Yo~~
Ada yang nunggu?
Ini lanjutan dari Part kemarin...
Jangan lupa Vote&Comment...
Sorry kalo gak bagus :(
~HappyReading~
~JanganLupaFollowAkunSaya~
Sebenarnya, apa yang ia lakukan di dunia ini sekarang?
Apa yang ingin dia raih juga capai?
Di saat situasi yang di inginkan tak sesuai!
Bodoh?
Ya, dia akui itu!
Jadi, untuk apa dia hidup?
Kebohongan.
Dia hidup dalam lingkaran setan.
Ini seperti dirinya membohongi semua orang di dunia, tentang kondisi dirinya.
Jika mereka tahu tentang kecacatan dirinya, apa mereka akan tetap ada di sisi Haechan?
Apa mereka akan tetap meneriak-kan namanya juga mengetik namanya di setiap karya mereka?
Haechan takut!
Bukankah tak seharusnya dia bernyanyi dalam kondisi cacat seperti ini?
Haechan rasa dia memang tak pantas!
Seharusnya dia duduk manis di kamarnya, bukan malah menari juga bernyanyi di atas panggung seperti ini!
Haechan harusnya puas dengan hanya bisa melihat juga bicara!
Humoris?
Topeng yang sangat berguna bagi Haechan.
Ia berhasil meniru semua buku yang di bacanya, dan jangan lupakan semua film lawak itu.
Merepotkan.
Haechan hanya bisa merepotkan semua orang.
Benar, dia tak berguna!
.
.
"Aku hanya orang cacat yang selalu menyusahkan hiks, selama comeback ini kalian selalu kubuat susah hiks." isak Haechan malu, semua menghela nafas dan menggeleng.
"Tidak Haechan, harusnya kami yang malu, bagaimana bisa kami tak mengetahui hal ini! Padahal kita sudah bersama selama 4 tahun." Taeyong berkata lembut, Haechan menggeleng. Mengisyaratkan jika mereka tak salah.
"Aku memang menyembunyikannya dari kalian, karna aku takut..." Haechan berkata lirih, "Kau tau, kami tak akan pernah membencimu hanya karna ini..." sahut Johnny dan membawa anak beruang itu ke pelukannya.
"Haechan, kau belum menjawabku! Siapa yang beteriak padamu?" Doyoung masih mengorek informasi, "Kenapa tidak kita lihat di CCTV?" semua melebarkan mata mendengar celetukan Jungwoo.
"Benar juga!" teriak Renjun, Haechan kembali menggeleng.
"Tidak~ Jangan... Kumohon... Dan lupakan hal ini... Aku... Aku..." semua menatap Haechan sendu, "Baiklah, kami tak akan memaksa..." ujar Taeil membuat Haechan tersenyum haru.
"Hah... Jika aku tau siapa, mereka sudah pasti habis!" Yuta berdesis tak suka,
.
.
Hidup?
Anak itu hidup dalam gelap.
Tak pernah bisa ia injak rumput di halaman depan, bahkan untuk membuka pintu kamar pun ia segan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fullsun~🌻
FanficTak pernah mereka lihat si Fullsun menitikkan air mata, namun hari ini, untuk pertama kalinya mereka menyaksikan kepedihan mendalam si Fullsun~NCT Wajah bahagia itu menyimpan banyak luka, menampung semua beban yang ada. •Brothership •NCT | WAYV •F...
