Line -64-

174 28 14
                                        


.
.
.

#-#-#

" Kenapa anda menceritakan kebohongan tentang Arina pada saya saat itu? Apa untuk menarik rasa simpati saya, atau ada alasan yang lain?"

Natha menemui Jamie secara pribadi untuk memastikan kegusarannya. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Jamie membuat cerita masa lalu Arina dan menceritakannya pada Natha tanpa merasa terganggu. Natha bisa memahami jika Darka menceritakan kisah masa lalu Arina dengan konteks yang sama dengan Jamie, berhubung pria itu tidak sejak awal mengenal siapa Arina. Tapi berbeda dengan Jamie, keluarga pria itu -baik Jamie maupun ibunya- mengetahui dengan baik siapa sebenarnya Arina meski tidak tahu asal-usul gadis itu. Kenapa pria itu bisa dengan mudah berbohong tentang Arina yang sudah dianggapnya sebagai keluarganya sendiri?

" Itu cuma karena keegoisanku. Aku menyuruh semua orang yang tahu tentang masa lalu Arina untuk membuat cerita lain, agar kami nyaman membahasnya dan nggak perlu menyinggung tentang identitas Arina yang sebenarnya."

Reaksi Natha hanya mengerutkan kening, tidak berbicara apapun. Ia paham dengan alasan yang diberikan Jamie, tapi tetap saja itu tidak terdengar benar di telinganya. Natha tahu seberapa besar Jamie menyayangi Arina, begitu pula orang-orang lain di sekitar gadis itu. Tapi tidak memberitahu tentang identitas Arina yang sebenarnya-bahkan kepada Arina sendiri- itu bukanlah keputusan yang tepat menurutnya.

" Lalu bagaimana dengan ibu Arina? Apa alasan dia bersikap seperti itu?"

Bisa dilihatnya Jamie mendesah berat. Pria itu meminum kopinya sebentar, lalu memandang Natha.

" Dia nggak ingin terikat terlalu kuat dengan Arina," jawabnya seraya tersenyum sedih. " Dia takut nggak bisa melepaskan Arina suatu saat nanti... aku tahu itu nggak bisa membenarkan perbuatannya pada Arina, aku tahu. Tapi aku juga paham kalau Mbak Yunia nggak tahu harus melakukan apa selain bersikap begitu."

Natha terkekeh pelan. Menertawakan alasan yang diutarakan Jamie barusan. Ia benar-benar tidak bisa menerima lagi apapun yang akan dikatakan pria itu. Bukankah mereka sudah terlalu banyak menyakiti Arina dalam hal ini? Mereka membiarkan Arina buta akan masa lalunya yang sendiri. Dan ayahnya-yang bahkan bukan ayah kandungnya- dengan seenaknya menggunakan Arina sebagai alat untuk mendongkrak reputasi keluarganya.

Berdecak pelan, Natha memutuskan untuk menghentikan pembicaraannya dengan Jamie. Dia benar-benar tidak ingin mendengarnya lagi. Apapun itu, alasan orang-orang itu sampai mencoba mengubah kepribadian Arina tidak bisa dibenarkan. Arina bukan milik mereka, dan Pak Zero hanya berniat menitipkan Arina untuk sementara pada mereka. Tapi apa yang mereka lalukan? Dan kenapa pula Pak Gun tidak bertindak hingga sekarang meski tahu apa yang terjadi? Natha juga ingin bertanya pada orang itu, tapi sayangnya Pak Gun harus pergi untuk menjemput Arina. Pria paruh baya misterius yang hanya terus melihat ke arah Arina itu memiliki banyak rahasia. Dan Natha harus mengetahuinya, semuanya. Karena dia ingin membebaskan Arina dari orang-orang yang menuntutnya hingga saat ini. Arina harus pergi dari orang-orang itu.

" Begitu." Natha menyahut dengan nada tidak tertarik. Ia tahu bahwa dirinya akan terlihat tidak sopan saat melakukannya, tapi Natha tidak bisa berpura-pura. Dia terlanjur kecewa pada orang-orang yang mengatakan menyayangi Arina, tapi bahkan tidak pernah memikirkan perasaan gadis itu.

Ya, alasan kenapa Arina menarik perhatian Natha sejak awal adalah karena hal itu. Gadis itu terlihat mudah membaur di tengah keramaian, namun di sisi lain terlihat begitu mencolok dan membuatnya selalu menjadi pusat perhatian. Dia tampak terbuka dan selalu memerhatikan orang-orang di sekitarnya. Akan tetapi di sisi lainnya, tidak ada seorangpun yang tahu tentang dirinya, apa yang dia pikirkan, dan apa yang dia inginkan. Arina terus saja hidup sesuai keinginan orang lain, hingga gadis itu tidak bisa mengenali keinginannya sendiri. Arina memang selalu terlihat bertindak sesuai kehendaknya, namun pada kenyataannya hasil akhir dari setiap perbuatannya hanyalah untuk orang lain. Arina tidak pernah benar-benar mendapatkan apapun dari mereka. Karena itu, Natha ingin memberikan sesuatu. Apapun itu, dia ingin menjadi orang yang pertama tahu, apa yang diinginkan Arina.

Death Line Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang