|RHTD 52| Surat Perjanjian

6.3K 358 152
                                        

Berjuang ditengah badai dan hujan adalah sebuah realita yang tak mudah untuk di jalankan. Berusaha untuk melewatinya, namun pada dasarnya tak semudah yang kita kira.
~Raina, Hujan Telah Datang~

🌼🌼🌼🌼

SUDAH FOLLOW? BELUM? KOK BISA.
FOLLOW LAH GUYS

GIVE ME 100 KOMENTAR HEHEHE. AKU TUNGGU SAMPE TEMBUS KARENA DI PART SELANJUTNYA AKAN ADA RAINA DAN DION. 

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GUYS BERUPA VOTE DAN KOMEN 💜😍

"Kamu simpan surat perjanjian kamu sama Dion?"

Pertanyaan yang keluar dari mulut Surya membuat Raina melepaskan pelukannya. Ia menganggukkan kepalanya seraya berjalan menuju sisi meja tempat dimana ia menyembunyikan surat perjanjian itu. Sebuah amplop berwarna coklat ia berikan pada sang kakak. Raina kemudian kembali duduk melihat bagaimana Surya membuka lalu membaca surat itu dengan jelas dan begitu serius.

"Ada masalah bang?" tanya Raina ketika abangnya membaca. 

"Boleh Abang pegang surat ini?" tanya Surya pada sang adik.

"Tapi untuk apa bang?" tanya Raina lagi.

"Kalau saat kamu melahirkan dia tidak hadir, ini bukti buat jebloskan dia ke penjara."

Ya, penjara adalah rumah yang tepat untuk orang seperti Dion. Janji seharusnya tak boleh diingkari, berani berbuat harusnya berani untuk bertanggung jawab. Namun saat ini janji itu hanyalah sebuah janji yang tak mungkin berwujud nyata. Ia tahu tujuan Dion membuat surat ini hanya untuk menjebak Raina agar adiknya percaya. 

Sampai saat ini ia adalah orang pertama yang akan memberikan hukuman setimpal pada Dion yang telah merusak masa depan adiknya. Merusak semua asa yang mungkin Raina ciptakan untuk menjadi nyata, tapi hancur begitu saja karena pria yang tak bisa menahan nafsunya. Sebagai pria yang sudah dewasa, ada hal yang ingin ia tanyakan. Kenapa? Kenapa remaja sekarang begitu gencar merusak diri sendiri atau merusak orang lain, tanpa memikirkan sebab dan akibatnya. Padahal seharusnya sebagai remaja yang berkembang mereka bisa mengeksplorasi dirinya lebih baik lagi. Mencoba melakukan banyak hal untuk masa depan sendiri. Tapi sekarang banyak sekali remaja baik perempuan dan pria rusak karena pergaulan bebas yang sangat merusak moral.

"Dion pasti kembali, bang," ucap Raina berusaha untuk menyakinkan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

"Apa jaminannya kalau dia akan bertanggung jawab dan kembali?" tanya Surya pada adiknya.

"Surat itu jaminannya. Dia yang buat, udah jelas dia akan tanggung jawab dan menikahi Raina," balas Raina sembari menunjuk surat yang ada di tangan sang Abang.

"Apa kamu mencintai Dion, Na?" Surya memberikan pertanyaan pada Raina yang hanya bisa terdiam di tempatnya. 

Surya menatap manik mata Raina. Ia melihat jelas Raina memalingkan wajahnya. 

"Mencintai orang yang sudah merusak masa depan kamu adalah kesalahan paling fatal di dunia. Abang tidak ingin kamu mencintai Dion. Abang juga sudah yakin kalau Dion tidak akan pernah menikahi atau memberikan lembaran baru untuk hidup kamu."

"Tapi Raina percaya, kalau dia bakal tanggung jawab," sahut Raina tetap pada pendiriannya.

"Kalau Dion mengikari janjinya? apa yang akan kamu lakukan?" 

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang