Sore hari keluarga Rama. Menyiapkan acara untuk syukuran Zahra. Mereka memilih untuk mengaji bersama selepas isya nanti. Beserta tamu undangan yang sudah mereka undang.
Zahra dan Bundanya. Sedang menyiapkan kotak nasi yang sudah siap dengan jumlah hanya 50 itu. Mereka tak banyak membuatnya. Karena hanya tetangga yang di undang.
Rey dan Ayahnya. Menyiapkan tikar dan menyiapkan Al-Qur'an yang sudah di siapkan di rak terdekat itu. Dan tak lupa Rey menyiapkan buah-buahan yang sudah tertata rapih dipiring-piring juga.
Sampai akhirnya. Adzan maghrib tiba. Akhirnya semua telah selesai tertata rapih. Ayah dan Rey menghampiri keberadaan Zahra dan Bundanya.
"Yang di depan semuanya udah beres bun." ucap Rey terduduk di kursi dapur.
"Alhamdulillah"
"Yuk Rey. Kita ke masjid." Ajak Ayah yang sudah melengos pergi ke kamar.
Rey pun sama pergi ke kamarnya.
Selepas shalat maghrib. Mereka berkumpul di ruang tamu. Berbincang tentang persiapan syukuran Zahra itu.
"Ngomong-ngomong. Azam di undang gak?" Tanya Rey kepada Ayahnya. Dan membuat Zahra mendongak menatap abangnya itu.
"Boleh. Zahra nanti kabarkan Azam ya." Ucap Ayah yang hanya di angguki oleh Zahra.
Zahra membuka ponselnya. Ia mulai mengetikkan pesan untuk Azam.
Di tempat Azam.
Ia sedang berdzikir. Tetapi ponselnya bergetar. Menandakan ada pesan masuk. Lalu Azam mengambilnya. Dan membuka isi chat tersebut.
"Assalamualaikum, Zam. Nanti habis sholat isya. Datang ke rumah Zahra yaa.. Zahra lagi ngadain syukuran. Zahra harap Azam bisa datang."
Fatimah Azzahra Ramadhani
Azam sudah membacanya. Ia berpikir sejenak. Syukuran apa? Apa acara yang di adakan keluarga Zahra.
Azam mulai mengetik. Lalu ia membalas pesan dari Zahra itu.
"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh. In syaa Allah ra."
Fachrul Azam Ramadhan
Ponsel Zahra berdenting. Mungkin pesannya dibalas oleh Azam. Benar saja. Isi chatnya tertera nama Azam disana. Lalu Zahra membacanya.
Zahra mulai mengetiknya. Dan dikirim kepada Azam.
"Ajak orang tua Azam. Bisa?"
Fatimah Azzahra Ramadhani
"In syaa Allah. Nanti akan di usahakan. Sudah isya sebaiknya shalat terlebih dahulu. Assalamualaikum."
Fachrul Azam Ramadhan
Chat dari Azam sudah Zahra baca. Lalu mengetiknya lagi.
"Na'am. Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh."
Fatimah Azzahra Ramadhani
Chat dari Zahra membuat Azam hanya melihatnya. Ia melanjutkan untuk shalat isya. Kebetulan ia masih punya wudhu. Jadi tinggal melangsungkan shalatnya saja.
Setelah menyelesaikan shalatnya. Azam bersiap-siap. Ia memakai jubah putih serta kopyah putih. Dan tak lupa sorban yang sudah siap dibahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fatimah Azzahra Ramadhani (END)
Teen FictionNamanya Fatimah Azzahra Ramadhani. Seorang wanita yang cukup berilmu dalam agama. yang memilik wajah cantik, tapi ia selalu berkata "Percuma wajah cantik tapi tak berakhlak baik" Kadang memang sekarang. Wanita hanya berlomba-lomba untuk menjadi can...
