*Tahun 0004, Bulan 01 , Hari 07, Pukul 17.40 Waktu Negeri Timur. Sebuah penanggalan baru setelah terjadi perang besar keempat.
Sore hari di Desa Rawagaru.
Desa yang masih asri di Negeri Timur, dilewati oleh sungai yang jernih yang mengalir hingga Pantai Penyu, dan berdekatan dengan Gunung Slamet, sehingga banyak di jumpai rimbunan pohon yang mengelilingi desa.
Dari atas sebuah pohon Waru yang rindang, tampak seorang wanita tua sedang memperhatikan 5 orang anak usia sekitar 10 hingga 12 tahun sedang asyik memancing di pinggir Sungai Kalirayu. Raut wajahnya berbeda dengan anak-anak yang tampak asik memancing, raut muka wanita itu tampak gelisah dan selalu memperhatikan keadaan di sekitar sungai. Firasatnya mengatakan ada sesuatu yang akan datang dan hal itu tidak disukainya.
Nopik, Widi, Juwito, Andri dan Eno, merupakan nama kelima anak-anak tersebut, mereka teman sepermainan, teman sekolah sekaligus tetangga di desa. Banyak yang anak tersebut biasa lakukan bersama, Desa Rawagaru merupakan salah satu dari surga alam yang masih memiliki jutaan spot untuk dieksplorasi.
Kali ini kulit anak-anak itu sudah semakin menghitam, habis terjemur sinar matahari sejak pulang sekolah, baju bermain mereka sudah lusuh dan lengket dengan keringat.
Mereka duduk di bebatuan di pinggiran sungai, mengambil jarak sekitar 5 meter untuk setiap anak, katanya biar ikan tidak saling berebut umpan dengan pancingan yang lain, tapi walaupun sudah begitu, tampaknya hari ini mereka kurang beruntung, sebab tak banyak ikan tawar yang mereka dapat, meskipun sudah memancing dari siang hari.
"Sudah mau magrib, pulang yuk!" ajak Widi kepada teman-temannya. Widi melihat langit sudah diselimuti senja.
"Tanggung, Wid bentar lagi, masih penasaran nih ... masa mancing dari siang cuma dapet setengah plastik," ucap Nopik, pemimpin geng mereka.
Biasanya mereka mendapat minimal satu plastik penuh per anak untuk dibawa pulang. Satu plastik bisa berisi sekitar 30 ikan tawes seukuran telapak tangan mereka, bila beruntung kadang mereka bisa mendapat ikan gabus seukuran lengan. Nantinya mereka akan saling pamer hasil pancingan siapa yang paling banyak.
Andri, Eno dan Juwito masih sibuk memperhatikan pancingan mereka. Menghiraukan ajakan Widi.
"Keburu magrib nih! Kata ibuku di sini angker!" kata Widi, menakuti teman-temannya, mengingatkan kembali mitos horor tentang hantu-hantu di sekitar Kalirayu dan lereng Gunung Slamet.
Widi pernah mendengar cerita dari warga desa, tentang anak warga yang hilang dulu kala, dan belum kembali hingga sekarang. Cerita yang lain banyak juga warga yang melihat penampakan arwah di sekitar lereng Gunung Slamet, di area pepohonan yang ditutupi kabut.
Sebenarnya ketakutan Widi tidak hanya pada mitos dari warga desa semata, melainkan ketakutan yang lebih nyata yaitu pada kemarahan dan omelan sang ibu, masih dapat dihitung dengan jari, hukuman yang telah Widi terima bila pulang terlambat, 15 menit pukulan di pantat dan kaki dengan dahan pohon sudah cukup membuat tidur malamnya tersiksa.
"Berisik kamu, Wid! ikan-ikan jadi pada kabur denger suara kamu! Kalau mau pulang, pulang aja sendiri! Dasar penakut," Eno bersungut-sungut kesal, karena hingga sore ini Eno baru mendapat 3 ekor ikan tawas saja. Benar-benar sial. Dengan hasil itu dia merupakan kandidat utama sebagai bahan ejekan besok di sekolah.
"Kalau mau pulang, duluan aja sana, Wid!" ucap Juwito yang telah mendapat 5 ikan tawas, sebagai kandidat kedua, Juwito belum bisa tenang sebelum memastikan hasil pancingan Eno tak lebih banyak dari hasil pancingannya, bahkan dalam hatinya dia berharap ikan dari teman-temannya ada yang jatuh lagi ke sungai.
"Ya sudah, aku pulang duluan ya!" ucap Widi, kecewa melihat teman-temannya tak ada yang mau diajak pulang. Widi memberanikan untuk pulang sendiri, sambil berjalan masih sempat menghitung hasil pancingannya di plastik ada 7 ekor ikan tawas. Lumayan, Widi yakin posisinya masih aman, karena senja sudah terlihat di ufuk barat, tak mungkin teman-temannya berani memancing hingga lewat magrib, hasil tangkapan Eno dan Juwito tidak akan sempat melebihinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pencari Arwah
Misteri / ThrillerKisah pemuda bernama Ravi yang bertugas sebagai seorang Seeker (pencari) orang - orang yang hilang, baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati. Berbekal kepekaan mata batinnya, Ravi menggunakan kelebihannya untuk berkomunikasi dengan para arwah...
