Karena sesungguhnya sebagian orang hanya ingin di hargai, tanpa tahu caranya menghargai. Ingin di mengerti tanpa tahu caranya mengerti, hanya bersuara tanpa bukti seolah tahu apa yang benar-benar terjadi. Hanya ingin menyakiti tanpa tahu rasanya sakit hati.
🌼🌼🌼
Happy Reading 🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak. GIVE ME 200 KOMENTAR. GAS SALING BANTU SPAM KOMEN GUYS. SEMANGAT TERUS UNTUK KALIAN.
UDAH FOLLOW? BELUM? HE GAS FOLLOW LAH JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
TERIMAKASIH BANYAK
"Permisi, mbak saya mau bayar biaya cek pemeriksaan kehamilan." Raina yang sudah selesai melakukan pemeriksaan berjalan keluar dan berniat membayar biayanya di administrasi.
"Atas nama siapa?" tanya petugas itu.
"Raina Tasya," balas Raina sembari bersiap-siap untuk mengeluarkan uang tunai dari dalam dompetnya.
"Maaf, atas nama Raina Tasya sudah dibayarkan."
Raina yang mendengar itu membulatkan matanya.
"Ha? Kok bisa mbak? Padahal saya belum bayar," balas Raina kebingungan di tempatnya.
"Ada pihak keluarga yang sudah membayarkan mbak. Baru saja orang itu keluar," balas petugas itu membuat Raina semakin bingung.
"Ciri-cirinya seperti apa ya, mbak?" tanya Raina.
"Postur tubuhnya tinggi, kulitnya putih."
"Makasih, mbak."
Raina yang mendengar jawaban itu segera pergi. Ciri-ciri yang sama kala ia membeli bubur dan membeli barang di Indomaret. Ia berjalan keluar seraya mencari-cari siapa orang yang terus menerus memperhatikan dirinya dalam diam seperti ini. Ciri-ciri itu bukan Leo. Kak Leo memiliki ciri-ciri pendek dan berkulit sawo matang. Sementara ciri-ciri yang di sebutkan bertubuh tinggi dan berkulit putih. Siapa dia? Apakah Dion? Tapi tidak mungkin pria itu tiba-tiba datang.
Saat mencari-cari orang itu, tiba-tiba satpam rumah sakit mendekatinya. Raina tentu saja bingung. Apakah ia berbuat masalah?
"Atas nama mbak Raina?" tanya seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai satpam di rumah sakit itu.
"Iya, pak. Ada apa pak? Apa saya buat salah?"
"Enggak, mbak. Ada taksi yang sudah menunggu di depan gerbang. Mari mbak saya antar," balas satpam itu membuat Raina bingung.
"Loh, tapi saya gak pesan pak," sahut Raina pada satpam itu.
"Mari saya antar."
Mau tak mau Raina yang sudah bingung segera mengikuti satpam untuk menaiki taksi itu. Benar saja di depan pagar rumah sakit sudah ada satu buah taksi yang entah kapan sampai. Padahal ia sendiri tak memesannya sama sekali.
"Makasih, ya, pak," ucap Raina kala satpam itu begitu baik membuka pintu untuk dirinya.
Kala ia masuk dan pintu tertutup rapat, taksi itu melaju dengan kecepatan yang sedang. Tak ada interaksi yang ia lakukan. Pengemudi taksi yang menggunakan topi itu hanya bisa berdiam diri saja membuat ia merasa kebingungan dengan apa yang terjadi. "Maaf, pak. Kalau boleh tahu yang memesan taksi ini atas nama siapa, ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
FanficDipatahkan oleh keadaan Dianggap sampah oleh lingkungan sekitar Dijauhkan dari masa depan dan kebahagiaan Kata orang hal yang paling bahagia adalah bisa meraih segala asa. Satu persatu tujuan hidup tercapai, adanya kebahagiaan dan terus berjalan u...
