|RHTD 20| Korban Yang Tertindas

9.4K 452 29
                                        

Jika sayang harusnya menjaga, kalau cinta seharusnya tak memiliki sebelum sah. Terkadang remaja zaman sekarang tertipu daya oleh cinta, yang kemudian berujung oleh luka.

🌴🌴🌴🌴
REVISI & PUBLIKASI BERTAHAP YA GUYS
TERIMA KASIH SEBELUMNYA YANG SUDAH MENGINGATKAN 💜
BTW CERITA INI PROSES REVISI SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN VERSI YANG RAPI 😍😁
GIVE ME VOTMENT PLEASE
HAPPY READING

Jangan lupa tinggal jejak kalian berupa tekan bintang untuk vote dan klik tanda pesan untuk memberikan komentar kalian ya. 

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

"Dion! Dion mana Dion!" teriakan seorang remaja perempuan menggema di sebuah kelas yang masih sepi, karena bel istirahat. Perempuan itu datang dengan air mata, membuat seorang pria yang menenggelamkan kepalanya terusik di tempatnya. 

"Lo harus tanggung jawab," ucap perempuan itu kemudian, membuat Dion menatapnya bingung, bahkan ia menatap kedua sahabatnya juga.

"Lo berdua keluar dari sini. Rian tutup pintu," ucap Dion meminta bantuan kedua sahabatnya. 

Dion duduk dengan tegak. Ia membenarkan letak rambutnya yang sedikit berantakan karena tidur di kelas. Ia kemudian bersedekap dada, menatap remeh perempuan yang mungkin meminta tanggung jawab atas dirinya. Sementara ia yang tak merasa bersalah hanya bisa diam saja melihat perempuan itu meneteskan air mata.

"Gue hamil," ujar perempuan itu, membuat Dion mengangguk saja.

"Kalau lo hamil. Terus gue harus apa?" tanya Dion dengan begitu mudahnya.

"Gue mau lo tanggung jawab. Kalau malam itu kita gak sama-sama, mungkin gue gak akan hamil anak lo," tutur Isti yang tak lain adalah primadona sekolah.

Banyak yang mengetahui Isti sebagai primadona sekolah karena kecantikan dirinya dan tubuhnya. Bahkan perempuan yang tak pernah di sentuh oleh siapa pun, rela melakukan semuanya untuk mendapatkan cinta Dion yang tak pernah pasti. Kurang lebih mereka sudah melakukannya dua kali, dan selalu saja Isti yang meminta Dion untuk datang ke kos miliknya. Namun kali ini ia merasa bahwa Isti hanya memperalat dirinya. Tak mungkin perempuan ini hamil anaknya.

"Mana buktinya?" tanya Dion menantang Isti.

"Benar. Lo, kan, cabe. Bisa aja tidur sama cowok lain, tapi ngaku anaknya Dion," ucap Vino membuat Dion membenarkan perkataan Vino. 

"Ini buktinya!" seru Isti melempar dua tespek tepat di wajah Dion. Dion yang awalnya tak percaya pun segera meraihnya. Ia melihat jelas bahwa kedua tespek itu menandakan dua garis merah. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Isti hamil anaknya? 

"Lo butuh berapa?" tanya Dion kemudian membuat Isti menangis sejadi-jadinya. "Gue tahu orang tua lo keduanya gak ada. Lo kerja paruh waktu buat hidupi diri lo sendiri. Jadi lo guguri bayi itu dan kita berdamai dengan uang ya? Gue bakal bayar lo dua puluh juta. Deal?"

Isti terdiam. Yang dikatakan oleh Dion adalah kebenaran. Selama ini ia hidup menderita dengan mengorbankan semua waktunya untuk bekerja. Ia bahkan hanya bisa menahan letih untuk tetap bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya. Ia sudah kehilangan semuanya, kehilangan semuanya hanya karena Dion yang merebut segalanya. Apakah ia harus kehilangan uang ini juga? Tapi bagaimana harga dirinya sebagai wanita? Kalau pun ia melakukan aborsi, ia bisa mendapatkan uang juga, tapi ia akan merasakan sakit yang teramat dalam atas itu semua.

