiliki aura yang sangat besar dalam mempengaruhi orang.

***

"Brianca,"

"Ya, apa apa, James?" jawab Brianca ketika ia baru saja keluar dari kamar mandi sehabis menyelesaikan aktivitas bersih-bersihnya.

"Bagaimana jika kau bekerja di perusahaanku?" tanya James.

"Aku? Bekerja diperusahaanmu? Kau sedang bercanda, James?"

"Aku serius, Brianca." ucap James.

Brianca menatap James dalam. Ia memang tidak menemukan sebuah kebercandaan di tatapan James. Pria itu malah terkesan sedang sangat serius.

Tapi, apa katanya tadi?

Bekerja di perusahaannya?

MY BASTARD HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang