Piano |2|

3.6K 378 82
                                        

Yooo GUA DOUBLE UP DONG GUYSSS ^_^
Gimana? Seneng gak?
Hehe...
Jangan lupa vote nya yaaa...



$💎WARNING!!! BACA PIANO TERLEBIH DAHULU!!!💎$









~HappyReading~
~JanganLupaFollowAkunSaya~










Flashback.

Seorang wanita menatap nanar undangan di meja miliknya, haruskah ia pergi?

Kenapa takdirnya seperti ini? Kristal bening mengalir tanpa henti, hatinya terasa tercabik.

Ia terkhianati, bukankah di sini dirinya lah yang tersisih?

Ia usap perutnya yang masihlah rata, namun tinggal menunggu beberapa bulan, sebuah kehidupan akan ada di sana.

"Haruskah aku pergi? Tapi harga diriku..." ia berbisik pelan, air mata mungkin memang keluar dari sepasang manik Indah miliknya, tapi sebisa mungkin ia tahan semua isak tangis. Tak ingin di cap lemah.

Gadis yang dulu begitu sangat di segani oleh seluruh murid sekolah bahkan semua guru, harus menangis hanya karna sebuah undangan pernikahan.

.
.

Di sini lah dirinya sekarang, pernikahan seseorang yang begitu berarti baginya. Mungkin hanya sampai sini?

"Selamat." hanya satu kata dengan nada dingin juga bumbu datar keluar dari bibir tipis miliknya, mempelai wanita yang diucapi selamat olehnya menatap tak bersahabat.

"Lihat, aku menang Raein." desisnya, Raein, perempuan bersurai hitam dengan panjang sebatas bahu hanya menanggapi desisan itu datar. Ia tak terlalu ambil pusing.

"Terserah, dan kau–Zouji! Pulanglah ke rumah untuk ambil semua bajumu. Kau tau, aku muak melihat barangmu yang masih ada di rumah. Ingat, rumah itu sekarang milikku." desis nya tajam pada pria di depannya, tak ada yang memperhatikan mereka.

"Dasar istri tak tau diri." dengus Linyi–mempelai wanita– jengah, Raein mengedikkan bahu dan memilih pergi dari sana.

Dengan bahu tegapnya, ia pergi dari sana. Meninggalkan sang suami yang kini sudah mempersunting wanita lain. Menangis? Tidak. Air matanya sudah kering kemarin malam.

.
.

"Raein dengarkan aku... Sungguh kau harus bisa mengerti situasi kita saat ini..." Zouji terus berbicara pada Raein –Istri pertamanya– yang kini sibuk bermain piano tanpa menghiraukan dirinya di sana.

"Raein……… Hentikan dulu permainanmu... Kita harus berbicara sebentar..." kali ini pria itu memilih untuk memelas agar istri pertamanya mau menurut, tapi nyatanya, hal itu tak menggoyahkan permainan Indah milik Raein.

"RAEIN!!" habis sudah kesabaran pria yang menyandang dua istri tersebut, bentakan itu berhasil menghentikan permainan Raein.

"Apa yang kau inginkan kali ini? Apa kau belum puas mengasingkan diriku dan bayi itu ke tengah hutan seperti ini?" tukas Raein tajam membuat Zouji menghela nafas pendek.

"Kau tau apa yang ku inginkan Raein..." lirih Zouji, tanpa rasa malu ia meminta hal tersebut pada wanita di depannya.

Jelas sekali, Raein tau apa yang di inginkan pria itu. Ia hanya tersenyum kecil.Tentunya, tanpa sepengetahuan pria di sampingnya, kini Raein kembali sibuk dengan permainannya.

Fullsun~🌻Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang