17

167 22 0
                                        

Hari ini adalah bagian jamnya olahraga. semua siswa kelas XII IPA 1 sudah siap dilapangan. Mereka diperintahkan oleh pak Hasan untuk melakukan pemanasan. Setelah melaksanakan pemanasan dengan waktu yang hanya diberikan 5 menit itu.

Mereka diperintahkan kembali untuk berlari mengelilingi lapangan sebanyak 5x.
Setelah mengelilingi lapangan dengan waktu 10 menit. Kini yang laki-laki diperbolehkan untuk main basket. Sedangkan yang perempuan. mereka bisa juga bergabung dengan laki-laki. Dan bisa juga untuk memainkan bola volly.

Zahra dan Aisyah. Mereka hanya bermain bola volly. Untuk perempuan yang lainnya. Ada saja yang berteduh dipohon. Dengan mengibas-ngibaskan tangannya agar untuk menghasilkan angin.

Setelah melakukan olahraga selama 2 jam itu. Kelas mereka akhirnya telah selesai bagian jam pelajaran pak Hasan. Yaitu guru olahraga.

Mereka diberi waktu istirahat hingga 20 menit. Karena memang jam pelajaran pak Hasan tidak sepenuhnya habis. Ia menyisakan sedikit waktunya untuk mereka beristirahat sejenak.

Aisyah meminum air yang dibelinya tadi. Ia membaginya kepada Zahra. Zahra mengambilnya. Lalu dia meminumnya. Setelah itu ia mengucapkan makasih kepada Aisyah.

"Oh ya ra, aku boleh ngomong gak?" Tanya Aisyah sambil melirik ke arah Zahra.

"Ngomong apa?"

"Menurut kamu Azam gimana?"

Zahra langsung melirik Aisyah. "Maksudnya?" Zahra tak mengerti dengan Aisyah. Kenapa ia tiba-tiba menanyakan soal Azam kepadanya.

"Yaa.. menurut kamu aja. Azam gimana orangnya?"

"Masa nanya ke Zahra sih syah. Kan kamu kenal lama sama Azam. Aku yaa.. gak sepenuhnya tahu" kata Zahra.

"Iya si. Tapi kan dulu masih kecil. Sekarang kan udah gede, hehe." Kata Aisyah dengan sedikit menyengir.

"Yaudah yuk, mending sekarang kita ganti baju aja deh. Daripada nanti telat." Usul Zahra.

"Yuk!"

Kini Aisyah sudah mengganti bajunya dengan seragam putih. Aisyah masih menunggu Zahra yang belum juga keluar dari toilet.

Tak lama, Zahra pun keluar. Dan menuju ke arah Aisyah.

"Yuk ke kelas. Udah beres semua kan?" Tanya Aisyah.

"Duluan aja syah. Zahra mau ngerapihin loker sebentar. Takut nunggu lama, kamu ke kelas duluan aja."

"Gapapa?"

"Iya"

"Yaudah, aku duluan. Assalamualaikum" pamit Aisyah.

"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh"

Zahra mulai membereskan lokernya. Sebenarnya tidak terlalu banyak barang di dalamnya. Hanya sedikit berantakan. Tapi Zahra cukup rajin. Ia tidak bisa melihat barang yang acak-acakan. Macam kapal pecah. Ia selalu berkata seperti itu jika ada barang yang tak rapih.

Yaa.. memang wanita harus seperti itu. Rajin dan terlihat rapih. Bukan hanya pintar saja bagi seorang wanita. Tetapi terlihat bersih dan rapih pun harus.

Jika berpenampilan kurang rapih. Apa kata orang nanti? Mereka pasti menilainya seorang itu tidak rajin. Benarkan?

Oke baiklah. Kita cukupkan terlebih dahulu.

Setelah Zahra membersihkan lokernya. Tak cukup banyak waktu juga. Zahra akhirnya beres. Ia menutup lokernya. Dan pergi untuk menuju kelasnya.

Ia bertepatan dengan Aldi. Aldi pun sedang berjalan. Ia baru saja mengganti bajunya. Aldi berada disampingnya. Mungkin hanya berjarak sekitar satu meter lebih.

Fatimah Azzahra Ramadhani (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang