Hohoho.... Gua balik~~~
Ada yang kangen?
Gua minta maaf~~
Karna Chapt ini sepertinya...
Aahhh maaff bangettt...
Kalo jelek dan Gajee………😭😭
Jangan lupa tekan Bintang ya sayang-sayangku~~
.
.
"Wajahmu sama seperti adik kami tapi kelakuanmu beda jauh ya." celetuk Jungwoo, membuat adik bungsunya mendelik.
"Hyung, aku ini terlalu penurut untuk dibandingkan dengan orang lain." ujarnya begitu bangga, Doyoung mendelik.
"Penurut dari Hongkong!" ketusnya, sang adik tertawa. "Lee Haechan, kau disayangi bayak orang ya." ujar pemuda lain yang berwajah sama seperti Haechan.
"Tidak. Nasibmu lebih baik dariku." balas Haechan menatap lurus mata pemuda didepannya. "Maksudmu Chan?" Yuta bertanya.
"Bukan apa-apa hyung." balas Haechan acuh, anak itu mulai memakan kembali kentang miliknya. "Awas nanti di dorm kau lapar lagi." ucap Taeil seraya menggelengkan kepala.
"Kan ada Taeyong hyung."
"Loh? Kok jadi hyung?" sambar Taeyong, dia kini dilirik oleh Haechan. "Apa aku harus meminta pada Mark hyung? Yang ada dapur akan hancur."
"Gak seburuk itu kok." gumam Mark yang didengar oleh semua orang. "Matamu." Jaehyun nyeletuk. Semua tertawa.
"Kenzi.. Haechan, apa kalian kembar?" Johnny bertanya, keduanya saling menatap.
Kenzi mengangguk sedangkan Haechan menggeleng. "Ya!/Bukan!"
Semua memandang heran, kini keduanya saling bertukar pandangan. Mereka menghela nafas secara bersamaan.
Tiba-tiba seorang supir masuk kedalam Cafe menghampiri meja Nct 127, supir itu berbisik pada Kenzi.
"Baiklah, aku akan menunggu di mobil. Semuanya... Aku pergi dulu, terimakasih." Kenzi membungkukkan badannya ke arah member Nct 127. Semua orang yang ada disana berdiri.
"Lain kali kita bertemu lagi." Jaehyun bersuara dan Kenzi mengangguk. "Tentu, semoga kita bertemu lagi." Setelahnya Kenzi melenggang pergi dari Cafe.
Haechan yang masih berdiri menatap pria paruh baya didepannya sendu, air matanya menggenang membuat pandangan buram.
Pria paruh baya itu tersenyum hangat, ia membuka tangannya lebar-lebar. Semua member mengernyit mendapati tingkah supir Kenzi.
Tanpa disangka Haechan berhambur memeluk pria baya dihadapannya, air matanya jatuh. Beban dipundaknya sedikit terangkat, yang bisa dilakukan pria baya tersebut hanyalah mengelus punggung Haechan lembut.
"Selama ini pasti berat ya? Tuan muda?" bisiknya, Haechan hanya mengangguk. Ia tak bisa berbohong dihadapan pria yang sudah ia anggap Ayah ini.
Haechan melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya kasar, ia tersenyum lebar.
"Terimakasih ahjussi, untuk semuanya." ujar Haechan tulus, pria tersebut menggeleng.
"Tak perlu berterimakasih, sudah sepantasnya aku melakukan hal itu. Saya yang harusnya berterimaksih." ujarnya dengan nada lembut nan tulus, di setiap kata terselip kasih sayang yang begitu besar.
"Terimakasih karna anda tetap bertahan di dunia ini, terimakasih karna anda masih membuka pintu maaf untuk mereka. Saya, sudah mengetahui semuanya. Anda... Benar-benar... Saya.. Tak tau harus mengatakan apa lagi.." tampak pria paruh baya itu meneteskan air mata, suara beratnya bergetar. Menambah kebingungan semua member. Namun mereka diam, tak memotong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fullsun~🌻
FanfictionTak pernah mereka lihat si Fullsun menitikkan air mata, namun hari ini, untuk pertama kalinya mereka menyaksikan kepedihan mendalam si Fullsun~NCT Wajah bahagia itu menyimpan banyak luka, menampung semua beban yang ada. •Brothership •NCT | WAYV •F...
