Selesai sudah UAS yang mereka hadapi. Sekarang mereka hanya tinggal menanti pembagian raport dan sebentar lagi libur akhir semester akan tiba. Itu artinya waktu ujian nasional sudah semakin dekat. Gadis itu sudah melakukan segala persiapan dengan matang. Ia tak pernah membuang waktunya untuk hal yang sia-sia. Tidak seperti ketiga sahabatnya yang tampak acuh walaupun waktu ujian sudah semakin dekat.
"Sa tunggu..." Panggil Keana sambil berlari mendekati Aksa.
"Kenapa Key?"
"Gue mau balikin jaket lo. Maaf ya baru gue balikin padahal udah 2 mingguan," kata gadis itu sambil menyerahkan jaket milik Aksa.
"Iya... Nggak papa kok."
Selama 2 Minggu ini Keana benar-benar fokus untuk belajar. Jadi ia tak sempat untuk mengembalikan jaket milik Aksa. Ia juga jadi jarang berkomunikasi dengan cowok itu.
"Oh iya, waktu itu lo yang kirim hot coffe ke gue ya?"tanya gadis itu.
"Iya. Soalnya gue khawatir sama lo."
"Khawatir?"
"Maksud gue, lo kan waktu itu sakit gara-gara hujan-hujanan sama gue. Ya gue panik lah takut terjadi sesuatu ke elo," jawab Aksa dengan gugup.
"Oh... Hari ini lo ngajar anak-anak nggak?"
"Iya."
"Lo nggak ngajak gue?"
"Ntar lo sakit lagi."
"Ya nggak lah Sa, tenang aja gue udah bawa jas hujan kok."
"Tapi Key..."
"Sa... Gue kangen sama anak-anak." kata gadis itu dengan wajah memelas.
"Ya udah... Naik."
Akhirnya mereka berdua pergi ke rumah singgah itu untuk menjalankan kewajibannya sebagai pengajar untuk anak-anak jalanan itu.
🌸🌸🌸
Hari ini adalah hari terakhir mereka untuk berangkat sekolah. Karena besok mereka akan menerima raport. Gadis itu tidak lupa untuk membahas proyek biologinya.
"Padahal UN udah deket, tapi tugas masih banyak aja," gerutu Keana dalam hati.
Keana, Aksa, Cindy, Niko, dan Gilang sedang duduk di bangku kantin. Mereka berlima sedang mendiskusikan tugas kelompok untuk proyek biologinya.
"Eh gimana dong proyek biologi kita? Gue nggak mau ya pas udah masuk sekolah kita baru kerjain. Mumpung ada waktu liburan 2 Minggu kita cicil aja mulai dari sekarang."
"Iya boleh kok Key," ucap Cindy sambil meminum lemon tea-nya
"Kalo gue sih nurut aja," kata Gilang.
"Key gue boleh usul nggak?" Tanya Niko.
"Boleh kok."
"Gimana kalo kita bagi tugas aja? Keana sama Aksa yang observasi langsung ke TKP. Terus ntar Cindy yang ngerevisi sama cari materi, dia kan mantan jurnalis Pentara. Terus gue sama Gilang yang ketikin makalahnya. Gimana setuju nggak?"
"Apa?!" Kata gadis itu sambil memandang Aksa satu sama lain. "Itumah enakan elo tinggal ngetik doang. Gue juga bisa."
"Iya tau nih. Anak SD juga bisa kali cuma ngetik doang," timpal Aksa.
"Gue setuju sama Niko. Percuma juga sih ngajakin Niko sama Gilang. Yang ada mereka berdua malah bikin tambah ribet. Ada mereka juga pasti kalian berdua yang kerja. Percaya deh sama gue," kata Cindy dengan sangat meyakinkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Introvert Boy [COMPLETED]
Teen FictionKeana tidak menyangka jika ia harus jatuh cinta pada seorang cowok introvert yang sangat kaku dan dingin. Ia benar-benar tak habis fikir jika first lovenya adalah cowok absurd seperti Aksa. Gadis itu merasa jika selama ini ia hanya mencintai sendiri...
![My Introvert Boy [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/212257982-64-k747260.jpg)