Line -58-

636 39 14
                                        


.
.
.

#-#-#

Orville Bryson. Cucu keluarga Bryson yang diumumkan sebagai pewaris keluarga pebisnis itu adalah target utama Arina. Dari tujuh orang anggota asosiasi, dialah yang paling tidak terlihat pergerakannya. Selain dirinya, setiap anggota memiliki perannya masing-masing. Mulai dari petinggi militer dan anggota dewan yang berperan menutup akses luar untuk mengorek rahasia mereka. Diikuti para pebisnis yang menjadi pelaksana proyek. Mulai dari pendanaan, pengadaan barang, hingga uji coba dan pengedaran. Red termasuk salah satu dari mereka sebelumnya. Ada juga seorang profesor yang ahli di bidangnya yang menjadi pion penting proyek itu. Dan di antara mereka semua, hanya Orville, tuan muda keluarga Bryson yang tidak jelas tugasnya. Perusahaan Bryson tidak terkait dengan pendanaan, bahkan mereka juga tidak memiliki catatan transaksi gelap-yang tampak di luar-. Karena hal itu, Arina menarik satu kesimpulan. Orville bukannya tidak memiliki peran dalam proyek itu, pria itu justru menjadi porosnya. Dia yang menggerakkan asosiasi itu di atas telapak tangannya. Bagian yang terpenting, Orville Bryson memiliki kepribadian yang sama dengan Arina. Sama persis. Hanya saja, meski keduanya mungkin bisa 'membaca' diri satu sama lain, Arina tetap menang selangkah dari pria itu. Karena catatan latar belakang Arina sama sekali bersih sejak awal, berbeda dengan Orville yang menutupi dan mencoba menghapus jejak kotornya dengan berbagai cara. Dan hal itulah yang menjadi poin tambahan untuk Arina.

Gedung tempat acara ulang tahun tuan besar Bryson diadakan sudah di depan mata. Arina memegang lengan Natha yang berdiri di sampingnya, sedangkan di belakangnya ada Neron dan Ryuu-yang menyamar sebagai pria dengan wajah berbeda berkat bantuan Arina-. Di belakang dua orang itu ada Jinso dan William yang berperan sebagai pengawal Arina malam ini.

Beberapa tamu kontan mengalihkan perhatian penuhnya pada rombongan Arina yang memasuki ruangan dengan gaya elegan. Natha menggenggam telapak tangan Arina yang mencengkeram lengannya. William sendiri berjalan agak ke depan dan kini sejajar dengan Ryuu, memastikan bahwa nonanya dalam situasi aman.

Belum sampai lima menit ia di ruangan hall itu, Arina sudah mendapati sosok Hans yang sepertinya datang bersama Emily. Keduanya tengah menikmati sampanye yang disodorkan pelayan. Arina juga menangkap sosok Shirley dengan gaun mewahnya, tampak ceria berbincang dengan beberapa selebriti yang juga menjadi tamu undangan.

" Nona Sakurai, Tuan Bryson sudah menunggu anda."

Seorang pelayan menghampiri rombongan Arina seraya membungkuk hormat. Arina tersenyum sopan menanggapi. Sedangkan reaksi Neron mendelik terkejut karena sang tuan rumah tampaknya benar-benar memiliki perhatian khusus pada Arina.

" Bisakah kau tunjukkan jalannya?" ujar Arina sopan.

Pelayan itu mengangguk, lalu menginstruksikan agar Arina dan rekannya mengikutinya. Tepat sebelum Arina keluar menuju ruangan lain, tatapannya beradu dengan Hans yang kemudian mengangguk kecil ke arahnya.

Tapi, kenapa Arina belum melihat para kartu joker dan targetnya yang lain di ruangan ini? Di mana mereka?

#-#-#

Yang menyambut kedatangan mereka adalah kumpulan anggota inti keluarga Bryson. Stephen Bryson sebagai tuan besar yang menjadi pemilik acara malam ini, juga putranya, Louis Bryson yang hadir bersama sang istri. Dilengkapi dengan cucu kebanggaan Stephen, Orville Bryson yang tanpa segan berdiri menyambut kedatangan Arina beserta rekannya.

Arina masuk bersama Natha, Ryuu, dan Neron. Sedangkan William dan Jinso memilih menunggu di luar ruangan. Dengan tanpa canggung Arina menyambut uluran tangan Orville yang memperkenalkan diri terlebih dulu, menanggapinya dengan senyum formal di wajahnya.

" Aku sering sekali mendengar tentangmu dari kakekmu."

Tampaknya si rubah tua berniat bernostalgia. Kalau saja Arina tidak menyelidiki keluarga itu sebelumnya, Arina pasti mengira bahwa pria tua yang duduk di kursi roda itu adalah teman baik-seumur hidup- kakeknya. Lucu sekali. Padahal pria itulah yang merebut bisnis Zero ketika keduanya mulai merintis usaha bersama. Saat itu kakeknya memilih pergi dan tidak peduli dengan semua hal miliknya yang dirampas oleh temannya, sampai kemudian bertemu dengan wanita yang menjadi istrinya.

Death Line Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang