"Sepertinya minggu depan adalah pilihan tepat. Bukankah bulan depan juga hari ulang tahun Tzuyu?"
Sore ini Jungkook tengah duduk di serambi kanan mansion-nya dengan sang Ayah, ditemani dengan kudapan yang baru saja Tzuyu buat tadi. Memang mereka jarang bahkan hampir tidak pernah memakan kudapan yang dibuat manusia seperti ini. Namun untuk menghargai Tzuyu, mereka tak masalah untuk memakannya.
Sambil memperhatikan bagaimana Tzuyu bermain dengan para Scout, mereka berdua tengah membicarakan hal serius. Yap, pernikahan yang akan Jungkook laksanakan.
Mata Jeongsu terus tertuju pada Tzuyu. Gerak-gerik gadis itu memang nampak lain, membuatnya justru percaya soal dugaan Jungkook mengenai Tzuyu.
"Apa Tzuyu benar-benar reinkarnasi dari seseorang?"
Jungkook mengangguk meskipun ia masih ragu. Semalam ia membaca buku soal Moon Goddess Jayu dan sebagian sifat Tzuyu benar-benar mirip dengannya. Hanya satu yang membedakannya, aura yang mengikuti mereka. Jika yang bersama Tzuyu adalah naga, yang bersama Moon Goddess Jayu adalah ular. Meski begitu, keduanya hampir sama, bukan?
Angin berhembus, membuat pasir yang ada di lapangan ikut tersapu. Namun hal yang membuat Jeongsu dan Jungkook terkejut adalah bagaimana cara angin itu melewati Tzuyu begitu saja. Bukan hanya itu saja, angin tersebut nampak mengikuti gerakan tangan Tzuyu.
Tzuyu masih menutup matanya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya berusaha untuk mencari pegangan. Hingga akhirnya ia memegang tangan seseorang, membuatnya dengan segera membuka mata.
"Jangan tutup matamu seperti tadi. Kau hampir membuat angin puting beliung di sini."
Tzuyu hanya membulatkan mata saat mendengar pernyataan dari Jungkook. Bahkan ia sama sekali tak merasa ada angin kencang. "Benarkah? Aku sedang bermain dengan para Scout."
"Dan para Scout pergi setelah kau membuat mereka takut dengan angin besar." Jungkook meraih tangan kanan Tzuyu. "Tanganmu yang melakukannya. Lain kali jangan melakukannya lagi. Bagaimana jika tiba-tiba kau tembakan api atau bahkan membuat hujan batu dengan tanganmu?"
Raut wajah Tzuyu jelas menggambarkan jika dirinya menyesal. Hal ini tentu membuat Jungkook segera mengusap halus pipi Tzuyu dan tersenyum. Ia tak bermaksud memarahi Tzuyu, sungguh. Ia hanya khawatir jika warga Dark Shadow pack akan mengira dirinya jahat.
"Maafkan aku."
Jungkook mulai panik saat Tzuyu justru menangis. Dengan cepat ia mendekap gadis itu untuk meyakinkan jika semuanya baik-baik saja. "Tidak, ini bukan salahmu. Mungkin karena bulan depan adalah ulang tahunmu. Itulah kenapa kekuatanmu jadi semakin tak terkendali."
Para Scout menyesal karena sudah memasang wajah takut tadi. Mereka bukan takut pada Tzuyu. Mereka takut jika angin itu membawa mereka pergi jauh dari sana.
"Luna, kami tidak takut padamu," ujar Minho yang kemudian ikut memeluk Tzuyu.
"Sunny menyayangi Luna."
Tzuyu melepas dekapan Jungkook lalu terkekeh. Ia merasa berhasil menipu semuanya dengan pura-pura menangis tadi. "Apa kalian percaya?"
Jungkook menghela napas, tak percaya dengan ulah nakal dari mate-nya. Terlalu berdrama, ujarnya dalam hati, membuat Caspian ikut tertawa dibuatnya.
"Apa seorang Alpha mudah tertipu?" Caspian terus terkekeh, membuat kekesalan Jungkook semakin menjadi.
Diamlah!
Yieun masih terduduk murung di kamarnya. Ia masih memikirkan cara terbaik agar Jungkook bisa memaafkannya. Ia yakin jika saat ini, Jungkook pasti akan sangat sulit memaafkannya dan itu artinya Areum juga tak akan mau memaafkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind
WerewolfTzuyu, gadis yang tak pernah membayangkan sama sekali akan terjebak diantara 2 makhluk mitos yang selama ini hanya bisa dia lihat dari buku-buku fiksi. Hingga pada akhirnya keselamatannya sungguh terancam sebab darahnya bisa memberikan keabadian pad...
