|RHTD 17| Satu Langkah

7.8K 435 65
                                        

Tidak bisa berdiam, tidak bisa juga untuk melangkah lebih baik ke depan. Hanya bisa menjalani apa yang sudah di takdirkan, yang terpenting adalah kita mengikhlaskan.

🌴🌴🌴🌴🌴

YUK YANG BACA CERITA INI BERIKAN PENDAPAT BERUPA KOMEN DI CERITA INI GUYS

GIVE ME VOTMENT PLEASE 💜

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN 🌼

SATU KOMEN BERATI UNTUK AKU GUYS

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Satu langkah yang di ambil oleh Raina cukup berat untuk mentalnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu langkah yang di ambil oleh Raina cukup berat untuk mentalnya. Tiga hari sudah setelah kejadian yang merebut semuanya, kini ia kembali masuk ke sekolah. Olimpiade yang di undur membuat ia dan partnernya harus mempersiapkan segalanya. Mungkin jika situasi sama seperti dulu, ia akan semangat untuk belajar dan mengambis untuk mendapatkan beasiswa ke luar. Kali ini semangatnya seolah pudar. Tak ada lagi harapan, selain menjalankan apa yang seharusnya di jalankan. Di sini ia di tuntut untuk profesional, pergi ke sekolah walau rasanya tak ingin kembali dalam gedung yang akan membuat ia teringat semuanya, tapi ingin pergi  juga akan menimbulkan kecurigaan dari teman-temannya serta keluarga.

Kaki jenjang itu baru saja tiba di gerbang sekolah. Dengan hati yang berat, serta Hoodie dan masker yang menutupi wajahnya, Raina berjalan masuk ke halaman sekolah. Pakaian serba tertutup membuat ia nyaman dengan situasi, di mana orang tak akan mengenalinya. Ia tahu, bahwa teman-temannya tak akan tahu bahwa ia adalah korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh kakak kelasnya, tapi ini adalah usaha untuknya agar tiga kakak kelasnya tak lagi bisa mengenalinya.

Semakin mempercepat langkah, itu lah yang ia lakukan saat ini. Mendekati bel yang sebentar lagi akan berbunyi membuat ia dengan sigap menaiki tangga untuk sampai di kelasnya yang berada di lantai dua. Ketika pintu kelasnya masih terbuka, Raina bernapas lega. Ia segera masuk dan mendapati semua teman-temannya menatap dirinya aneh seketika.

"Sorry, guys! Aku baru aja sembuh, jadi masih harus jaga diri. Makanya aku pakai masker dan Hoodie," ucap Raina pada teman-temannya yang kemudian hanya menganggukkan kepalanya.

"Lo sakit apa, sih? Tiga hari gak ada kabar. Saskia bilang lo demam, kenapa gak kasih tahu gue?" tanya Anita yang sangat kepo.

"Iya, aku demam. Tiga hari doang, kok."

"Tiga hari ini lo di cariin Leo. Dia bilang lo sulit di hubungi, padahal dia cuman mau belajar aja. Olimpiade di undur lo udah tahu?" tanya Anita lagi pada sahabatnya.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang