56. Sukma

469 61 25
                                        

*Tahun 0004, bulan 01, hari 23, pukul 10.00 Waktu Negeri Utara.

Di kediaman keluarga Green Morton, Kota Kratom, Negeri Utara.

Di kediaman keluarga Green Morton, Kota Kratom, Negeri Utara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu siapa? Kenapa ada di rumah kami?" Ny. Green Morton berdiri di tengah rumah tamu memandang Ravi yang duduk di sofa.

"Ehh? ... Aku sebenarnya juga tidak tahu kenapa bisa ada di sini? Tadi aku ada di danau beku-" Ravi segera beranjak dari duduknya, wajahnya penuh kebingungan.

Dalam pandangan mata Ravi ruangan di mana berada itu berubah-ubah, dari ruang tengah yang tertata rapi menjadi ruang tengah yang berantakan seperti rumah yang sudah lama tidak ditinggali.

Ravi mengusap matanya, mencoba memastikan apa yang dia lihat. Ruangan itu kembali menjadi ruang tengah yang rapi dengan suasana gelap, seluruh gorden ditutup dan hanya ada nyala lilin.

"Kamu ini manusia atau han-" ucapan Ny. Green Morton terpotong.

"Kak Ravi!?" suara dari seorang anak perempuan memakai gaun putih yang muncul dari kamar.

"Maya, kamu kenal orang ini?" tanya Ny. Green Morton.

"Iya ibu, dia Kak Ravi. Orang yang kuceritakan sebelumnya. Aku minta tolong Kak Ravi untuk membantu menemukan ayah."

"Ohh, maafkan aku, Nak Ravi. Kami jadi merepotkanmu. Bukan  bermaksudku untuk bersikap tidak sopan, tapi bagaimana kamu bisa sampai di sini?" tanya Ny. Green Morton.

"Aku tidak tahu. Tadi aku sedang menuju pasar setan untuk mencari Raymond Green Morton, lalu aku dan teman-temanku dikejar ular sampai di danau beku, berikutnya ... tiba-tiba aku sudah di sini." Ravi masih tampak kebingungan.

Ny. Green Morton memandang Ravi heran, lalu mengalihkan pandangan ke arah putrinya.

"Kak Ravi, sudah menemukan ayah?"
tanya Maya antusias.

"Maaf Maya, aku belum menemukan ayahmu, tapi aku melihatmu di danau beku ... ehh, apa aku salah lihat?"

Ny. Green Morton menggeleng cepat, memberi isyarat kepada Ravi untuk tidak melanjutkan pembicaraan.

"Duduk dulu Nak Ravi, kamu pasti lelah dan pusing dari perjalanan. Maaf kami tidak bisa memberimu jamuan-"

"Aku ingat!" Pekik Maya, raut wajahnya tampak berpikir.

"Saat itu aku sedang mencari ayasampai ke danau, lalu aku melihat ada orang memakai topeng dan beruang berdiri di atas danau, lalu ..., aku tidak ingat lagi ...." Maya terisak memegang kepalanya.

"Maya, sudah tidak perlu kamu ingat-ingat lagi. Sebaiknya kamu cepat masuk kamar, kamu harus stirahat lagi. Ibu ingin bicara dengan temanmu ini." Ny. Green Morton sedikit memaksa mendorong putrinya menuju kamar.

"Ibu ...." Maya tiba-tuba menghentikan langkah dan memandang ibunya.

"Sepertinya ada salah dengan tubuhku. Aku seperti ... memudar-"
Maya terisak memandang jarinya yang mulai menghilang.

Pencari ArwahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang