|RHTD 40| Rahasia

7.8K 454 125
                                        

Hal yang di tutupi akan terungkap kemudian
Satu persatu proses mulai terlihat kemudian
Mereka yang berbohong akan terbongkar
Dan kejujuran menjadi sebuah alasan yang terlihat kemudian.

***

TERIMA KASIH ATAS SPAM KOMENNYA DI PART 39. GIVE ME 100 KOMENTAR DI PART KALI INI GUYS. SEMAKIN KALIAN SEMANGAT SPAM SEMAKIN BANYAK AKU UP PART-PART SELANJUTNYA YA. AKU TUNGGU TEMBUS KOMEN BIAR AKU UP CEPAT. 

Halo, gimana kabarnya? Semoga sehat-sehat selalu ya guys. Jangan lupa jaga kesehatan 🤩 jangan lupa untuk komen dan vote ya guys.

***
Happy Reading! Yang sudah memberikan vote dan komen di part sebelumnya terima kasih banyak. Semoga support kalian kembali lagi ke kalian amin 🤗

"Kita mau kemana?"

Sepulang mereka mengantarkan kepergian Dion, Saskia tak membawa Raina pulang ke apartemen melainkan pulang ke rumahnya. Ia tahu, sudah saatnya ia berbagi apa yang ia rasa selama ini. Berbagi kalau pada dasarnya ia tak baik-baik saja. Menguatkan Raina adalah niatnya, tapi ia tidak bisa menguatkan dirinya untuk menjadi seperti Raina. Berulang kali ia tanamkan bahwa ia baik-baik saja, tapi pada dasarnya hati dan rasa tak bisa di bohongi begitu saja, bahwa saat ini lukanya semakin dalam untuk ia rasa.

Pertama ia harus melewati semuanya, mendapatkan seorang ayah yang tak pernah mau mengerti keluarga membuat keluarganya tak lagi bahagia. Ada banyak sekali hal dan kesulitan yang ia lalui, di paksa untuk tegar, kehilangan, dan baik-baik saja walau ia tak ingin hidup, jika ia tak mendapatkan tanggung jawab untuk menjaga sang mama. Ketika pintu terbuka sempurna, Raina melihat ada seorang wanita paruh baya yang saat ini menatapnya. Wanita yang tengah duduk di kursi roda sembari membaca buku di dekat jendela. Wanita yang begitu cantik, namun kurus badannya. Dalam hati Raina bertanya, siapa wanita itu? Apa selama ini Saskia menyembunyikan sesuatu darinya?

"Assalamualaikum ma," sapa Saskia melangkahkan kakinya mendekati wanita paruh baya dan duduk di dekat kursi rodanya.

Raina melihat jelas wanita itu tersenyum sembari mengelus rambut panjang milik Saskia, seraya menjawab salamnya. Kening sahabatnya yang dicium membuat Raina semakin bertanya-tanya. Apa lagi saat ia menolehkan kepalanya, jejeran foto besar dan kecil memperlihatkan Saskia, Dion, dan wanita paruh baya yang ada di hadapannya. Ketika melihatnya, Raina segera menatap Saskia yang kemudian tersenyum.

"Lo bingung, ya? Gue Saskia adik dari Dion. Maaf selama ini gue sembunyikan itu dari lo. Gue gak mau lo benci gue," ucap Saskia membuat Raina menggelengkan kepalanya.

Raina yang merasa tak enak hati justru ikut duduk di samping Saskia. Ia menggenggam tangan Saskia dengan sangat kuat. Satu hal yang pernah Dion katakan kepadanya membuat ia menemukan sebuah jawaban atas itu semua. Jawaban bahwa dua wanita yang selama ini Dion tunggu dan harapkan adalah Saskia dan mamanya. Selama ini ia selalu bercerita tentang kesulitannya menjadi korban kekerasan seksual dari kakak kelasnya. Menorehkan semuanya, tapi jelas itu membuat Saskia merasa bersalah. Kenapa ia tak mengetahuinya? Tanpa sadar ia menorehkan sebuah luka pada Saskia.

"Maaf, aku gak bermaksud ----"

"Udah, gue gak apa-apa. Lo wajar mengungkapkan semuanya, karena itu emang salah kakak gue, kan? Lo gak salah Raina," timpal Saskia membuat Raina semakin merasa bersalah.

"Iya. Semua itu terjadi begitu cepat. Kamu gak salah, nak. Justru di sini ibu yang minta maaf, maaf karena tidak bisa menjaga anak dan mendidik Dion dengan sangat baik. Maaf karena anak ibu merusak masa depan kamu. Ibu juga tidak akan menyangka bahwa Dion akan banyak melukai hati wanita dan merusak masa depannya." Wanita paruh baya itu kemudian menatapnya. Meraih tangan Raina yang sudah dingin dan bergetar dengan tatapan yang berkaca-kaca. "Dion sebenarnya anak baik. Hanya saja tuntutan dari papanya dan apa yang ada di dalamnya, membuat ia jadi seperti itu. Maafkan Dion, ya?"

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang