88. 多么美妙的梦 - Mimpi Yang Indah

3.8K 187 25
                                    

"Tidak ada uang lagi...". Bai Luoyin cemberut pasrah.

Gu Hai mengangkat kakinya, ekspresinya serius, "Iya, tidak ada uang, menurutmu harus bagaimana?".

"Apa lagi yang bisa aku lakukan? Tidak ada yang perlu dilakukan lagi".

Bai Luoyin bangkit dari tempat tidur, matanya menatap lurus ke pantat Gu Hai yang licin. Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menelan ludah, ekspresinya tampak menyerah tapi seolah-olah tidak rela.

Gu Hai tersenyum, berbalik untuk menekan tubuh Bai Luoyin, tapi Bai Luoyin menolaknya.

Bai Luoyin sudah siap bangun dari tempat tidur dan memakai sandal.

Gu Hai membeku, "Mau pergi kemana?".

"Mau apa lagi!". Bai Luoyin merentangkan tangannya. "Uangku sudah habis. Mau tunggu apa lagi?".

Kamu hanya menepuk pantatku lalu pergi, apa karena aku tidak kalah? Tapi setidaknya kamu sudah merasakan kesenangan!

Gu Hai cemas, "Berhenti, siapa yang menyuruhmu pergi?".

"Mengapa aku harus tetap tinggal di sini, sementara aku tidak punya uang?".

Gu Hai mengerutkan alisnya, "Kamu sudah mendapatkan kenikmatan, lalu bagaimana dengan aku?".

"Hei!". Bai Luoyin menggertakkan giginya, "Aku membayarmu karena aku mau bersenang-senang di sini, apa aku harus memikirkanmu juga? Bukankah aku ini tamumu? Aku memberimu uang, artinya kamu harus memuaskanku. Jadi maumu selain aku membayarmu harus memuaskanmu juga?"

Gu Hai mulai putus asa. Ini kan hanya permainan! Karena alasan aku sudah mengambil semua uangnya, akibatnya dia tidak bisa meniduriku dengan alasan sudah kehabisan uangnya. Aku ingin menidurinya, tapi kenapa dia tidak mau...? Kacau, kacau... Kenapa masalahnya jadi rumit begini?

Bai Luoyin menoleh menatap Gu Hai, ekspresinya serius.

"Sebenarnya, tadi aku bisa tidak bersikap egois, tapi kan itu salahmu sendiri, kamu yang melarangku untuk tidak menyentuhmu".

Gu Hai memandang kesal Bai Luoyin.

"Kembali!". Gu Hai meraung.

Bai Luoyin melirik Gu Hai, "Apa lagi?".

"Mau pergi dengan meninggalkan utang?". Gu Hai mengubah skenario, "Kamu sudah menghabiskan dua jam di sini, seharusnya kamu membayar 2.250, dan aku baru menerima uang 1.800, berati kamu masih ada utang 450, itu artinya kamu harus membayar 450 lagi!".

"Bagaimana aku bisa mendapatkan uang jika aku tidak pulang? Bagaimana aku bisa membayarmu jika aku tidak mengambil uang?". Bai Luoyin balik bertanya.

Nada suara Gu Hai terdengar keras, "Aku ingin kamu bayar sekarang!".

"Tidak ada uang!".

"Jika kamu tidak punya uang, berarti aku yang menidurimu!".

Bai Luoyin cemas, "Berdasarkan apa?".

"Berdasarkan pengalaman usaha jual kueku!". Gu Hai menggunakan trik pembunuh.

Bai Luoyin menghampiri, kemudian memukul Gu Hai, Gu Hai melawan pasif, sampai akhirnya dia menunjukkan sikap kalah, kemudian dia berbaring di tempat tidur dan menangis dengan sedih, "Mengapa aku harus melakukan pekerjaan ini? Semua orang memandang rendah aku, bahkan pekerja migranpun masih tidak menghargaiku...".

Bai Luoyin memandangnya dengan dingin.

Akhirnya, Gu Hai menurunkan harga dirinya.

"Sudahlah, aku tidak akan menagihmu lagi. Aku akan memberimu uang, tapi aku mohon padamu, kamu layani aku ya?".

KECANDUAN 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang