Ada harapan yang tak tergapai
Ada anala yang terus berkobar
Namun ujung-ujungnya hanya bisa terdiam tanpa bisa berjalan.
🌼🌼🌴
HAPPY Reading 🌼
Jangan lupa berikan komen ya guys. TERKEJUT KOK BISA TEMBUS CEPET BANGET DI WAKTU 1 JAM 30 MENIT. GIVE ME 200 KOMEN DI PART INI. KALAU BENERAN TEMBUS AKU UP 1 PART LAGI MALEM INI. JADI TOTAL 3 PART YANG AKU UP 🥰 SEMAKIN CEPAT SEMAKIN UP CEPAT JUGA GUYS.
🌼🌼🌼
UDAH FOLLOW AKUN INI? BELUM? WAH PARAH SIH. GAS LAH FOLLOW. TERIMAKASIH.
Cahaya di langit kota Jakarta begitu indah untuk dipandang. Cahaya orange sudah terlihat dari kejauhan, namun merasa sendiri itu lah yang dirasakan. Malam ini mungkin hanya ada dirinya dan kegelapan malam, tanpa keluarga atau mungkin Saskia yang ke rumahnya. Ia paham, mungkin sahabatnya itu banyak tugas yang harus di kerjakan, apa lagi kelas tiga SMA adalah fase dimana individu harus meraih cita-citanya. Karena jalur pertama untuk kita meraih masa depan adalah di fase kelas 3 ini. Ia harap tak ada satu pun hambatan yang akan dilewati oleh Saskia nanti.
Sore ini ia putuskan untuk keluar. Kalau biasanya ketika ada sang bunda ia tak boleh keluar kala sore hari, hari ini ia gunakan untuk sekedar duduk di sebuah ayunan yang berada tepat di depan halaman rumahnya. Pagarnya sudah ia kunci rapat, sehingga tak ada satu pun orang yang akan melihatnya saat ini. Cukup lama ia terdiam dengan segelas susu yang ada di tangannya, suara ketukan dari pagar rumahnya membuat ia menolehkan kepalanya.
"Siapa?" tanya Raina dengan suara yang begitu keras.
"Gue," balas orang tersebut membuat Raina yang mengenali tentu saja terkejut.
"Kak Leo?" Raina menaruh segelas susu, lalu berjalan menuju pagar rumahnya saat ini. "Ini kak Leo?"
"Iya, gue Leo. Ada keperluan apa, ya, kak?" tanya Raina tanpa membuka pintu pagar rumahnya.
"Gue cuman mau nganterin makanan aja. Bisa Lo buka pintu pagarnya? Gue gak bisa lihat muka lo," ucap Leo yang tiba-tiba datang membawa satu bungkus makanan untuk Raina.
Perlu kalian ketahui, Leo adalah kakak kelas Raina, mantan ketua OSIS di SMA Citra Bangsa. Saat ini Leo sedang menempuh pendidikannya di universitas Indonesia dan mengambil jurusan kedokteran. Saat SMA dulu, Leo adalah ketua OSIS paling tegas dan di segani di sekolahnya. Bahkan sekarang dan dulu ia masih menyimpan rasa pada adik kelasnya yang tak lain adalah Raina.
"Maaf, kak. Di rumah gak ada siapa-siapa. Raina takut kalau biarkan kakak masuk," balas Raina dengan nada yang begitu jujur.
"Astaga. Gue gak bakal ngapa-ngapain. Gak bakal masuk juga, jadi jangan takut," ujar Leo yang seolah lupa bahwa Raina begitu trauma dengan kondisi masa lalunya.
"Maaf, kak. Raina gak bisa. Kita bisa ngobrol kaya gini aja. Intinya Raina bisa dengar kakak dan kakak bisa dengar Raina," ucap Raina pada Leo yang kemudian hanya bisa terdiam di tempatnya.
Leo hanya bisa terdiam. Ternyata kenangan buruk itu tak pernah benar-benar sirna. Ia berjanji, ketika ia bertemu dengan Dion, ia akan mengatakan bahwa biarkan ia menjaganya. Status Raina dan Dion yang belum terikat membuat ia bisa mendekati Raina yang bahkan masih ada di hatinya. Jujur, ia menerima kondisi Raina, menerima anak itu, jika Raina mau menikah dengan dirinya. Ia menikah pun bukan karena kasihan, tapi karena ia benar-benar mencintai Raina dalam diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
FanfictionDipatahkan oleh keadaan Dianggap sampah oleh lingkungan sekitar Dijauhkan dari masa depan dan kebahagiaan Kata orang hal yang paling bahagia adalah bisa meraih segala asa. Satu persatu tujuan hidup tercapai, adanya kebahagiaan dan terus berjalan u...
