|RHTD 48| Apakah Itu Dia?

7.1K 389 128
                                        

Tentang rasa yang berlabu pada luka, aku berdiri tegak menanti kehadirannya.

(Raina Tasya)

***

Terima kasih atas dukungan teman-teman di part sebelumnya. Untuk pembaca Arum yang belum meninggalkan komentar dan vote, yuk sisihkan waktu untuk memberikan komentar. Satu komentar dari kalian sangat berarti bagi aku sebagai penulisnya. 

GIVE ME 100 KOMENTAR GUYS. AKU TUNGGU TEMBUS BARU UP YA. 

Happy Reading! Jangan lupa komen dan vote ya guys. Terimakasih.

"Aku ngerepotin kamu gak, sih? Seharusnya kamu bisa lanjut istirahat karena besok sekolah, tapi malah bantuin aku belanja baju bayi," tanya Raina merasa tak enak hati pada Saskia. 

Aktivitas Saskia yang begitu padat di kelas 12 membuat ia merasa tak enak hati jika harus merepotkannya. Andai takdir tak merampas asanya, mungkin saat ini ia dan Saskia bisa berjuang bersama. Namun semua yang terjadi tak perlu disesali. Nasi yang menjadi bubur tak akan berubah menjadi butiran nasi yang utuh. 

"Santai aja. Kita mau dulu gak, sih? gue lapar," ucap Saskia menyadari perutnya keroncongan saat ini. 

Raina mengangguk antusias. "Boleh tapi jangan makanan pedas." 

"Gimana kalau bakso aja? Atau mau ke KFC?"

"Kita cari stan bakso aja, deh. Kebetulan aku lagi pengen makan yang berkuah."

"Oke. Ayo kita cari," ajak Saskia sembari menggandeng tangan sahabatnya.

Dua sahabat itu berkeliling mall untuk mencari restoran yang menyediakan bakso. Keadaan mall yang begitu ramai ketika weekend  membuat Saskia harus berhati-hati menjaga sahabatnya yang sedang hamil tua. Terlebih lagi mereka berdua membawa kantung belanja yang berisikan baju bayi. Sejujurnya Saskia senang ingin menjadi Tante, tapi yang membuat ia khawatir sampai saat ini adalah keberadaan sang kakak yang bahkan sulit sekali untuk ia temui atau hubungi. Entah pria itu ganti nomor, atau emang benar-benar sibuk, ia pun tak tahu.

Langkah kaki mereka memasuki sebuah stan bakso yang tak begitu ramai. Setelah memesan makanan, mereka berdua duduk disalah satu kursi. Raina yang jarang bertemu Saskia terlihat bercerita. Ia menceritakan semuanya pada Saskia. 

"Gue kira rasa kecewa itu udah selesai, Na. Lo gak ada niatan tinggal sama gue aja?" 

Saskia merasa tak percaya. Awalnya ia kira bunda Raina akan menerimanya. Penjemputan yang dilakukan mereka membuat ia percaya bahwa Raina akan baik-baik saja ketika keluarga menerimanya. Namun ia tak akan menyangka akan berbanding terbalik dengan harapannya. 

"Aku gak bisa ninggalin bunda. Kalau aja Ayah ----"

"Jangan salahin diri lo terus. Ayah lo udah bahagia di sana. Suatu saat nanti lo pasti bisa bahagia," potong Saskia cepat. Ia tak mau Raina menangis lagi. 

Raina pun mengangguk. Ia mungkin harus bahagia, walau pada dasarnya hati yang ada masih menyimpan beribu luka.

"Anita masih marah sama kamu?" tanya Raina tiba-tiba membuat Saskia menggelengkan kepalanya.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang