Perpisahan sekolah tiba..
Setiap tahun, setiap sekolah pasti melaksanakan perpisahan. Dengan acara yang sederhana ini. Murid pun hanya memakai baju seragam. Tak lupa cukup menghadirkan orang tua atau wali murid untuk doa bersama. Mereka diwajibkan untuk hadir.
Siswa kelas XII sudah duduk ditempat yang khusus untuk mereka. Dan kepada wali murid pun sudah duduk disamping kanan putera dan puteri mereka.
Acara sudah dimulai. MC dan semua orang mengucapkan basmalah. Untuk melancarkan acara ini sampai akhir nanti. Kemudian sambutan kepada kepala yayasan sekolah, kepala sekolah, dan guru-guru.
Menginjak acara yang kedua. Dari kepala sekolah. Ingin menyampaikan sesuatu.
Pak Erik Santoso. Sudah menaiki panggung. Dan menghampiri podium.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." Salamnya.
"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh." Jawab semua orang.
"Yang saya hormati. Kepala yayasan sekolah kita. Pak Agus Salim. Yang saya hormati juga guru-guru semua. Dan walid murid kas XII. Yang sudah disempatkan untuk bisa hadir.
"Pertama saya mengucapkan selamat. Kepada kakak kelas yang sudah melalui tahapan dengan baik. Sehingga bisa mencapai garis akhir terbaik. Yaitu lulus, dari sekolah ini."
"Dan saya juga mau mengucapkan. Terimakasih kepada bapak/ibu wali murid. Karena bapak ibu sudah sukses menghantarkan anak-anak bapak ibu untuk menyelesaikan sekolah"
"Mungkin tidak sampai disini. Bila ada rezeki atau ingin bersungguh-sungguh. Kakak kelas ini saya harap bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Serta bisa mengamalkan ilmunya. Aamiin. InsyaAllah yaa.."
"Mungkin itu saja sambutan dari saya. Apabila ada kesalahan dalam tindakan dan ucapan. Saya mohon maaf. Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."
"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh." Jawab semua orang.
Sambutan dari kepala sekolah sudah. Kini MC mengatakan juara umum yang akan diraih oleh siswa terbaik.
"Juara umum. Diraih oleh..."
Jeng jeng jeng!!🤣
"Fatimah Azzahra Ramadhani." Sang MC mengucapkan nama Zahra. Membuat Zahra terkejut. Bunda, Ayah, dan abangnya. Menatap sembari menyunggingkan senyumnya padanya.
"Fatimah Azzahra Ramadhani. Dan.. Fachrul Azam Ramadhan." Semua tepuk tangan meriah. Bu Runi dan pak Ali menatap Azam. Dan menampilkan senyum mereka. Melihat bangga sang putera memiliki tingkat prestasi yang tinggi.
Zahra dan Azam melirik sekilas. Zahra menyembunyikan senyumnya. Sedangkan Azam, ia mengucap syukur. Karena telah mendapatkan juara umum.
"Dipersilahkan untuk Fachrul Azam Ramadhan. Dan Fatimah Azzahra Ramadhani untuk menaiki panggung." Ucap sang MC.
Kemudian Azam dan Zahra. Menaiki panggung. Mereka menerima penghargaan berupa piala. Yang diberikan oleh pak Erik. Selaku kepala sekolah SMA MERAH PUTIH.
Semua bersorak dan bertepuk tangan. Terlebihnya, kedua orang tua mereka. Pasti sangat membanggakan putera dan puteri mereka. Yang berhasil meraih juara umum disekolah mereka.
Dan tak lupa semua guru. Menaiki panggung. Dan mengucap selamat atas prestasi murid membanggakan disekolah SMA MERAH PUTIH.
Semua guru berbaris. Dan sang photograper bersiap untuk memoto mereka. Azam dan Zahra terbilang cukup dekat. Karena sang photograper meminta untuk sedikit dekat.
