Hari ini Vera tak masuk sekolah karena sakit, dan June memutuskan untuk menjenguknya. Sebelum kesana ia membeli beberapa buah untuk bekalnya.
"Makasih bang!" ucapnya setelah menerima buahnya.
Khanza juga meminta Zayland untuk mampir membeli buah sebelum pulang.
Tampak khanza merapikan seragamnya bersama Rara disampingnya, June melihatnya sekilas namun ia memilih untuk menyelesaikan salah fahamnya dengan Vera.
"Kita beli apel aja kali yah!" usul Rara
"Enggak, jangan apel gue lagi pengen buah naga.. Kemaren pas beli sama bang jay gak dapet!" ujar khanza tak mau
"Apel aja deh, gue gabawa duit lebih!" ujar Rara
June masih disana dan mendengar percakapan mereka.
"Ini." June menyerahkan kantong keresek berisi buah yang ia beli.
"Gausah!" ucap khanza dingin
Rara mendorong buahnya pelan "gapapa june, kita beli aja!" ujarnya
"Gapapa ra, disini ada naga kok!"
"Gue gajadi beli, kita pulang aja!" khanza pun berbalik arah menuju mobil.
June menurunkan bahunya dan menghirup nafas gusar "sampe kapan dia gini?" gumamnya
Rara mengusap pelan bahu June "gak akan lama kok, yang penting masalah lo sama Vera selesai dulu!"
"Gue mau selesain ini sekarang ra, doain gue ya!" ujar June
Rara tersenyum dan mengangguk. Rara pun kembali ke mobil.
"Lo lama banget sih, gue kan udah bilang gajadi.." kesal khanza
Rara gemas dan mencubit pipi khanza "iya princes!" ujarnya kemudian mobil pun melaju.
***
Selin ibu dari Dika sudah menyiapkan makan siang di rumahnya, karena ia tau jika putranya akan membawa Felly.
"Ok, thats great!" ujarnya kemudian memanggil Felly dan Dika yang asik tertawa di depan televisi.
"Sayang, ayo kita makan!" ucap Selin.
Felly dan Dika mengangguk "Dongi-ya, giliranku!" pekik Felly
Dika masih terus memainkan game ditangannya dengan asik.
"Hey! Ayo makan!" teriak Selin lagi.
"Apa kamu dengar? Ibu meminta kita untuk makan! Ayolah, setelah ini giliranmu aku janji.." ujar Dika menghentikan berontakan Felly.
"Ish, lo curang!" pekik Felly kesal.
"Sudah, ayo kita makan!" ujar Dika. Felly pun menurut saja dan ikut ke meja makan.
Sudah tersedia makanan di meja makan, dengan berbagai lauk yang sangat felly rindukan.
"Aunty! This is for me?" tanya nya tak percaya.
"Sure baby, aunty sudah menunggu kamu sejak beberapa hari kami disini.." ujar Selin.
Felly senang, karena masih ada seseorang yang menyiapkan ini untuknya selain tantenya di korea.
"Aku akan makan ini.." ujar felly dengan senang hati.
Dika mengangguk "jelas, ini harus kamu makan. Who know you will fat!" ujarnya.
Felly menggetok kepalanya dengan sendok "sembarangan!"
Kemudian mereka tertawa dan menikmati makan siangnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGE
Fiksi RemajaCerita ini diambil dari kisah seorang gadis remaja yang harus menerima anggota baru dalam keluarganya, ia harus menerima seorang kakak dan ayah yang membuat nya semakin membenci keluarga nya. FELLYSIA ADZKIA MALVINA. Gadis yang berani berubah dan...