Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya. "Gue belum siap, kalo mereka semua harus tau. Gue belum siap kehilangan mereka semua."
"Tapi sepandai-pandainya lo nutupin bangkai pasti ntar bakal kecium juga."
"Gue tau. Gue bakal tunggu waktu yang tepat buat ngomongin ini semua ke mereka."
Memang, nasib Selly benar-benar kasihan. Sesudah manis, sepah di buang itulah peribahasa yang dapat menggambarkan keadaan Selly sekarang. Bapak dari bayi yang di kandung Selly, sama sekali tidak mau bertanggung jawab. Bahkan ia tidak mau mengakui jika bayi yang sedang di kandung Selly adalah anaknya.
🌸🌸🌸
Sepulang dari les bimbel, Kinan mengajak mereka bertiga untuk mampir ke cafe BrewBee. Sekarang hubungan Kinan dan Arka sudah semakin dekat. Bahkan mereka berdua pernah jalan bersama.
"Guys ke cafe yuk..."
"Yuk..."
"Nggak ah gue males," kata Keana.
"Gue ngikut aja," kata Gaven.
"Ayolah Key ikut... Jangan-jangan lo takut ya kalo ketemu sama A..." Seketika itu mulut Kinan langsung di bekap oleh tangan gadis itu.
"Apaan sih Nan, enggak! Ya udah kalo gitu gue ikut!"
Gaven yang melihat mereka berselisihpun merasa bingung karena ia tidak tahu apa-apa.
Saat membuka pintu cafe, gadis itu tak sengaja melihat Selly yang juga berada di sana. Ia melihat Selly sedang tertawa bersama Aksa.
"Gue nggak jadi ikut. Perut gue sakit banget," kata Keana. Padahal gadis itu sama sekali tidak sedang sakit perut. Ia hanya tidak bisa untuk melihat itu semua.
"Tapi Key..." Kata Mona.
Keana sama sekali tidak mempedulikan omongan sahabatnya. Gadis itu langsung menyelonong pergi. Gaven yang melihat Keana pergi, segera menyusul gadis itu.
"Kayaknya Kekey nggak jadi masuk gegara liat Selly sama Aksa deh," kata Mona.
"Iya deh kayaknya..."
Mendengar suara gemuruh di luar Aksa dan Selly langsung keluar untuk memastikan apa yang terjadi.
"Mon, Nan? Lo berdua juga disini?"
"Mona Kinan? Ada apa ini kok ribut-ribut?"
"Lo tuh gimana sih Sa jadi cowok kok nggak peka banget."
"Maksud lo?" Tanya Aksa dengan heran.
"Keana itu suka sama lo! kenapa sih lo nggak pernah peka sedikitpun sama perasaan dia. Dia itu cemburu pas liat lo deket sama Selly," kata Mona. Tiba-tiba ia tidak bisa mengerem mulutnya itu. Ia sampai keceplosan bilang jika Keana suka dengan Aksa. Rasanya Mona sudah sangat geram, melihat sahabatnya yang selalu tersakiti.
"Aduh Mona... Mulut lo kok nggak ada remnya banget sih," kata Kinan.
"Nggak papa Nan, habisnya gue gemes banget. Biar sekalian dia sadar!"
"Terus sekarang Keana mana?"
"Dia udah pergi..."
Mendengar perkataan itu, Aksa langsung pergi meninggalkan mereka. Ia mau menyusul Keana dan bilang jika ia tidak ada hubungan apa-apa dengan Selly.
"Aksa lo mau kemana?" Tanya Selly.
"Eh lo diem aja di sini," kata Mona.
"Lo apa-apaan sih Mon. Lo nggak berhak ya ngelarang-larang gue!"
"Harusnya lo itu sadar Sel, kalo Keana itu udah lama suka sama Aksa. Lo jahat banget sih rebut Aksa dari Keana. Emang pacar lo kemana?"
"Eh Mon, asal lo tau ya Aksa sama Keana itu belum jadian. Jadi siapapun boleh deketin Aksa!"
"Gue bener-bener nggak tau lagi sama pikiran lo Sel. Padahal kita semua dulu udah komit buat nggak suka sama cowok yang sama. Tapi sekarang kenapa lo ngingkarin janji lo sendiri."
"Lo jangan samain pikiran gue yang dulu sama yang sekarang. Lo juga nggak berhak buat ngelarang gue deket sama siapapun, termasuk Aksa," kata Selly. Selly langsung meninggalkan mereka berdua di sana. Ternyata banyak pengunjung cafe yang melihat mereka berdua berselisih paham.
