|RHTD 7| Hari Pertama

9.8K 569 387
                                        

Cinta itu saling melindungi, bukan mengejar untuk obsesi dan pemuas diri.

🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian berupa vote, komen, dan share ke teman-teman kalian, siapa tahu mereka juga mau baca heheh. 

Kamu udah follow akun ini? kalau belum yuk follow biar tidak tertinggal informasi seputar cerita yang aku buat. 

***

Mencintai atau dicintai itu adalah rahasia hati. Setiap cinta di miliki oleh setiap manusia yang memiliki rasa, tapi tidak semua cinta di miliki oleh orang yang benar dan benar-benar saling menyayangi karena perasaan itu ada. Terkadang cinta seorang pria hanya mengincar hal tertentu saja, yang membuat cinta itu menjadi sebuah dosa. Sekarang banyak sekali kasus mengenai kekerasan seksual akibat cinta yang terlalu dalam pada seorang manusia. Mungkin Tuhan memberi kita ujian dan cobaan karena ia cemburu pada cinta kita yang terlalu besar pada pasangan. Cinta atau mencintai itu boleh-boleh saja, selagi kita masih tahu batasan dan mana yang baik dan buruk untuk diri kita ke depan.

Mungkin sebuah pilihan juga sudah di tetapkan oleh Raina. Sore ini sepulang sekolah ia mengajak sahabatnya Saskia untuk menemani dirinya mengajar Dion kakak kelasnya. Sebenarnya ia bisa sendiri, tapi secara tiba-tiba Saskia mendesak dirinya untuk ikut serta. Ya, tentu saja ia terima itu semua dengan alasan tak enak dan juga ada temannya. Kurang lebih sepuluh menit lamanya setelah bel pulang sekolah, ia menunggu kedatangan kakak kelasnya yang tak kunjung hadir juga. Ingin cepat pulang, namun di paksa untuk terdiam dan menunggu kehadirannya.

"Kok lo mau, sih? Dion itu berbahaya," ujar Saskia pada sahabatnya.

"Mau gimana lagi? Yang di bawah selalu di paksa. Dia anak pemegang saham tertinggi di sekolah. Jadi, mau gak mau harus ikut, kan?" 

Saskia terdiam. Ia tak tahu harus jawab apa, karena posisi dirinya di sini sama-sama takut untuk bersuara. Kenapa setiap orang selalu menggunakan jabatan untuk memaksa seseorang? Padahal setiap manusia mempunyai kebebasan untuk memilih dan menentukan.

"Sorry gue telat!" Dion kemudian datang dan duduk di hadapan mereka. Tatapan Dion kemudian terarah pada hadirnya seseorang selain Raina di hadapannya. Dion hanya diam dan sesekali menatapnya. 

"Sepuluh menit. Niat belajar atau tidak kak? Kalau ---" Kata-kata Raina terhenti. Ketika wajah dan mata mereka saling memandang, mata Raina seolah salah fokus pada wajah Dion. Bukan, bukan wajah melainkan bibir kakak kelasnya yang tampak memerah seolah menggunakan lipstik ke sekolah.

"Kenapa?" tanya Dion menatap Raina yang hanya terdiam menatap bibirnya.

"Kakak pakai lipstik ke sekolah?"

"Enggak. Ya, kali gue pakai. Gue ini cowok tulen, bukan abal-abal," balas Dion tanpa sadar.

"Terus kenapa bibir kakak merah banget? Kaya habis pakai lipstik aja," ucap Raina.

Mendengar Raina yang mengatakan itu, sontak saja tatapan Saskia juga terarah pada Dion yang sedang berusaha untuk mengecek bibirnya menggunakan tangannya. Saskia tak bodoh untuk melihat apa yang terjadi di hadapannya. Ia yang sudah tahu pun memilih untuk diam sembari mengalihkan pandangannya pada ponsel yang saat ini ia pegang. 

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang