Hellow..., lapak EMay buka lagi.😁
Gak terasa dah part. 20, ya.😆
Yang ikutin kisah EMay tapi belom vote part sebelumnya, balik lagi sono vote mulai part 1, demi kelancaran dan semangat eyke melanjutkan cerita ini.😅😅😅
Tumben eyke rajin updet?
Prinsip simbiosis mutualisme.
Pembaca EMay mulai rajin komen and vote, Eyke juga lagi mood dan kurang kerjaan, ya udah lanjut nulis, deh.
Hayoo..., ada yang tau gak maksud dari lagu 'heyahe'???? ☺️☺️☺️
Keep vote and comment, guys.🤗
Enjoy your reading ^_^
_______________ ***** _______________
May mengucek mata berkali-kali agar penglihatannya normal. Tangannya direnggangkan ke atas lalu ke samping. Dia menoleh, hanya bantal yang tidak karuan. Edward sudah tidak ada di sampingnya.
"Good afternoon, sayang." May berbalik ke suara itu, Edward sedang mengancing kemejanya. "Semalam kamu hebat, sayang. Aku tidak menyangka kamu masih sanggup tadi pagi." Senyum puas terukir di bibir Edward membuat May merona malu.
Tadi pagi? May memeriksa jam di layar ponselnya, jam 13:05. Demi apa belasan jam terbuang percuma bergulat di tempat tidur. May beringsut ke sandaran ranjang, perasaan kaku dan perih terasa di pangkal pahanya.
Semalam, atau tadi subuh, entahlah, May sudah tidak sempat melihat jam, dia dan Edward tertidur setelah menyelesaikan laga kedua. Seperti biasa, pria itu memeluknya erat setelah menyelesaikan misinya. May terbangun saat merasakan remasan dan gigitan halus di dadanya. Laga ketiga pun tak terelakkan hingga mereka berakhir melanjutkan tidur sampai siang.
Edward mendekati May, duduk di pinggiran tempat tidur. Dia membelai rambut acakan gadis itu lalu menyelipkan di telinga rambut yang tergerai liar. Edward mengangkat dagu May hingga kepalanya memanguk. Jarinya mengusap bibir May yang bengkak akibat gigitannya semalam.
"Aku masih ingin melakukannya." Edward mengulum bibir May yang terluka. Ciumannya makin masuk ke dalam hingga tangannya menahan leher belakang May agar bisa mengecap lidah gadis itu.
Tok... tok... tok....
Edward melepas May. Dia melirik jam digital di atas nakas, 13:11. Matanya kembali tertuju ke arah May yang bernapas lega. Edward menyeringai.
"Siang ini kamu selamat, sayang. Aku ada rapat jam 2," katanya seraya berdiri membuka pintu kamar.
Selang beberapa menit, Edward kembali masuk diikuti Rans yang membawa beberapa kantongan. Pria itu menatap May tanpa berkedip dengan muka datar setelah meletakkan bawaannya di atas meja. May tahu penampilannya sekarang kacau, wajahnya semrawut karena baru bangun tidur tanpa cuci muka. Dia menarik selimut agar menutupi seluruh bagian tubuhnya yang telanjang.
Perlahan Rans tersenyum, "saya membawakan Anda makan siang yang bisa mengembalikan energi Anda."
May melotot, pria itu mengejeknya. Rans tidak peduli dan tetap melempar senyumnya. Dia mengeluarkan kotak makan siang untuk May di atas meja lalu mengisi kulkas dengan berbagai minuman dan buah. Beberapa cemilan juga dikeluarkannya dari kantong terakhir.
Setelah Edward merapikan kemejanya, dia mengambil jasnya di sofa lalu mendekati May.
"Istirahatlah, sayang." Edward mengecup bibir May. "Kita akan begadang lagi nanti malam, jadi persiapkan dirimu," ujarnya sambil mengerling menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Love & Obsession
Ficción GeneralEROTIC MATURE (21+) Niatnya hanya bersenang-senang tapi malah menyiksa diri. Dia, perempuan yang kupilih secara acak, hanya untuk semalam, menjadi mimpi buruk bagiku jika tidak memilikinya. Dia harus memilih, tersiksa di sisiku atau mati di sisi ora...