"Ngapain kalian semua liat-liat, mending kalian semua bubar," omel Mona.
Kinan yang sedari tadi ada di sana, ia hanya diam saja. Gadis itu benar-benar bingung harus membela siapa karena mereka berdua merupakan sahabatnya.
"Lo gimana sih Nan, bukannya bantuin gue daritadi malah diem aja."
"Habisnya gue nggak tau harus belain siapa."
"Terserah lo," kata Mona yang langsung meninggalkan Kinan di sana.
"Ehh Mon lo mau kemana? Jangan tinggalin gue di sendirian dong..."
🌸🌸🌸
Keana terus berjalan dengan cepat hingga tak tahu arah. Tanpa sadar air matanya jatuh di pipi gadis itu.
"Key tunggu...." Kata Gaven yang dari tadi mengejar Keana.
Keana terus berjalan tanpa mempedulikan panggilan dari Gaven. Dada gadis itu begitu sesak melihat kejadian tadi. Akhirnya Gaven berhasil menggenggam tangan Keana, kemudian ia membalikkan tubuh gadis itu. Ia melihat wajah Keana yang basah oleh air mata.
"Key... Lo kenapa nangis?" Tanya Gaven dengan heran.
Gadis itu sama sekali tidak menjawab. Ia hanya diam mematung disana. Akhirnya Gaven mengajak Keana untuk duduk di bangku taman. Kemudian ia membelikan air minum untuk gadis itu agar kondisinya agak tenang.
"Sekarang lo cerita sama gue, lo kenapa Key? Siapa yang udah berani nyakitin lo?"
Bukannya menjawab, gadis itu malah kembali menangis membuat Gaven tambah bingung.
"Gue... Gue tadi liat Aksa sama sahabat gue sendiri... Selly..."
Gaven yang mendengar pernyataan itu langsung tidak percaya. "Jadi, selama ini Keana suka sama Aksa?" Batinnya.
"Lo suka sama Aksa?"
Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Aksa itu first love gue."
"Apa? Jadi, lo baru pertama kali jatuh cinta?"
Gadis itu kembali menganggukkan kepalanya. Kemudian ia langsung menumpahkan seluruh isi hatinya kepada pada cowok itu.
"Gue tau kok Key, gimana perasaan lo. Lo tau sendiri kan kalo gue juga pernah di tikung sama sahabat gue."
Tanpa sadar, Gaven melingkarkan tangannya di pundak gadis itu. Ia merangkul gadis itu. Gaven juga merasakan hal yang sama dengan yang di rasakan Keana.
Langkah Aksa berhenti ketika melihat Keana dan Gaven sedang berpelukan. Tak sengaja kepala Keana menengok ke arah belakang, gadis itu seperti melihat Aksa.
Ia langsung melepaskan rangkulan tangan Gaven dari pundaknya. Dan benar saja, cowok itu memang benar-benar Aksa. Aksa langsung pergi dan berlari meninggalkan mereka berdua.
"Aksa..."
"Kenapa Key?" Tanya Gaven yang juga langsung menengok ke belakang.
"Gue tadi kayak liat Aksa. Tapi kayaknya nggak mungkin deh, mungkin gue cuma salah liat."
"Lo salah liat kali. Ya udah kalo gitu lo gue anter pulang yah."
Gadis itu langsung mengangguk. "Thanks ya Gav, lo udah mau jadi temen curhat gue. Ternyata lo asik juga ya buat di jadiin partner curhat."
"Masa sih? Padahal gue sendiri lebih suka curhat daripada dengerin orang curhat. Tapi kalo sama lo kok beda ya, gue malah seneng dengerin lo curhat," kata Gaven. "Ya walaupun gue juga sakit si, pas lo sebut nama Aksa terus," batinnya.
Akhirnya mereka berdua pulang karena hari sudah mulai larut malam.
🖤🖤🖤 TO BE CONTINUE 🖤🖤🖤
KAMU SEDANG MEMBACA
My Introvert Boy [COMPLETED]
Teen FictionKeana tidak menyangka jika ia harus jatuh cinta pada seorang cowok introvert yang sangat kaku dan dingin. Ia benar-benar tak habis fikir jika first lovenya adalah cowok absurd seperti Aksa. Gadis itu merasa jika selama ini ia hanya mencintai sendiri...
![My Introvert Boy [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/212257982-64-k747260.jpg)