31. Pahlawan

757 92 289
                                        

*Tahun 0004, bulan 01, hari 18, pukul 10.30 Waktu Negeri Timur.

Kantor Gubernur, Desa Rawagaru.

Pertemuan yang dihadiri oleh Perwakilan Raja dari Negeri Utara dan tiga Raja dari Negeri Timur, berikut semua karyawan dari bagian Propinsi hingga Kepala Desa negeri Hutan Lindung, serta dihadiri pula oleh para jurnalis yang meliput acara.

"Bila tidak ada pertanyaan lagi, maka saya akan memberi kesimpulan akhir hasil pertemuan ini," Darius berdiri di depan forum menghadap ke semua Kepala Desa Hutan Lindung, sementara tiga Raja lainnya, duduk berderet di belakang Darius.

"Pertemuan ini telah menetapkan bahwa Tragedi Bukit Slarang merupakan tragedi Nasional di Negeri Timur, sebagai bentuk kelalaian dari Almarhum Ardei Swan Raja Hutan Lindung dan bawahannya Gubernur Frank Slynn dan putrinya Walikota Novita Slynn, yang telah memberikan izin penambangan tanpa melalui prosedur resmi hingga menimbulkan banyak korban. Ketiga nama yang saya sebut tidak ada di pertemuan ini."

Terdengar beberapa riuh suara dari undangan yang tidak terima bila Ardei Swan ikut disalahkan.

"Mohon tenang! Tolong dengarkan hingga saya selesai menyampaikan!" Darius menatap ke arah tamu undangan, hingga membuat mereka kembali tenang dan fokus kepada Darius.

"Sesuai hasil pertemuan, maka dengan ini juga menetapkan Frank Slynn dan Novita Slynn sebagai tersangka utama. Sedangkan untuk Raja Ardei Swan, beliau bersalah karena tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang Raja dan mendelegasikan tugasnya pada orang yang salah, namun meskipun begitu, beliau telah bertanggung jawab dengan mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi Hutan Lindung dari bencana yang lebih besar."

"Dari informasi yang telah kami dapat, ada empat orang yang dengan gagah berani bertempur di Pantai Penyu, mengorbankan dirinya agar tanah ini tidak tersapu oleh tsunami. Dan juga kepada semua orang yang telah berjuang bersama di Bukit Slarang dengan peran dan kemampuannya masing-masing demi kebebasan di Bukit Slarang, mereka semua adalah Pahlawan!"

Beberapa tamu undangan mengangguk dengan antusias. Sebagian dari tamu undangan ikut menyaksikan dan membantu proses evakuasi puluhan ribu orang dari tambang. Pria, wanita, tua, muda bahkan anak-anak penuh luka di sekujur tubuh. Belum lagi rasa nestapa karena kehilangan teman, saudara hingga sosok yang dikagumi yang telah gugur dalam tragedi tersebut.

"Untuk Ardei Swan Raja Hutan Lindung, untuk Tuan Haji VI Raja Tanah Harimau, untuk Japra Kannai beserta pejuangnya dari Suku Babakan dan untuk semua warga yang turut berjuang dan gugur, sebagian besar dari mereka telah dimakamkan di area hutan mati dekat Bukit Slarang. Dan kami menetapkan area tersebut sebagai Area Makam Pahlawan Hutan Lindung, dengan tanda ukiran bunga Coquelicot di pusara mereka."

"Berikutnya kami juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya, untuk Seeker Ravi, Jali Kannai dan Aurelia Swan sebagai Pahlawan negeri ini."

"Kami telah mendengar informasi bahwa mereka bertiga dijadikan tersangka secara sepihak oleh Frank dan Novita Slynn untuk menutupi dosa-dosanya. Dan hingga ini, ketiga pahlawan dan kedua tersangka masih belum ditemukan, semoga pasukan gabungan Negeri Timur dan tim Seeker bisa lekas menemukan mereka."

"Sedangkan untuk kerusakan yang terjadi di Desa Rawagaru dan Desa Gumilir yang sudah habis terbakar, maka kami akan membagi tugas. Yang pertama untuk tentara dari Negeri Lembah Siangin-angin akan membantu membangun pemukiman baru untuk warga di Desa Rawagaru dan yang kedua untuk tentara dari Negeri Tanah Harimau, akan membantu pembangunan di Desa Gumilir."

"HOREEEEE!" Pak Nasiran dan Pak Wahid berjingkak kegirangan, menarik perhatingan dan membuat tamu undangan lainnya tertawa.

"Kemudian yang terakhir, mulai saat ini kami menunjuk Pak Taher menjadi Gubernur Hutan Lindung yang baru. Silahkan Pak Taher berdiskusi dengan timnya untuk mencari Walikota yang baru dan membenahi petugasnya yang korup. Lalu, untuk sementara ini, saya menunjuk asisten saya yaitu Ferus, atau lebih dikenal sebagai Poni untuk menjadi Pimpinan atau Raja sementara di Hutan Lindung hingga diadakan pertemuan empat raja berikutnya untuk membahas pengganti Ardei Swan. Sekian dari saya, terima kasih." Darius menunduk kepada tamu undangan dan menunjuk asisten di sampingnya.

Pencari ArwahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang