|RHTD 16| Semua Baik-baik Saja

8.1K 432 62
                                        

Ketika dunia memiliki ribuan alasan untuk membuatmu menangis, setidaknya kamu harus memiliki satu alasan untuk tersenyum.

🌴🌴🌴🌴🌴

Halo, gimana kabar kalian? Semoga kalian baik-baik saja ya. Terimakasih sudah memberikan komentar dan vote di part sebelumnya. Cus lah komen dan vote 😚

***
HAPPY READING BESTI
DON'T FORGET VOTMENT
FOLLOW ME
TERIMAKASIH

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

Mobil mewah terhenti tepat di sebuah rumah yang bisa di bilang cukup kaya, tapi sederhana. Rumah bertingkat tiga itu adalah rumah milik Raina, ayahnya menjadi PNS dan abangnya yang memiliki usaha juga bekerja sebagai PNS, menjadikan dirinya di pandang sebagai anak yang kaya, padahal kehidupan Raina begitu sederhana. Tepat pada pukul 19:00 malam, Saskia mengantarkan Raina pulang dengan selamat ke rumahnya. Ia khawatir kalau Raina berdiam diri di apartemen miliknya akan membuat Raina tak lagi memiliki harapan untuk hidup. Terlebih lagi, keluarganya pasti akan tahu atau pun curiga tentang kejadian yang sebenarnya.

"Aku takut," lirih Raina sembari memilin ujung bajunya, mengatakan bahwa saat ini ada rasa ketakutan yang hinggap dalam dirinya.

Saskia yang mendengar itu tersenyum. Ia menggenggam kuat tangan sahabatnya, berusaha untuk mengatakan, bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Lo bisa. Lagian gue gak akan bilang sama orang tua lo."

Raina terlihat mengangguk. Mengumpulkan segala keberanian yang tersisa pada dirinya, ia bersama Saskia melangkahkan kakinya keluar dari mobil. Perasaan gugup tentu saja menyelimuti hati Raina, terlebih lagi saat langkah kaki mereka sudah memasuki rumah. Keadaan terlihat sepi, namun saat salam terucap seorang pria bertubuh tinggi terlihat menampakan diri di hadapan mereka berdua.

"Hay, Abang! Selamat malam! Aku nganterin Raina pulang dengan selamat, nih," sapa Saskia dengan senyuman manisnya, membuat Surya tersenyum juga.

"Malam. Ayo masuk dulu, kebetulan kita lagi makan malam, ada pacar Abang lo, Na," ucap Surya pada adiknya tanpa rasa curiga sedikitpun.

"Wah, serius, bang?" tanya Raina seolah antusias untuk menutupi kegugupannya.

Surya pun mengangguk. "Ayo masuk!"

"Iya, Abang, makasih," balas Saskia kemudian mengedipkan matanya pada Raina, mengatakan bahwa Raina cukup baik untuk terlihat baik-baik saja.

Melangkahkan kakinya ke rumah adalah pilihan terberat dalam hidupnya. Terlebih lagi, kepulangan dirinya ke rumah tidak baik-baik saja. Seluruh mata yang berpusat pada dirinya, senyuman dan tatapan penuh penantian dari sang bunda membuat kaki Raina melemas seketika. Ia terlihat memegang tangan Saskia erat saat rasa lemas tiba-tiba menyerang kakinya.

Bagaimana bisa ia menorehkan luka dalam pada keluarga yang selalu membuatnya bahagia? Ia terlalu bodoh dan percaya bahwa Dion berbeda dari pria lainnya. Apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus ia lakukan? Saat kedua orang tua atau bahkan keluarganya mengetahui fakta yang sebenarnya. Ia tak sanggup untuk membayangkannya. 

"Dek? Adek!" panggil Surya sembari menyentuh bahu Raina.

"Eh, apa bang?" tanya Raina tersadarkan.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang