|RHTD 46| Apakah Ini Benar?

7K 407 95
                                        

Suatu saat nanti, yang menemani akan kalah dengan orang yang singgah di hati.
Yang mencintai akan kalah dengan orang yang selalu ada di saat-saat terpenting dalam hidup dan diri.

***
KASIH TESTIMONI GUYS DARI BAB 1-46 INI GIMANA CERITA INI? TERUS KALIAN PUNYA HARAPAN APA UNTUK DION + RAINA?

TULIS DI KOLOM KOMENTAR NANTI AKU UP DI INSTAGRAM GUYS♥️ GIVE ME 100 KOMENTAR. TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA ♥️

***
Happy Reading guys!

Mobil sedan milik Leo berhenti tepat di halaman rumah milik Raina. Leo tersenyum tipis, karena pada akhirnya ia tahu bahwa Raina tinggal tak jauh dari daerah rumahnya.  Leo pun turun, ia membukakan pintu untuk Raina. Raina turun dengan perasaan tak nyaman atas perlakuan Leo pada dirinya. 

"Makasih, kak. Kakak lebih baik pulang aja," ucap Raina membuat Leo yang berdiri di depan mobilnya menatap Raina dengan penuh tanda tanya.

"Kenapa? Gue mau maen ke rumah lo. Emang gak boleh?"

Raina menggelengkan kepalanya. "Maaf kak. Kakak lebih baik pulang aja."

"Gue cuman mau silahturahmi aja kok, Na."

"Kak, please. Kakak pulang aja." Raina menatap penuh harap pada Leo yang mengekspresikan rasa kecewanya. 

Saskia paham apa yang Raina khawatirkan. "Kakak pulang aja ya."

Leo menoleh, menatap Saskia yang selalu saja melarang kedekatan Raina dengan dirinya. Kenapa? Padahal selama ini ia yang mencintai Raina dalam diamnya, tapi kenapa ia tak bisa mendekati Raina dan berteman dengannya? Itu lah yang ia pikirkan saat ini.

"Oke. Gue pulang," balas Leo kemudian menaiki mobil dan pergi meninggalkan halaman rumah milik Raina.

"Lo gak apa-apa, kan? Leo tahu, ya?" tanya Saskia segera merangkul bahu milik Raina.

Raina pun mengangguk. Tersirat rasa takut di wajahnya, ia yakin Leo pasti mengetahui ini dari seseorang yang mungkin tak akan pernah ia sangka akan memberi tahu semuanya.

"Udah, jangan terlalu di pikirin. Kalau dia cinta sama lo, dia gak mungkin umbar aib lo. Tapi, jangan terlalu dekat sama dia, ya. Entah kenapa, gue lebih setuju lo sama Dion, kakak gue sendiri."

"Iya, aku tahu, kok."

"Yuk, kita ke dalam. Dion sempat telepon gue tadi, katanya lo gak bisa di hubungi."

"Oh, iya. Aku lupa bawa ponsel. Makanya gak tahu kalau Dion bakal telepon," balas Raina sembari membawa Saskia masuk ke dalam rumahnya.

"Iya, gak apa-apa. Bunda kemana?" tanya Saskia yang melihat keberadaan rumah Raina sepi tak ada orang seperti ini.

"Bunda jaga toko. Ya, kamu tahu lah. Setelah ayah meninggal, toko itu sekarang di jaga oleh bunda," balas Raina membuat Saskia mengangguk saja.

Saskia berjalan lebih dulu masuk ke kamar Raina, sementara Raina berjalan menuju dapur untuk membawa beberapa Snack dan minuman untuk sahabatnya. Di dapur ia terus memikirkan, bagaimana kalau Dion tahu? Ia takut itu akan terjadi, takut di mana Dion akan mengetahui Leo yang berusaha untuk dekat dengan dirinya kembali. Tapi setelah hari ini, ia berjanji bahwa tak akan ada lagi Leo yang datang ke rumahnya. Ia tak akan membiarkan Leo untuk datang lagi karena ia tahu keberadaan Leo hanya akan menghancurkan semuanya.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang