14

178 28 0
                                        

Bel sekolah sudah berdering. Kini dikelas Zahra memang sedang gaduh-gaduhnya. Apalagi pulang tanpa guru. Dipintu pun mereka berdesak-desakkan. Karena ingin segera memulangkan dirinya ke rumahnya masing-masing.

Zahra seperti biasa. Menunggu abangnya di di depan gerbang sekolah. Aisyah sudah terlebih dahulu pulang, entah karena ada hal yang memang diharuskan, atau apa. Tapi yang jelas sikap Aisyah memang beda. Mungkin setelah berbicara dengan Azam. Ia jadi seperti ini.

Zahra tak memusingkannya.

Ting!

Suara ponsel Zahra berbunyi.

Pesan dari abangnya membuat dirinya cemberut!

Rey mengabarkan jika ia tak bisa menjemput dirinya. Tugas kuliah sedang menumpuk, mau tidak mau Zahra harus pulang sendiri.

Gerombolan motor keluar dari gerbang. Siapa sangka, ternyata itu Aldi dan teman-temannya. Mereka mengendarai motornya masing-masing. Tapi tidak dengan Jessica, yang dibelakangnya sudah ada Amel yang menumpangi motornya.

Mereka terhenti di depan Zahra berada. Terlebih Aldi yang lebih dekat dengan keberadaan Zahra. 

"Mau bareng gak lo!?" Tanya Aldi dengan ketus.

Zahra menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau! Apalagi naik motor berdua saja dengan Aldi. Jika abangnya tahu, bisa marah besar.

Aldi melirik lagi ke arah Zahra. Kemudian ia melajukan motornya lagi. Teman-temannya sudah berada dibelakangnya. Yang mengikuti dari belakang.

"Akhirnyaa.. kamu pergi juga Al!" Kata Zahra dengan lega.

Siapa sangka! Baru saja Zahra ingin menyebrangi jalan. Aldi sudah berada di depannya lagi. Zahra benar-benar kaget! lelaki ini memang tidak bisa di duga.

Aldi mematikan motornya. Dan ia membuka helmnya.

"Ayo pulang bareng gue!" Tegas Aldi menajamkan tatapan.

Zahra sekali lagi menggeleng. Ia tak mau pulang dengan Aldi. Apalagi ini motor ninja. Motor yang bisa dibilang cukup besar. Nanti bila ia modus, gimana? Bisa bahaya juga kan?

Baiklah.. untung saja ada taxi lewat. Sehingga membuat Zahra melambaikan tangannya. Dan membuat taxi itu terhenti.

Zahra memasuki taxi itu. Aldi pun tak mau kalah. ia pun memasuki taxi yang ditumpangi Zahra juga.

Memang benar-benar Aldi membuat Zahra sedikit kesal. Seharian ini Zahra memang bisa dibilang cukup dekat dengannya.

"Pak! Zahra mau turun aja. Jadi jangan dulu jalan." Ucap Zahra yang memang tak mau semobil dengan Aldi.

"Pak jalan aja pak!" Aldi menatap tajam.

"Pak gausah pak!"

"Udah pak jangan dengerin omongan dia pak, jalan sekarang!"

"Jangan pak!"

"Jalan pak!" Tatapan Aldi lebih tajam dari sebelumnya.

"Aduuuuhhhh.. saya pusing nih. Gatau saya harus milih siapa." Kata pak supir taxi.

"Saya aja pak! Gausah dengerin kata cewek ini!" Aldi melirik dengan tatapan masih tajam. Memang aldi tak bisa dibuat main-main. Zahra hanya menghela nafas. Ia kalah dari cowok menyebalkan itu!

"Jadi tujuannya mau kemana?" Tanya supir.

"Jawab tuh! Rumah lo dimana?" Ucapan Aldi memang secuek ini. Tidak dengan Azam yang sudah ganteng, kalem lagi.

Ehh ehh.. kenapa disaat gini. Bisa-bisanya berpikiran dengan Azam? Sadar ra sadar! Kamu jangan terlalu berharap lebih.

"Dijalan mawar pak." Kata Zahra.

Fatimah Azzahra Ramadhani (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang