KringgggggggAmel membuka matanya perlahan saat telinganya mendengar suara berisik yang berasal dari jam alarm disebelah telinganya.
Tangannya terulur untuk mengambil jam itu. Amel mengintip dengan sebelah matanya. Ia melihat bahwa jam sudah menunjukkan pukul 06. 00 itu artinya ia sudah harus bangun dan bersiap siap.
Dengan sisa sisa nyawanya yang belum terkumpul Amel pergi ke kamar mandi untuk membersikan tubuhnya.
10 menit yang gadis itu butuhkan untuk mandi. Akhirnya ia keluar. Berjalan kearah lemari pakaian dan memakai seragamnya untuk hari ini.
Sudah siap dengan semuanya. Jam sudah mengarah pada pukul 06. 30 tiba tiba kepalanya terasa berat. Amel memilih untuk duduk sebentar diatas kasurnya. Memijat mijat kepalanya mencoba menghilangkan rasa sakit yang tiba tiba datang tanpa diundang.
"Aduh kenapa kepala gue jadi sakit gini anjir". Ucap Amel bermonolog sendiri.
"Ini pasti gara gara tadi malam gue kebanyakan minum". Tambahnya.
Amel bangun dari duduknya dan mengambil tasnya memakainya hanya dengan sebelah bahu.
Amel berjalan keluar kamar. Ia menapaki tangga rumahnya satu persatu. Baru tangga kelima ia turun tiba tiba kepalanya diserang rasa sakit. Amel stop dan memegangi kepalanya dengan sebelah tangannya bahkan gadis itu duduk sebentar untuk menghilangkan kunang kunang yang sudah berputar mengelilingi kepalanya.
"Amel kamu gapapa nak". Tanya Karin khawatir. Entah sejak kapan mama tiri Amel itu berdiri dibelakangnya.
Amel menoleh. Wajahnya nampak datar.
"Sini mama bantu".
"Lepas". Amel menghempaskan tangan Karin yang mencoba membantunya berdiri.
"Kamu sakit ya sayang".
"Minggir".
"Tapi -".
"Gue bilang minggir". Bentak amel
"Apa apaan kamu". Amel menghela nafas panjang. Itu suara dirgantara papanya. Amel melirik kearah tangga paling dasar disana sudah ada dirgantara berdiri dengan tegap sambil menatapnya intens.
"Gue bilang minggir? Gue mau lewat Lo ngehalangin jalan gue. Ngerti". Tegur Amel pada Karin.
"Iya sayang". Karin melimpir kepinggir membiarkan anak tirinya itu untuk lewat.
"Lo harus kuat Mel".
Amel menarik nafas panjang lalu ia keluarkan. Gadis itu berjalan menuruni tangga perlahan kedua tangannya sibuk memegangi pegangan tangga dengan erat.
"Mel lebih baik kamu istirahat ya? Mama khawatir sama kamu". Ucap Karin tulus. Ia mengikuti setiap langkah Amel.
Amel diam.
"Sayang istirahat ya nak? Hari ini kamu kelihatan gak sehat".
Amel menghentikan langkahnya.
"Jangan ikut campur sama masalah gue bisa gak sih. Gue jijik liat tingkah lo". Kata Amel menekankan disetiap katanya.
Karin memilih diam.
Amel melanjutkan langkahnya yang tertunda. Saat ditangga terakhir tidak sengaja matanya bertubrukan dengan mata papanya dirgantara dan buru buru Amel mengalihkan pandangannya.
"Sayang aku mau berangkat sekarang".
Amel menghela nafas berat. Jujur ia sangat cemburu dengan Karin yang selalu diperhatikan oleh dirgantara.

KAMU SEDANG MEMBACA
Loving Cold Girl
Romansa"Lo harus cium gue". Hah Apa Penuturan vino barusan membuat amel membulatkan matanya sempurna. Lalu mendorong tubuh vino agar mau menjauh darinya. Bughhhhh "Aww". Vino meringis menahan sakit. Gerakan tiba tiba gadis yang ada didepannya ini tidak b...