35. Uneasy

169 8 8
                                        

"Eh Key... Sini duduk," ucap Herman seraya menutup laptopnya.

Gadis itu tampak ragu, kemudian menuruti kemauan papinya untuk duduk.

"Ada apa pi? Kayaknya penting banget..."

"Udah lama ya kita jarang ngobrol kayak gini. Mungkin papi terlalu sibuk kerja sampai-sampai kita jarang ngobrol bareng."

"Habisnya papi nggak pernah luangin waktu buat family time. Papi kan belum jawab pertanyaan Key."

"Jadi gini Key, kamu sebentar lagi kan udah mau lulus. Terus rencananya kamu mau lanjut kuliah kemana?"

"Nggak tau Pi, Key juga bingung."

"Gimana kalo kamu kuliah di Aussie aja. Terus kamu ambil jurusan business manajemen."

Gadis itu langsung memincingkan matanya.

"Tapi Pi, Key pengennya ngambil desain grafis."

"Key, papi pilihin kamu jurusan itu supaya kamu bisa ngurusin bisnis properti kita. Kamu nggak perlu capek-capek cari kerja. Kamu tinggal masuk diperusahaan papi," ucap Herman.

"Pi, Key pingin bisa mandiri. Key pengen bisa usaha buat cari kerja sendiri. Bukan atas campur tangan papi."

"Key, kamu pikir sekarang cari kerja itu gampang? Enggak! Diluar sana banyak orang-orang yang kesusahan buat cari kerjaan. Kamu dikasih yang enak malah cari yang susah."

Sebenarnya ucapan Herman ada benarnya juga. Padahal gadis itu sudah diberi kemudahan untuk mendapat pekerjaan. Tetapi Keana ingin membuktikan kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan orang tuanya. Ia ingin membanggakan kedua orang tuanya dengan caranya sendiri. Ia tidak mau jika harus selalu diatur oleh orang tuanya.

"Ya udah, ntar Key pikir-pikir lagi pi," ucap Keana sambil meninggalkan Herman begitu saja. Gadis itu segera menaiki tangga menuju kamarnya.

"Ada apa lagi sih pi, kok Key kayak ngambek gitu?" Tanya Reni yang baru saja selesai membuat roti.

"Itu anak kamu, kalau dibilangin pasti nggak mau nurut. Suruh ambil jurusan kuliah aja susah banget."

"Mungkin Key masih bingung pi. Papi jangan terlalu maksain Key dong."

"Mami ini gimana sih, bukannya bantuin papi malah belain Key."

"Ya udah Pi, ntar mami bantuin bujuk Key."

🌸🌸🌸

WhatsApp Message : Proyek biologi

Cindy :
Tugas biologinya jadinya gimana?

Niko :
Kan gue kemarin-kemarin udah usul

Cindy :
Ya udah, gue nurut aja

Gilang :
Gue juga

Tiara :
3in

Niko :
Oyyy pada kemana nih yang mau survey @aksa @keana

Ada apa?

Niko :
Pake nanya lagi. Kan lo sama Aksa bagian survey

Serius? Jadinya gue berdua doang sama Aksa?

Niko :
Iya lah. Biar nggak kebanyakan rakyat. Ntar kita dikira mau tawuran

Gue nurut aja. Nggak tau kalo dia

Niko :
@aksa keluar woyyy jangan tidur mulu. Mentang-mentang lagi liburan ...

Setelah itu tidak ada lagi balasan diantara mereka. Bahkan Aksapun sedari tadi tidak muncul di grup.

My Introvert Boy [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang