|RHTD 33| Derai Hujan

8.1K 451 163
                                        

Diguyur oleh hujan
Disatukan oleh keadaan
Berbicara dari hati ke hati karena sebuah kesempatan.

***

BERI AKU 200 KOMENTAR GUYS. BANTU TEMBUSIN GUYS. TERIMA KASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA. 

Halo, gimana kabar kalian? Semoga baik-baik aja ya guys. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa komen dan vote ya guys😍😚

***
EH KAMU UDAH FOLLOW AKUN INI?
BELUM? KOK BISA BELUM FOLLOW AKU SIH 😩
YUK GASS FOLLOW 💜
HAPPY READING

"Ayo makan. Gue tahu lo belum makan," ajak Dion sembari memarkirkan kendaraannya di depan ruko geprek Bensu. "Geprek makanan kesukaan lo, kan? Pedes selera lo, kan?"

Raina menoleh secara spontan. Menatap Dion dengan tanda tanya, kenapa Dion bisa tahu makanan kesukaannya? Padahal selama ini ia tak pernah memberi tahu siapa pun, kecuali Siska dan abangnya. 

"Kakak tahu dari siapa?" tanya Raina membuat Dion mengedipkan mata dan berjalan keluar mobil, diikuti oleh Raina yang masih penuh tanda tanya.

Raina keluar dari mobil, sementara Dion sudah masuk lebih dulu ke dalam ruangan. Raina yang mencoba berlari ketika akan masuk ke pintu harus terhenti, ketika seorang pria juga ingin membuka pintu geprek itu. Raina pun menoleh, menatap orang yang tak lain adalah kakak kelasnya, Leo. 

"Lo di sini juga? Mau beli geprek?" tanya Leo pada Raina yang hanya menganggukkan kepalanya. 

"Aku masuk dulu, ya, kak," balas Raina ingin masuk ke dalam, namun ditahan oleh Leo yang merasa bahwa saat ini Raina menghindari dirinya.

"Lo kenapa, sih? Menghindar dari gue, ya?"

"Maaf, aku harus ke dalam kak," ucap Raina kemudian masuk ke dalam. Ia kemudian sempat menoleh dan melihat bahwa Leo juga masuk ke dalam toko yang sama. Raina kemudian duduk di hadapan Dion yang ternyata sudah datang dengan geprek yang di taruh di atas meja.

"Ngapain lo di sini?" tanya Dion tak bersahabat ketika menemukan Leo dan menatap Raina dengan penuh senyuman yang syarat arti.

"Lo lihat gue lagi apa? Duduk lah. Pertanyaan lo itu gak bermutu sama sekali," balas Leo santai sembari terus menatap Raina yang merasa tak nyaman, apa lagi saat ini di hadapannya ada Dion yang terus menatap dirinya tajam.

"Lo pindah ke sekolah mana?" tanya Leo pada Raina.

"Belum tahu, kak," sahut Raina menutupi semuanya. Leo dan teman-temannya mungkin tak pernah tahu alasan yang sebenarnya kenapa ia berhenti sekolah. Kenapa ia sampai rela mengorbankan semua asa adalah karena saat ini ia sedang berbadan dua.

Leo kemudian menganggukkan kepalanya. Ia kemudian menoleh sebentar ke arah Dion, lalu menatap Raina penuh khawatir. "Hati-hati kalau sama Dion. Dia ini cabul, lo belum tahu aja. Sekalinya ada kesempatan semua yang lo miliki bakal hancur. Gue permisi dulu."

"Maksud lo apa!" seru Dion merasa tak terima ingin menghampiri Leo, namun Raina segera menahannya.

"Kenapa lo tahan gue, sih? Lo mau bela dia?" tanya Dion yang sudah terpancing emosi oleh kata-kata Leo yang menghina dirinya.

Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang