19

171 25 0
                                        

Hari sabtu hari liburnya anak sekolah. Azam menyempatkan dirinya untuk berbelanja dipasar. Tumben sekali? Kemungkinan besar hal seperti ini sangat jarang dilakukan oleh seorang laki-laki.

Bukannya tak apa. Ibunya Azam, bu Runi. Sedang tak enak badan. Jadi Azam kepingin yang berbelanja dirinya. Karena tak tega melihat ibunya yang sedang sakit itu.

Ia bingung sampai harus berbelanja apa. Mungkin tidak terbiasa. Jadi, ia sampai berpikir-pikir terlebih dahulu.

Apa yang mau dimasak nanti? Melihat ayam sudah terbiasa. Melihat ikan, sudah terbiasa juga.

Azam mengelilingi pasar. Ia ingin mencari tahu tempe untuk menu makan pagi ini. Sederhana, tapi rasanya sangat enak juga kan? Apalagi ditambah sambal.. wahh!! Mantap itu. He-he.

Azam menemukan pedagang tahu-tempe. Ia menuju ke sana.

"Bu, tahunya berapa?" Ucapan Azam dan seseorang yang secara bersamaan itu. Membuat Azam menoleh.

"Zahra?"

"Azam?"

"Kenapa ada disini?" Tanya Zahra.

"Belanja"

Aneh. Azam berbelanja? Pasti ia bersama ibunya. Mungkin, ia hanya mengantar.

"Gak sama ibu?" Tanya Zahra.

"Enggak. Ibu lagi sakit." Kata Azam.

"Maa syaa Allah. Syafakillah buat ibu."

Azam hanya mengangguk.

"Mau beli tahu neng? Masnya juga?" Tanya ibu-ibu yang menjual tahu tempe itu.

"Iya bu. 2 bungkus tahu berapa ya, bu?"

"Sama tempenya beli 3 ya bu" kata Zahra.

"Ini ya neng. Semuanya 12 ribu aja." Kata sang ibu.

"Ini uangnya 15 ribu. Gapapa gak usah dikembaliin." Zahra memberikan uangnya.

"Terima kasih ya neng."

Zahra melihat Azam yang menatap dirinya.

"Zam, mau beli tahu tempe gak?" Tanya Zahra.

"Mmm.. boleh."

"Mau di samain aja belinya?" Tanya nya lagi.

"Iya"

"Bu beli lagi ya. Samain aja kayak tadi." Ucap Zahra.

"Ini" kata ibu itu. Dan Zahra memberikan uang 15 ribu juga. Kepada ibu penjual tahu tempe.

"Makasih ya neng. Neng baik banget."

Zahra hanya membalas dengan senyuman. "Permisi dulu ya bu, Assalamualaikum." Pamit Zahra dan Azam.

"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh" jawab ibu itu.

Zahra dan Azam masih di dalam pasar. Mereka berjalan berdampingan. Menjaga jarak juga.

"Saya kurang tahu dengan belanja. Boleh gak saya samain saja belanjanya dengan kamu." Kata Azam yang dengan kebingungan. Habis, ia tak mengerti tentang pekerjaan wanita. Maklum, ini baru pertama kalinya.

"Boleh. Zahra mau beli sayur bayem. Kamu boleh beli juga. Kan, ibu lagi sakit. Jadi bagus makan sayur." Kata Zahra yang sudah berjalan dahulu. Azam mengikutinya dari belakang.

Zahra dan Azam sampai ditempat pedagang sayur bayam. Mereka membelinya. Dan mereka juga membeli jagung, untuk melengkapi sayur bayem yang akan dimasak nanti.

Sesudah mereka membelinya. Mereka berpikir belanja mereka sudah cukup.

"Ini belanjanya segini saja?" Tanya Azam.

Fatimah Azzahra Ramadhani (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang