43

176 21 0
                                        

Para pengajar sekaligus pengurus pesantren Nurul Huda. Serta santriawan dan santriwati. Mereka semua baru saja menyelesaikan shalat isya secara berjamaah.

Aisyah langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat. Karena ia lelah sekali hari ini. Jadi , ia memutuskan untuk istirahat lebih dulu.

Kamar Zahra yang berada disebelah milik Aisyah. Zahra masuk ke dalam kamarnya. Ia meletakkan mukenanya selesai shalat tadi. Lalu, ia merasa tak mengantuk. Ia ingin mencari udara segar terlebih dahulu. Seketika ia menutupkan pintu kamarnya. Dan berjalan untuk menuju taman pesantren. Disana tempat yang indah. Jadi, ia memutuskan untuk ke sana.

Taman ini taman yang Zahra hafal lebih dulu. Dibandingkan dengan ruangan-ruangan yang lainnya. Mungkin tempatnya sangat indah. Sehingga ia cepat untuk menghafalnya. Karena terdapat banyak bunga. Serta lampu-lampu di atasnya.

Zahra mematung ditaman tersebut. Udara malam meskipun terasa dingin. Tapi ia suka untuk di nikmatinya.

Ustadzah Zainab melihat sosok Zahra tersebut. Lalu ia memutuskan untuk menghampirinya.

"Assalamualaikum." Salam Ustadzah Zainab.

Zahra menoleh pada orang yang disampingnya. Ternyata Ustadzah Zainab.

"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh." Jawabnya.

"Tidak istirahat? Bukannya ini sudah malam?" Tanya Ustadzah dengan ramah.

Zahra menggelengkan kepala. "Belum mengantuk Ustadzah, tapi sebentar lagi. Pasti Zahra masuk kamar kok."

"Jangan malam-malam yaa.. nanti sakit. Gak baik angin malam. Kan disini udaranya dingin."

"Iya Ustadzah."

"Yasudah saya pamit dulu. Assalamualaikum." Pamit Ustadzah Zainab.

"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh."

Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Zahra masih saja berada ditaman tersebut. Ia masih menikmati keindahan taman pesantren itu.

Matanya sudah mengantuk. Ia pun sudah menguap kecil. Sebaiknya ia istirahat. Ini juga sudah malam. Lalu, ia meninggalkan taman tersebut. Dan memutuskan untuk ke kamarnya.

Saat dalam perjalanan ia melihat ke bawah. Ada seekor anak tikus. Lalu, ia sedikit mundur. Zahra takut dengan binatang tersebut. Ia sedikit geli. Bagaimana ini? Ia merasa sangat takut.

Anak tikus itu malah mendekati Zahra. Zahra semakin memundurkan langkahnya. Dengan terus memundurkan langkahnya, tanpa tak sengaja. Ia sampai menabrak seseorang.

Zahra langsung menoleh. Azam!. Ia bersembunyi dibelakang Azam. Membuat Azam menatap aneh pada Zahra.

"Afwan, di depan ada anak tikus. Zahra takut." Ucap Zahra dengan menunduk. Karena ketakutan.

Azam menatap anak tikus tersebut. Azam tersenyum kecil. Rupanya ia takut dengan anak tikus ini, pikirnya. Lalu, Azam mengambil ranting kayu. Dan mengusir anak tikus itu secara perlahan. Tak membutuhkan waktu lama. Akhirnya anak tikus itu sudah pergi. Dan Azam membuang ranting kayu tersebut.

Azam menatap Zahra yang masih menunduk. Terlihat masih ketakutan.

"Sudah malam. Kenapa keluyuran?" Tanya Azam.

Zahra masih menunduk. Ia masih berpikir jika anak tikus itu masih ada di depannya.

"Tikusnya sudah pergi."

Zahra mendongak. Ia menatap ke depan. Syukurlah anak tikus itu sudah tidak ada.

"Pertanyaan saya belum dijawab." Azam mengulang pertanyaannya. Yang belum terjawab oleh Zahra.

"Zahra tadi hanya menikmati angin malam."

"Lebih baik masuk kamar. Gak baik seorang perempuan keluyuran malam-malam. Selamat istirahat. Assalamualaikum." Azam pamit. Ia meninggalkan Zahra.

Apa? Azam mengucapkan selamat istirahat padanya? Zahra tersenyum kecil. Azam masih perhatian padanya. Tapi ia juga tak boleh memikirkannya terlalu jauh. Tidak baik. Mungkin saja Azam sudah punya pendamping. Pikirnya.

Zahra melanjutkan perjalanannya lagi. Sudah sampai dengan kamarnya. Lalu ia masuk, dan merebahkan tubuhnya diranjangnya.

Ia menatap langit-langit kamarnya. Masih tak menyangka dengan situasi sekarang. Ia pun cukup terkejut dengan semua ini. Dengan sekebetulan ini. Ia sampai-sampai bertemu lagi dengan sosok lelaki yang ia cintai itu. Bahkan selama 4 tahun ini. Rasanya tak pernah hilang untuk lelaki shaleh itu.

Fatimah Azzahra Ramadhani (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang