30. Kaget

1.7K 49 9
                                    


Motor hitam itu berhenti tepat didepan rumah mewah milik dirgantara.

"Waww! Ini rumah lo mel". Tanya agam memastikan.

"Hmm". Jawab Amel malas.

"Anjay? kaya banget lo mel parah". Kata Agam kagum. Saat mendengarnya Amel hanya menghembuskan nafas kasar.

Bukan hal yang langka lagi. Setiap teman amel yang pergi kerumahnya pasti reaksinya akan sama seperti agam terlalu kagum dengan kekayaan keluarganya. Padahal kenyataannya hidupnya tidak sebahagia yang orang lain pikirkan.

Terlihat didepan pintu utama banyak bodyguard dengan pakaian serba hitam sedang berdiri berjaga. Agam yang melihat itu bertanya penasaran.

"Sapa tu mell". Tunjuk Agam.

"Bodyguard".

"Sebanyak itu".

"Hmm?". Jawab amel.

Agam diam. Ia memilih memperhatikan bagaimana mewahnya rumah milik dirgantara. Padahal Agam hanya melihat dari luarnya saja bagaimana jika dalamnya. Sudah dipastikan akan terlihat lebih mewah dan megah.

"Gila ya sumpah sekaya kayanya keluarga gue lebih kaya lagi keluarga lo mel! Gue udah gak ngerti lagi gimana caranya bokap Lo ngumpulin uang sebanyak ini sampe bisa bikin rumah yang udah mirip kaya istana". Ucap agam kagum.

Amel tidak menghiraukannya. Gadis itu memilih diam mendengarkan ocehan Agam.

"Gue mau kenalan sama bokap Lo mel! Mau minta resep jadi orang kaya yang kaya banget itu gimana".

Jelas Agam. Amel masih tidak perduli. Sampai akhirnya beberapa orang bodyguard datang menghampiri Amel dan Agam yang masih duduk diatas motor.

"Nyonya muda ayo silahkan turun". Ucap salah satu bodyguard berbadan tegap itu.

Amel hanya meliriknya sekilas.

"Mel turun gih? Takut gue ketemu sama niorang mana pakaiannya item item semua lagi". pinta agam menyuruh Amel turun.

Amel menurut.

Bodyguad itu mengulurkan satu tangannya untuk membantu amel turun dari motor.

"Ayo nyonya muda saya bantu". Tawarnya.

Amel mengulurkan tangannya menyambut. Gadis itu turun dari motor agam perlahan lahan tapi pasti.

Saat gadis itu sudah benar benar menginjakkan kakinya ke tanah satu bodyguard lainnya bergegas memayungi amel karena cuaca sekarang memang sedang terik.

"Om saya gak dipayungi juga! Panas ni om". Pinta agam asal.

Mendengar penuturan agam Bodyguard amel langsung menghadiahi agam dengan tatapan sinis.

Melihat itu agam langsung nyengir. "Aeleh om! Hehehehe santai aja kali matanya saya becanda om! Becanda baperan ya ternyata".

"Nyonya muda apakah teman laki laki nyonya ini dipersilahkan masuk". Izin salah satu bodyguard.

"Suruh pulang aja". Jawab Amel.

"Hah". Agam membuka mulutnya tidak percaya. "Wah tega Lo Mel".

"Silahkan pulang". Ucap bodyguard itu mempersilahkan agam pulang.

"Iya iya om! Ni gue pulang gak usah melotot gitu dong matanya". Kesal agam. Laki laki itu menyalakan mesin motornya.

Bodyguard itu diam berdiri sambil memperhatikan Agam.

"Diam mulu om! Gak ada niatan mau tahan saya gitu. Saya nunggu nih? om? Woyy om? OMMMMMM".

"Agam pulang lo sekarang! Males gue liat muka lo". kesal amel.

Loving Cold GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang