63

184 18 0
                                        

Zahra baru saja selesai mengajar di kelas XII santri putri. Kini ia mau mencari keberadaan Ning Anisa serta Lisa, Laila. Zahra mau mengajak untuk memasak. Ini sudah pukul 09:00. Jadi, waktunya untuk memasak."

Tapi mungkin mereka masih mengajar. Sehingga, Zahra akan menyusuli ke kelas para santri putri. Zahra sedang di koridor santri putra. Ia menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Azam di kelas XII santri putra.

Zahra juga melihat para santri putri yang berada di jendela kelas pesantren XII putra. Zahra menghampiri para santri itu. Ia mau menanyakan bagaimana bisa para santri ini berkeliaran di jam pelajaran.

"Assalamualaikum." Salam Ustadzah Zahra yang mengejutkan para santri mengintip kelas santri putra.

"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh." Jawab lima santri putri.

"Kenapa ada di kelas santri putra?."

Para santri putri itu saling melirikkan mata mereka satu sama lain.

"K-kaburrr!!!!!!" Ucap salah satu santri putri yang bernama Zuhaira.

Lalu santri putri yang lainnya berlari mengikuti Zuhaira yang kabur duluan.

Azam serta santri putra yang berada di dalam kelas mendengar suara rusuh di luar. Akhirnya Azam memutuskan untuk keluar.

Azam melihat Zahra yang menatap kepergian para santri putri itu.

"Assalamualaikum, ini ada apa ribut-ribut tadi?" Ucap Azam membuat Zahra terkejut.

Zahra hanya melirik ke arah samping. "Biasa, santri putri mengintip kelas santri putra. Padahal ini masih jam pelajaran lho.. "

Azam sedikit tersenyum. "Mungkin mereka mau lihat saya kali."

Sontak Zahra membalikkan tubuhnya ke belakang. Lalu mengalihkan pandangannya ke samping.

Azam lagi-lagi tersenyum melihat tingkah Zahra.

"Saya mau masuk dulu. Mau melanjutkan mengajar."

"Oh ya, apa sudah masak?" Tanya Azam.

"B-belum. Ini baru mau nyamper Ning Anisa."

"Itu ada di belakang." Ucap Azam sambil menaikkan dagu dan menatap pada tiga wanita yang berjalan menuju ke arah mereka.

Zahra membalikkan tubuhnya lagi. Menatap Ning, Lisa, Laila yang berjalan menuju padanya.

"Yasudah, kamu masuk." Ucap Zahra membuat jantungnya sudah berdegup kencang. Bisa-bisanya ia mengatakan kamu lagi. Bukan kah ia harus mengatakan Ustadz. Tapi entah kenapa ia lebih nyaman dengan sebutan itu. Hatinya merasa sangat senang. Ada apa ini?

Azam tersenyum ketika Zahra mau memanggilnya dengan kamu lagi.

"Syukron, saya masuk dulu. Assalamualaikum."

"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh." Setelah mengucap salam itu. Ning Anisa dan yang lainnya sudah berada di sampingnya.

"Ehemm!!" Ucap Ning Lisa.

"Kayaknya semakin kesini. Ustadzah cocok lho.. sama Ustadz Azam." Ucap Ning Anisa.

Ucapan dari Ning Anisa membuat Zahra hanya tersenyum di balik cadarnya.

Lalu ke empat wanita itu menuju dapur untuk memasak.

_____

Azam hari ini bagian mengajar ceramah. Jadi ia mau membahas tentang nikah muda. Woahh!! Belum menikah, tapi mungkin sudah banyak pelajaran ya? Hihi!! Bentar lagi mungkin Ustadz tampan mau sold out. Sehingga mau membahas tentang nikah muda.

Fatimah Azzahra Ramadhani (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang