"Gengsi, satu kata yang bisa menggambarkan tentang perasaanku padamu" ~Aksa Ravindra.
Gadis itu segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Ia hanya menggunakan make-up natural dengan rambut yang dicepol supaya tak menghabisakan waktu yang lama untuk dandan.
Aksa sudah selesai ganti baju, ia sedang menunggu Keana yang sedang bersiap-siap. Ia tampak gagah mengenakan jas itu. Jas itu sangat cocok menempel di tubuhnya yang jangkung. Tak lama Keana menuruni tangga dengan dress warna hitam selutut dan berlengan cepak. Gadis itu terlihat sangat cantik dengan dress-nya. Ditambah dengan sentuhan makeup yang natural membuat Aksa untuk tidak berkedip melihatnya.
"Bi, mami kemana?" Tanya Keana pada Bi Siti.
"Tadi nyonya keluar sama temen-temennya. Katanya kalo non Key udah pulang, non Key disuruh makan dulu."
"Tapi saya mau ke pesta Bi. Bi Siti bilangin ke mami ya kalo Key mau ke pesta ulang tahun Mona."
"Oh baik non."
"Yuk Sa berangkat, kita udah telat."
"Key, mending lo naik mobil aja deh, biar gue naik motor. Takutnya dandanan lo itu ntar rusak."
"Mobil gue dipake nyokap. Nggak papa ntar bisa di benerin disana."
"Ya udah kalo gitu."
Akhirnya gadis itu membonceng Aksa dengan posisi miring karena ia sedang memakai rok. Aksa melajukan motornya dengan ngebut hingga membuat Keana untuk memeluk pinggang cowok itu.
"Sa, jangan ngebut-ngebut gue ngeri tau."
"Lo pegangan aja, lo nggak bakal kenapa-napa kok."
🌸🌸🌸
"Mana sih Kekey, kok nggak sampai-sampai. Padahal ini udah jam setengah delapan," gerutu Mona.
"Mon, kapan nih mulainya. Gue udah laper nih," ujar Ditto teman sekelasnya.
"Bentar, gue lagi nungguin Keana."
"Lo udah WA dia?" Tanya Selly.
"Udah, tapi nggak di bales."
"Mungkin kena macet kali," ujar Kinan.
Akhirnya mereka sampai juga di restoran itu. Keana segera melepas helm yang sedari tadi melekat di kepalanya. Ternyata benar, rambutnya terlihat agak sedikit berantakan.
"Eh bentar, gue benerin rambut dulu," ujar Keana sambil mengaca di spion motor Aksa.
Mereka kemudian berjalan berdampingan memasuki restoran itu. Mereka benar-benar terlihat sangat serasi. Ternyata pestanya berada di outdoor restoran itu. Mereka menjadi sorotan orang-orang yang makan di sana karena penampilannya seperti mau ke kondangan.
"Cieee... Tom and Jerry datengnya barengan," celoteh Ditto.
"Hussttt, ngomong apa lo barusan?!"
"Keyyy..." Panggil ketiga sahabatnya itu yang menuju ke arahnya.
"Ya ampun Key, lo kemana aja sih daritadi. Datengnya lama banget, terus kok lo bisa bareng sama Aksa."
"Emh, itu.... Tadi gue.... "
Keana tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Iya bingung mau menjawab apa. Bisa-bisa ia dikira oleh para sahabatnya jika ia sudah jadian dengan cowok itu.
"Tadi kita ketemu diparkiran waktu mau masuk ke sini," ujar Aksa santai.
Keana langsung melemparkan tatapannya pada Aksa dan di balas dengan senyum tipis oleh cowok itu. Ia tidak menyangka bahwa cowok itu tahu apa yang ada di pikiran Keana sekarang. "Hufftt.... Selamat.... Akhirnya Aksa peka juga. Kalo nggak gue bisa ditanya habis-habisan sama mereka bertiga," rutuk Keana dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Introvert Boy [COMPLETED]
TeenfikceKeana tidak menyangka jika ia harus jatuh cinta pada seorang cowok introvert yang sangat kaku dan dingin. Ia benar-benar tak habis fikir jika first lovenya adalah cowok absurd seperti Aksa. Gadis itu merasa jika selama ini ia hanya mencintai sendiri...
![My Introvert Boy [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/212257982-64-k747260.jpg)