Panggilan seseorang membuat Aldi bangkit dari tidurannya itu. Ia membuka pintu kamarnya. Ternyata mamahnya.
"Udah pulang? Malam ini ikut mamah sama papah ya.. makan malam." Ucap Dina dengan nada lembut.
"Gak ah males!" Singkat Aldi.
"Ayoo dong.. papah sama mamah makan malam dengan teman perusahaan papah. Ada anak mereka juga kok. Nanti kamu enggak kesepian disana. Mau yah?" Kali ini Dina pasti akan berhasil.
Aldi hanya menganggukinya.
Dina pun tersenyum lebar.
Aldi akhirnya mandi dan bersiap-siap untuk ikut mamah papahnya itu. Selepas mandi, ia memilih baju putih polos dan jaz berwarna navy. Yang begitu cocok dikenakan untuknya. Setelah itu, ia merapihkan rambutnya. Ketika sudah rapih semua. Aldi turun, untuk menyusuli papah dan mamahnya yang sudah siap itu.
"Anak mamah ganteng banget." Dina memuji anaknya itu dengan nada sangat lembut.
"Yaudah yuk, keburu malam." kata Pradika.
Keluarga Pradika sudah sampai lebih dulu. Ditempat cafe yang termahal di jakarta. Yaa.. perusahaan-perusahaan besar, akan kumpul dicafe ini.
Mereka lalu duduk. Dan menunggu kehadiran yang lain.
Selanjutnya.. keluarga Pradista yang sudah datang. Jessica dan papih mamihnya. Dan keluarga Ivania. Keluarga Ediyana. Keluarga Diantoro. Mereka sudah mulai datang.
Kini Aldi ada teman untuk bicara. Terlebihnya lagi, teman-temannya. Jessica, Amel, Ervan dan Yoga. Mereka ada disana berkumpul. Berkumpul dengan orangtua mereka masing-masing.
"Apa kabar pak Pradika?" kata Pradista. Papihnya Jessica.
"Alhamdulillah baik." Jawabnya.
"Gimana yang lainnya, sehat juga kan semuanya?" Lanjut Pradika.
Hanya diangguki oleh mereka saja.
"Oh ya.. pak Rama belum datang?" Tanya Diantoro papihnya Ervan.
"Belum kayaknya." Jawab Pradika.
"Mungkin macet kali" kini Ediyana yang ikut menimbrung. Papahnya Yoga.
"Biasalah jakarta. Ya kan?" Kata Ivan papihnya Amel.
"Oh iya. Ngomong-ngomong Rama bawa anaknya gak ya? Saya dengar-dengar anaknya ada yang perempuan." Tanya Pradika kepada teman-teman perusahaannya itu.
Pradista menjawab dengan bahu acuh. Ediyana dan Ivan yang dengan menggeleng. Menandakan arti tidak tahu.
"Iya. Saya juga belum tahu anaknya pak Rama. Kita lihat saja nanti ya." Kata Diantoro.
Sudah bercakap-cakap selama 10 menit. Akhirnya keluarga Rama datang. Semua sorot mata tertuju kepada keluarga Rama. Terlebih Aldi sangat tak menyangka bisa menemui sosok wanita yang akhir-akhir ini membuatnya terus kepikiran.
Keluarga Rama. Adalah Zahra, Rey, dan Ayah Bundanya. Ayahnya yang bernama Rama. Perusahaan terbesar juga yang ada dijakarta.
Zahra terkejut. Bisa-bisanya ia terus bertemu dengan lelaki yang menyebalkan ini.
Terlebihnya lagi Zahra dan Aldi sama-sama memakai baju dengan warna yang sama. Benar-benar aneh. Mungkin hanya kebetulan. Jadi, mereka bertepatan memakai baju dengan warna yang sama.
"Wahh.. pak Rama sudah datang." Pradika mulai memeluk Rama dan berjabat tangan.
Yang lainnya pun senang ada kedatangan Rama. Dan berjabat tangan pula.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fatimah Azzahra Ramadhani (END)
Teen FictionNamanya Fatimah Azzahra Ramadhani. Seorang wanita yang cukup berilmu dalam agama. yang memilik wajah cantik, tapi ia selalu berkata "Percuma wajah cantik tapi tak berakhlak baik" Kadang memang sekarang. Wanita hanya berlomba-lomba untuk menjadi can...
