"Makasih". Lirih amel pelan.
Vino tersenyum mendengarnya. "Sama sama honey". Jawab vino. Lalu mengacak acak rambut amel gemes. "Kenapa sih lucu banget". Geram vino.
Mendapat perlakuan vino seperti itu padanya amel hanya memutar kedua bola matanya malas."Pulang gih lo sekarang". Usir amel.
"Honey ko ngusir sih". Ucap vino manja.
"Apaan sih lo? Gak usah sok imut". Kesal amel.
"Aelah? gini gini lo sayang juga kan". Goda vino sambil mencolek dagu amel dengan jari telunjuknya.
"Vin". Marah gadis itu.
"Iya iya ni gue pulang". Vino sudah mulai menyalakan motornya.
"Hmm?". Tukas amel dingin.
"Tapi entar gue datang lagi lo? Tapi sama keluarga gue". Kata vino memberitahu.
Amel langsung menatap vino dengan wajah bingung. "Mau ngapain". Tanya amel masih tidak mengerti.
Mata vino menatap intens bola mata kecoklatan milik amel." Mau ngelamar lo". Lirih vino pelan.
Amel langsung membulatkan matanya sempurna. "VIN-".
Brumm
Belum selesai gadis itu dengan ucapannya vino telah hilang dihadapannya melajukan motornya dengan kecepatan tinggi melesat seperti kilat. Amel menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum. Senyum yang sangat jarang atau mungkin hampir tidak pernah orang lihat. Manis?. Bahkan kedua bolongan dipipinya terlihat.
Amel masuk kerumahnya melalui pintu utama. Jam masih menunjukkan pukul 06.30 WITA masih ada waktu untuk bersiap siap pergi kesekolah.
Berjalan perlahan dengan langkah santai memasuki rumah mewah bak istana.
Seperti biasa rumah mewah milik dirgantara itu terlihat sepi seperti tidak memiliki penghuni. Dihutan kali ahh 😂
Tangga sudah didepan mata amel menaiki tangga itu satu persatu untuk menuju kamarnya yang berada dilantai dua.
"Dari mana saja kamu baru pulang sepagi ini". Suara dirgantara merasuk memasuki indra pendengaran.
Ditangga kelima amel berhenti.
Badannya belum berbalik menghadap dirgantara. "Sudah pulang". Tanya amel balik."Papa nanya? kamu dari mana". Tanya dirgantara tegas dengan suara sedikit meninggi.
Amel tertawa sumbang. "Perduli apa anda sama saya".
"Berhenti bersikap dingin sama papa". Pinta dirgantara. Nada suara seperti memohon.
"Itu hak saya anda hanya menerima sikap saya yang seperti ini secara tidak sadar anda sendiri yang merubah sikap saya? Semua ini karna kelakuan anda Disini yang patut disalahkan itu anda bukan orang lain atau siapapun itu". Jelas amel dingin tanpa aba aba ia langsung melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan dirgantara.
"Berhenti". Ucap dirgantara.
"Mel papa bilang berhenti papa mau bicara sama kamu".
"Mel papa bilang sekali lagi berhenti". Pinta dirgantara dengan suara tegas.
Suara dirgantara tidak mempan untuk menyuruh gadis itu berhenti yang ada amel seperti menutup kedua telingannya pura pura tidak mendengar panggilan dirgantara papanya yang terus menerus menyuruhnya berhenti.
Butuh waktu beberapa menit berjalan akhirnya amel sampai dikamarnya.
"Hufttt". Amel menghembuskan nafas kasar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Loving Cold Girl
Romance"Lo harus cium gue". Hah Apa Penuturan vino barusan membuat amel membulatkan matanya sempurna. Lalu mendorong tubuh vino agar mau menjauh darinya. Bughhhhh "Aww". Vino meringis menahan sakit. Gerakan tiba tiba gadis yang ada didepannya ini tidak b...