Azam dan Zahra kelihatan kaku saat mereka ingin difoto. Membuat Rey tersenyum-senyum sendiri. Aldi yang melihatnya hanya menahan sesak di dadanya. Ia pun cukup tersenyum juga. Akibat Zahra berhasil memenangkan juara umum.
Aisyah memasang wajah kecewa. Ia merasa cemburu. Dengan Azam dan Zahra memenangkan juara umum disekolahnya. Dan juga berjarak dekat akibat foto bersama.
Guru dan semuanya diminta untuk turun dari panggung. Kini hanya Azam dan Zahra yang diperbolehkan untuk berada diatas panggung. Dikarenakan akan foto berdua.
Suasana diatas panggung membuat keduanya menjadi canggung. Photograper terus meminta agar Azam sedikit bergeser pada Zahra. Karena jarak terlalu renggang.
Sudah bergeser sedikit dekat dengan Zahra. Diantara keduanya tak ingin menampilkan senyum mereka. Membuat sang photograper pun seperti kualahan.
Sehingga membuat Azam dan Zahra menampilkan senyum manis mereka. Keduanya terlihat sangat serasi.
Tetapi Azam menginjak roknya. Membuat Zahra tak bisa bergerak.
"Zam roknya keinjak." Ucap Zahra perlahan.
Azam menautkan halisnya. Azam tak mendengar ucapan Zahra, akibat suara semua orang sedikit ramai.
Tangan Azam ia menyilangkan ke belakang. Dan membuat ia mencodongkan telinganya ke wajah Zahra. Dan membuat Zahra tersenyum ceria. Zahra tergelak tawa.
Azam mendengar tawa Zahra. Membuat jantungnya berdegup. Tawa bahagia. Zahra tak pernah tawa sebahagia ini.
Azam juga sedikit tertawa. Keduanya terlepas tawa dipanggung. Tak menyangka sang photograper sudah menjepret mereka.
Zahra menatap tak percaya. Dilihat-lihat Azam sangat tampan jika tertawa lepas seperti ini. Mungkin ini hari pertama dan terakhir ia melihat senyum ceria Azam.
Azam menghentikan senyumnya. Ia melihat sekejap ke arah Zahra yang terlihat kaku.
"Kenapa?" Tanya Azam.
"Rok Zahra zam" Akhirnya Azam menatap ke bawah. Dimana kakinya menginjak rok Zahra. Membuat Azam langsung mengangkat kakinya.
"Afwan." Ucapnya merasa bersalah. Membuat Zahra mengangguk.
"Kita masih terus disini ra?"
"Ayo turun." Kemudian Azam dan Zahra baru saja ingin turun dari panggung. Tetapi, sang MC mengatakan bahwa mereka akan difoto lagi.
Tetapi sang orang tua mereka yang ikut. Bu Runi, Pak Ali, Bunda Rita, Ayah Rama, dan Rey, menaiki panggung.
Jarak membuat mereka berdekat lagi. Raut wajah diantara keduanya masih saling kaku. Tetapi mereka tak memusingkannya. Akhirnya mereka menampilkan senyumnya.
"Berasa kayak keluarga ya bu." Ucap Bunda Rita pada Bu Runi. Kemudian Bu Runi menganggukinya.
Semuanya tersenyum. Kini keluarga Azam yang berfoto lebih dahulu. Kemudian, keluarga Zahra yang difoto.
Dan semua turun dari panggung. MC mengatakan bahwa. Surat kelulusan akan dibagikan. Panitia sudah membagikan surat kelulusan kepada siswa kelas XII.
Dan siswa kelas XII menerimanya. Dan membuka surat kelulusan mereka.
____
Fatimah Azzahra Ramadhani ada cover baru nih!
Kira-kira bagus ga?
KAMU SEDANG MEMBACA
Fatimah Azzahra Ramadhani (END)
Fiksi RemajaNamanya Fatimah Azzahra Ramadhani. Seorang wanita yang cukup berilmu dalam agama. yang memilik wajah cantik, tapi ia selalu berkata "Percuma wajah cantik tapi tak berakhlak baik" Kadang memang sekarang. Wanita hanya berlomba-lomba untuk menjadi can...