"Udah ambil aja, lumayan buat jajan," ucap Rian membuat lamunan Isti tersadar.

"Iya, jangan sok jual mahal," sahut Vino.

"Jadi?" tanya Dion sembari menatap Isti dengan tatapan dingin dan tak bersahabat nya.

"Oke. Gue akan terima," balas Isti dengan mempertimbangkan banyak hal.

"Oke. Gue bayar nanti malam. Lo bisa pergi!"

Kepergian Isti membuat Dion terdiam dalam tempat duduknya. Tubuhnya memang di sini, tapi pikirannya melayang kemana-mana. Selain Isti ia juga merusak perempuan baik, polos, dan berprestasi yaitu Raina. Apakah Raina akan melakukan hal yang sama? Menggugurkan bayinya demi masa depannya? Ia yakin Raina akan mengerti nantinya. Mengerti bahwa hubungan mereka tak berarti apa-apa baginya.

🌴🌴

Malam ini adalah malam menakutkan untuk Dion. Ia memberanikan diri untuk menemui papanya hanya untuk mendapatkan uang dua puluh juta. Tentu saja maksud dan tujuan Dion sudah bukan rahasia umum lagi bagi Andro sebagai papanya. 

"Dua puluh juta?" tanya Andro sembari menatap anaknya. 

"Maaf, pa," balas Dion hanya bisa menundukkan kepalanya. Bagaimana pun di sini ia yang salah.

"Apakah setelah ini ada lagi?" tanya Andro membuat Dion menggelengkan kepalanya.

"Kalau ada korban lagi selain Isti, papa benar-benar akan membunuhnya. Menenggelamkan dia agar kamu bisa naik sebagai pewaris tahta papa. Ingat itu Dion," jelas Andro membuat Dion mengangkat kepalanya dan membulatkan matanya tak percaya.

"Seminggu lagi kamu harus berangkat ke Amerika. Papa sudah siapkan semuanya. Jalankan bisnis papa dengan benar, lakukan semua perintah papa. Jangan bermain-main lagi dengan papa Dion. Kontrol diri kamu, jangan rusak banyak perempuan lagi. 

Papanya tidak pernah main-main. Terbukti setelah korban pertamanya memutuskan melakukan aborsi dan meninggal dunia, ia diasingkan untuk mendapatkan penanganan psikologis dengan cara terapi. Keadaannya saat itu sudah jauh lebih baik, tapi beberapa tahun ini ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Hal itu lah yang membuat ia melakukan hal keji pada perempuan, termasuk melakukan kekerasan seksual pada Raina. 

"Mengerti, pa." Dion kemudian menatap sang papa yang akan pergi dari meja makan. Dion yang melihat itu tak membuang kesempatan. Ia segera berdiri dan mencekal tangan sang papa. "Satu hari aja pa, satu hari aja biarkan Dion memeluk mama dan makan malam bersama satu keluarga, sebelum Dion ke Amerika."

"Tidak akan ada makan malam, sebelum kamu pulang dari Amerika dengan keadaan sukses dan sehat," sangkal Andro membuat Dion melepaskan cekalan tangannya.

"Kenapa papa usir Dion dari rumah? Dion kangen sama mereka, pa. Tiga tahun Dion diasingkan, berjuang sendiri, kesepian, itu semakin memperburuk kondisi Dion." 

Plak!

Tamparan keras di layangkan oleh Andro, tak ada kesempatan untuk Dion melawan papanya. Ia hanya bisa menerima dengan kepalan kuat di tangannya. 

"Ini semua demi kebaikan kamu." Hanya itu yang Andro sampaikan sebelum pada akhirnya pergi menghilang. 

#TBC

SAMPAI BERTEMU DI PART SELANJUTNYA 🌼💜

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA VOTE DAN KOMEN.

Cerita ini up setiap hari ya guys. Jangan sampai lupa untuk tinggalkan jejak berupa vote dan komen ya. 

FOLLOW ME:
Instagram: Shtysetyongrm
Tik tok: Seblakkerupuk56

YUK GUYS KOMEN
REVISI DAN PUBLIKASI BERTAHAP YA GUYS


Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang