55. Danau Beku

420 48 35
                                        

*Tahun 0004, bulan 01, hari 23, pukul 08.30 Waktu Negeri Utara.

Di sebuah gua yang gelap di tengah Hutan Candu.

Zul Qarnain bangun dari tidurnya. Pakaian yang dia kenakan masih sama dengan saat pertama kali dia datang ke gua itu. Akar-akar pohon yang mengikat pergelangan tangan dan kakinya mengendur lalu lepas secara perlahan.

Di atas batu soladite berwarna hitam pekat Zul masih terlentang memandang langit-langit gua. Beberapa kali matanya mengerjap, tapi tak ada perubahan, semuanya masih tampak sama, gelap. Zul perlu waktu beberapa saat untuk menormalkan kembali syaraf motoriknya.

Tak berapa lama Zul sudah duduk di atas batu soladite tempatnya tidur, lalu beranjak berdiri, melangkahkan kaki di atas pecahan batu soladite lainnya yang terhampar di seluruh dasar gua. Dia berjalan mengikuti satu-satunya sumber cahaya hingga sampai di mulut gua yang ternyata masih tersambung seperti koridor dengan gua-gua yang lain. Ketika melihat Zul muncul di mulut gua, seorang penjaga menyodok lengan rekannya.

"Dia sudah bangun."

Rekannya sempat kaget, lalu memberanikan diri berjalan mendekat ke arah Zul.

"Anda butuh sesuatu, Tuan Zul Qarnain? Akan saya siapkan."

Zul memandang dua penjaga di mulut gua. Keduanya memiliki tinggi sekitar 3 meter, wajahnya seperti monyet tapi berhidung babi dengan bulu lebat nyaris menutupi seluruh tubuhnya. Beberapa gigi taring mencuat dari mulutnya.

"Sepertinya aku butuh sedikit makanan dan minuman sebelum aku jalan-jalan ke luar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sepertinya aku butuh sedikit makanan dan minuman sebelum aku jalan-jalan ke luar."

Penjaga itu memandang rekannya sebentar, memastikan dia tidak salah dengar.

"Tuan Reindeer melarang anda untuk meninggalkan tempat ini-"

"Aku tidak akan keluar jauh dari hutan ini, aku hanya ingin menemui putraku sebentar."

"Baik, kalau begitu akan kami siapkan makanan dan minuman untuk anda."

Satu penjaga berlari menyusuri koridor gua, sementara satu penjaga lagi masih mendampingi di belakangnya.

Zul mengalihkan pandangan pada bebatuan soladite yang menerangi langit-langit koridor. Batu-batu itu memancarkan cahaya biru menerangi sepanjang koridor.

 Batu-batu itu memancarkan cahaya biru menerangi sepanjang koridor

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pencari ArwahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang