"Cinta itu muncul dalam kehangatan, ketulusan, dan kesetiaan" ~Aksa Ravindra.
Setelah piket mereka berdua segera keluar kelas untuk pulang.
"Key, lo mau ikut nggak?" Tanya Mona pada Keana.
"Emang mau kemana?"
"Ngemal, di Zara lagi ada diskon besar-besaran tau."
"Nggak ah, males."
"Ya udah, percuma ngajak lo. Pasti disana lo juga nggak akan beli, lo kan pelit."
"Lo kan tau kalo gue nggak suka shopping kayak lo!" Ucap Keana seaya terkekeh.
"Mending gue ngajak Kinan." Mona langsung memajukan bibirnya dan berlalu meninggalkan Keana.
"Ya udah sana."
Padahal alasan Keana menolak ajakan Mona karena gadis itu sudah berjanji untuk mengajar anak-anak di rumah singgah bersama Aksa. Keana segera melangkahkan kakinya untuk menuju gerbang sekolah.
"Key..." Panggil Aksa yang berada di parkiran.
Cowok itu segera menyambangi Keana yang jaraknya tidak jauh darinya.
"Gimana? Jadi ikut nggak?"
"Jadi kok. Tapi lo tunggu ditaman deket sekolah ya. Ntar gue nyusul kesana."
"Emang kenapa? Lo malu ya di bonceng pake motor butut gue?"
"Nggak, bukan gitu. Gue mau nunggu Mona keluar dari sekolah dulu. Lo tau sendiri kan mulutnya dia itu gimana."
"Ya udah, gue tunggu sama ya."
Akhirnya Mona datang bersama Kinan. Mereka melihat Keana yang berdiri sendirian di depan gerbang sekolah dan langsung menghampirinya.
"Key, lo kok belum pulang?" Tanya Mona.
"Gue lagi nunggu jemputan."
"Serius lo nggak mau ngikut? ntar lo nyesel...." rayu Mona.
"Iya Key, jarang loh Zara ada diskon besar-besaran," ujar Kinan.
"Nggak ah. Lo berdua aja sana."
"Ya udah kalo gitu. Kita duluan ya bye...."
"Hm...."
Gadis itu tak lupa untuk mengabari mamanya jika ia pulang terlambat. Ia juga sudah menyuruh supirnya untuk tidak menjemputnya. Keana langsung melangkahkan kakinya menuju ke taman dekat sekolah tempat Aksa berada.
"Sa, sorry lama nunggu," ujar Keana.
"Santai aja, nih pake helmnya."
"Lo bawa helm 2?"
"Iyalah, kalo nggak ntar bisa ketilang. Bisa brabe ntar urusannya."
Gadis itu mengira bahwa Aksa memang benar-benar membawakan helm karena ia peduli keselamatan gadis itu. Ternyata ia hanya takut terkena tilang. Seketika membuat mood Keana menjadi hancur.
"Ehhh, buruan pake malah bengong!"
"Iya bawel."
Gadis itu segera memakai helm dikepalanya dengan ekspresi malas.
"Lo bisa make helm nggak sih?" Tanya Aksa seraya mengaitkan tali helm itu. "Ntar kalo lo kenapa-napa gimana? Ntar gue lagi yang di salahin."
Seketika kata-kata itu sukses membuat mood Keana menjadi membaik. Rasanya seperti ada aliran listrik di dadanya. Gadis itu tak berani menatap cowok itu. Tinggi gadis itu hanya sedagu Aksa. Membuat Aksa harus sedikit membungkuk untuk memasangkan tali helm-nya sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Introvert Boy [COMPLETED]
Fiksi RemajaKeana tidak menyangka jika ia harus jatuh cinta pada seorang cowok introvert yang sangat kaku dan dingin. Ia benar-benar tak habis fikir jika first lovenya adalah cowok absurd seperti Aksa. Gadis itu merasa jika selama ini ia hanya mencintai sendiri...
![My Introvert Boy [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/212257982-64-k747260.jpg)