Heyy..., long time no see.😅
Keep VoMen demi kelancaran updet, ya. Walopun skrg jdwl updet.y gak jelas, tp tiap buka wp baca2 komen kalian berasa peng updet. Sayang.y gak ada stok draf, akhirnya dicicil deh nulis dikit2. 😂
Btw, sebelum kalian baca part ini, eyke mo tau kira2 tebakan kalian baca part sblm.y, part 46 ini bakal ttg apa hayoo?😁
Enjoy your reading, guys.🙂
______________________________________________
When two predators hunt you. Let 'em fight then find a way to escape. There is no good life a prey living at the same cage with a predator.
*** May Anjayani Putri ***
______________________________________________
Matahari belum muncul di ufuk timur saat May sedang susah payah mengangkat kopernya melewati tangga. Mulutnya tidak berhenti menggerundel kesal sambil sesekali meringis nyeri. Efek sakit yang disebabkan Edward tidak bisa hilang hanya dalam beberapa jam.
Besok yang dikatakan Edward tidak ada dalam agendanya. Pria itu harus hilang dalam hidupnya. Dia tidak punya hak lagi, perjanjian telah berakhir dan May tidak akan pernah memperbaharuinya berapa pun bayaran yang diajukan Edward. Cukup sudah hubungan mereka. Memutuskan segala ikatan dengannya menjadi prioritas mulai sekarang.
May tidak bisa tidur sejak Edward mengakhiri sepak terjang di tubuhnya. Berbanding terbalik dengan pria itu yang mendengkur halus di sampingnya. Kepuasan dan alkohol membuat tidurnya lebih nyenyak. Jika saja May tidak ingat ibu dan adiknya, dia akan menutup hidung dan mulut Edward agar besok tidak pernah terbangun saking murkanya pada pria itu.
Pintu langsung terbuka saat dia memegang kenop pintu karena kecapaian naik tangga. May terdiam. Selama setahun tinggal di sana, baru sekali dia lupa mengunci kost karena buru-buru ketemu pembimbingnya. May cukup cermat masalah keamanan, dia selalu memastikan semua pintu terkunci sebelum berangkat. Tapi, kali ini mungkin jadi kali kedua dia lupa mengunci kamarnya.
May menggeleng, menghilangkan kecurigaan tindakan kriminal yang mungkin terjadi jika masuk ke dalam. Dia terlalu lelah untuk khawatir, perbuatan bejat Edward telah menyisihkan rasa takutnya. Dia hanya ingin berbaring di kasur, melepas penat, dan menyembuhkan sakit fisik dan mentalnya karena Edward. Namun, matanya melebar menangkap sosok yang tidak asing berbaring santai di tempat tidurnya.
Bagaimana dia bisa masuk?
Ah, itu tidak perlu dipertanyakan. Nathan pernah masuk sekali di kostnya, dia bukan orang bodoh yang tidak akan membuat kunci lain.
"Aku menunggumu semalaman." Nathan membuka suara karena May tidak bergerak sedikit pun setelah melihatnya. Matanya beralih di koper, "kupikir kamu akan kabur tapi ternyata baru datang dari tempat orang itu. Orang yang sudah kuperingatkan sejak awal agar kamu jauhi tapi malah mendekat." Suaranya dingin menutup map yang sudah dibacanya berulang kali.
May mengenal map itu, sangat mengenalnya. Semua syarat dan ketentuan perjanjian kerjanya bersama Edward tertuang di sana. Dia tidak bisa mengelak, dia juga tidak bisa berpikir jernih menghadapi raut wajah Nathan yang menegang. Jantungnya seakan ditikam hanya dengan sorot tajam dari mata Nathan yang tidak lepas darinya.
Apa lagi ini?
Map itu harusnya tidak diletakkan sembarangan walau sudah melewati deadline. May merutuki dirinya yang ceroboh, dia juga tidak mau menyalahkan diri sendiri karena pria itu yang sembarangan masuk kamar kostnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Love & Obsession
Genel KurguEROTIC MATURE (21+) Niatnya hanya bersenang-senang tapi malah menyiksa diri. Dia, perempuan yang kupilih secara acak, hanya untuk semalam, menjadi mimpi buruk bagiku jika tidak memilikinya. Dia harus memilih, tersiksa di sisiku atau mati di sisi ora...
